20 Oktober 2021

Message ini merupakan kelanjutan dari message kemarin.

 

Kita sedang membahas tentang peranan kehidupan doa yang harus dibangun oleh setiap orang percaya dalam kaitan untuk menjadi partner kerja Tuhan dalam pencurahan Roh-Nya di akhir zaman ini.

 

a) Dengan berdoa, kita sedang terus mengosongkan diri dari berbagai bentuk KEAKUAN, KEMANUSIAWIAN dan KEDUNIAWIAN.

 

b) Dengan berdoa, kita sedang menggarap kualitas hati kita menjadi lahan yang subur untuk firman-Nya bertumbuh dan menghasilkan buah (Matius 13:23).

 

Dengan adanya roh doa dan penyembahan, otomatis akan mengkondisikan sikap hati kita menjadi seperti tanah yang subur, yang minimal buahnya memanifestasikan kehidupan yang mencintai Tuhan secara ‘mati-matian, gila-gilaan dan habis-habisan’ (Matius 13:44-46). Artinya akan selalu ada gelora roh yang terus berkobar-kobar dalam batin kita untuk mengejar dan mengalami realita Tuhan secara nyata.

 

Dalam situasi keadaan apa pun juga, Tuhan sesungguhnya menginginkan kita untuk terus menjadi pembawa realita hadirat-Nya. Namun sayangnya, pikiran kita tidak bisa bertahan dalam memikirkan hal – hal yang dari Roh! Mudah sekali terganggu dengan perubahan yang terjadi di sekeliling kita! Padahal Tuhan sedang bekerja DI DALAM diri kita!

 

Oleh karenanya, kita tidak boleh ‘tertipu’ dengan faktor perubahan eksternal! Jagai saja kondisi roh kita agar terus berkobar – kobar. Jangan termakan oleh kesempatan yang dimainkan oleh iblis untuk ‘memadamkan’ roh kita. Sebab iblis tahu persis, saat roh kita padam karena fakta kehidupan yang ada, maka saat itu juga kita sedang kehilangan pengharapan, hingga akhirnya kita mengambil keputusan untuk undur diri dari pertandingan iman.

 

Teruslah memperkatakan firman dan janji-Nya dalam segala keadaan sampai manusia roh kita berkobar – kobar. Dan jadikanlah hal itu sebagai pola satu – satunya untuk menaklukkan segala keadaan yang secara lahiriah seringkali tidak terprediksi!! Sebab pola itu hanyalah SATU SAJA! Jika masih ada banyak cara lain yang kita pertahankan, maka POLA SEJATI tidak akan pernah bisa terbangun dalam diri kita!

 

Pada hari-hari ini Tuhan sedang terus bergerak dan bekerja untuk mengambil orang-orang pilihan-Nya yang akan disempurnakan oleh-Nya di Sion (Yeremia 3:14), dan menjadikan mereka sebagai pelopor bagi bangkitnya generasi pendoa dan penyembah, sebagaimana yang telah dinubuatkan dalam firman Tuhan.

 

Yesaya 56:7 (TB) mereka akan Kubawa ke gunung-Ku yang kudus dan akan Kuberi kesukaan di rumah doa-Ku. Aku akan berkenan kepada korban-korban bakaran dan korban-korban sembelihan mereka yang dipersembahkan di atas mezbah-Ku, sebab rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa.

 

Yohanes 4:23 (TB) Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.

 

c) Dengan berdoa, kita menjadi pribadi yang lebih mudah menaklukkan berbagai emosi negatif dalam batin kita.

 

Penyakit terbanyak di akhir zaman ini seringkali disebabkan oleh karena masalah hati dan pikiran seperti stres, depresi, kekecewaan, kepahitan, tawar hati, dan sebagainya. Karena itu, Tuhan menghendaki sebagai para pendoa dan penyembah, hati kita terus ditahirkan dari berbagai kebencian dan konflik batin. Memiliki sikap hati yang mudah mengampuni dan melupakan kesalahan orang-orang lain, sehingga kita pun bisa dibentuk untuk menjadi sempurna sama seperti Bapa di Surga.

 

Matius 5:43-44, 48 (TB)
43 Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.

44 Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.

48 Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.”

 

Realita kehadiran Tuhan akan terus menjagai hati dan emosi kita untuk tidak lagi dapat digoncang oleh emosi negatif, dan tidak mudah terjebak oleh berbagai pekerjaan musuh yang bertujuan merusak ataupun membunuh kehidupan ilahi yang kita miliki. Kita akan menjadi pribadi yang mudah untuk selalu ‘move on’ dan selalu bersukacita. Kita mendapati bahwa kesukaan dari Tuhan akan selalu menjadi kekuatan di dalam hidup kita.

 

The Joy of the Lord is my strength (Nehemiah 8:10, KJV).

 

Message ini masih akan berlanjut lagi besok.

 

#AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus

 

__________

 

Dapatkan renungan harian Ps. Steven Agustinus (text, quote & audio) setiap harinya melalui Whatsapp Anda, dengan cara mendaftarkan diri:
Nama, Kota, No Whatsapp
Kirim ke nomor 0888-6132-106