Top

21 Agustus 2018

Saya mendapati tanpa kita memberi diri untuk berupaya membangun STANDAR ILAHI dalam menjalani hidup sebagai ciptaan yang baru, maka akan mudah bagi kita untuk kembali tergoda atau terbelokkan menjalani kehidupan kita yang lama.
Bagaimanapun juga, kehidupan kita yang sekarang adalah hasil akumulasi dari kebiasaan-kebiasaan yang sudah kita lakukan sekian waktu lamanya. Kebiasaan yang kita miliki akan menentukan progress/kemajuan yang akan kita capai. Jika kebiasaan kita negatif pasti akan menghasilkan kehidupan yang tidak akurat. Kalau kebiasaan kita positif dan membangun tentu akan menghasilkan kehidupan yang berkualitas, memiliki standar hidup yang semakin ilahi.

Sebagai ciptaan baru, kita membutuhkan peran serta Roh Kudus di dalam hidup kita sehari-hari…Roh Kudus akan menuntun kita untuk hidup DI DALAM ROH dan hidup DIPIMPIN OLEH ROH. Dengan hidup oleh Roh, kita akan didorong untuk terus mendisiplin diri kita menginjak-injak pekerjaan musuh dalam hidup kita (Gal 5:16): yaitu kebiasaan manusia lama kita yang tidak akurat. Tanpa kita berupaya menyingkirkan kebiasaan yang lama itu, kita akan terus menerus hidup dalam pergumulan. Karena akan selalu ada tarik menarik antara kehidupan roh dan perbuatan daging (Gal 5:16-17). Pergulatan itu akan berakhir ketika kita hidup di dalam Roh!

Sebagai ciptaan baru, kita juga harus belajar memberi diri dituntun dengan cara ditemani oleh RohNya sampai ke tujuan (Gal 5:18) seperti seekor binatang yang dituntun oleh majikannya ke satu tujuan. TuntunanNya akan terus menarik dan mendorong kita ke jalan Tuhan, ada instruksi yang datang mengajar kita, sampai terbangun kebiasaan baru di dalam hidup kita. Belajarlah mengikuti instruksi dan dorongan yang diberikan Roh, baik melalui pengurapanNya yang mengajar kita atau melalui arahan dan pengajaran yang diberikan oleh Bapa rohani.

Dengan memiliki standar ilahi, kita akan memiliki BAROMETER atau patokan yang jelas, untuk mengukur pertumbuhan manusia roh kita. Memastikan kita bertumbuh semakin sehat di dalam realita hadiratNya. Kita tidak lagi menjalani kerohanian kita seperti “kapal selam”, kadang naik, kadang turun. Sebagai orang benar, kita sudah ditetapkan Tuhan untuk terus naik dan bersinar semakin terang sampai rembang tengah hari! (Amsal 4:18)

Berikut adalah standar ilahi yang perlu dibangun sebagai ciptaan baru:

1. Kecenderungan hati yang sepenuhnya tertuju pada kebenaran. (Gal 5:17)

Tanpa memiliki kecenderungan hati kepada kebenaran, hati kita pasti akan cenderung mengejar hal yang sia-sia. Kecenderungan hati kita ini memiliki POSISI KUNCI di dalam hidup kita, ia berfungsi layaknya KEMUDI yang akan mengarahkan hidup kita ke arah/tujuan tertentu. Ia juga akan berfungsi seperti KOMPAS yang akan menuntun hidup kita ke arah kebenaran, membuat kita selalu rindu meraih dan ingin melakukan apa yang benar.

Supaya kita tidak tersesat di tengah ragam kehidupan dunia yang sudah dikuasai oleh sistim dunia dan tipu daya iblis, kita sangat membutuhkan patokan yang jelas untuk mengarahkan hidup kita senantiasa berada di dalam Jalan Tuhan. Milikilah kecenderungan hati yang selalu tertuju pada kebenaran. Kecenderungan hati ini akan kita miliki, ketika kita memiliki kebiasaan untuk bertekun merenungkan pengajaran dari Bapa rohani, memutar ulang dan menulis poin-poin yang ada, sampai frekuensi hati kita alami penyelarasan. Perlahan tapi pasti, kecenderungan hati kita akan mulai bergeser, dari yang tertuju pada perkara sia-sia, akan condong/mengarah kepada kebenaran!

2. Selalu alami adanya pekerjaan firman dan Roh dalam hidup sehari-hari (Gal 5:18)

Saya menyadari, setiap hari selalu ada banyak orang yang kita jumpai dan ada berbagai ragam situasi yang dapat terjadi. Tanpa kita alami adanya kobaran api yang terus menyala-nyala dalam batin kita, kita mudah mengalami kebocoran rohani. Ibarat gelas yang retak, ia tidak dapat menampung air.

Demikian pula hidup kita yang bocor, juga tidak dapat menampung kehidupan. Sebagai akibatnya kehidupan rohani kitapun pasti menjadi semakin kering dan suam. Hal ini hanya dapat diatasi dengan membangun kebiasaan yang baru untuk bertekun merenungkan firman, memperkatakan dan mengimajinasikan firman sampai manusia roh kita berkobar-kobar. Berlatih mendeklarasikan firman setiap satu jam sekali, mendoakan orang yang kita jumpai.

Yang tidak kalah penting, datanglah dalam ibadah dan pertemuan doa karena di sana api yang dibawa oleh saudara-saudara kita akan berkumpul menjadi satu api yang besar, yaitu pengurapan korporat! Prinsipnya adalah miliki kebiasaan untuk mendekat kepada api Roh-Nya, agar kita selalu terbakar oleh-Nya.#AkuCintaTuhan

Message ini masih akan berlanjut besok….

Ps. Steven Agustinus