21 April 2018

Untuk seseorang dapat ‘melihat’ kerajaanNya, orang yang bersangkutan perlu belajar merendahkan diri dan bersedia membuka hidupnya untuk dapat mengadopsi sudut pandang & dasar keyakinan seorang hamba Tuhan yang hidupnya memang sudah Tuhan rombak sesuai dengan firmanNya (datang dari tempat tinggi – Yoh 3:3) Dan ketika seseorang rindu dapat ‘masuk’ ke dalam kerajaanNya, ia harus memastikan terjadinya pekerjaan firman & Roh secara sedemikian rupa sampai nature manusia rohnya alami perubahan.

1. Pekerjaan firman & Roh harus menyadarkan dirinya, bahwa dirinya yang lama sudah mati bersama Kristus dan hidup yang ia hidupi saat ini adalah hidup yang di dasari oleh iman – tanpa adanya firman yang datang dalam hidupnya, ia tidak bisa berbuat apa-apa (Rom 6:11, Gal 2:19-20)

Ketika seseorang memberi diri untuk diayomi oleh hamba Tuhan yang ‘berasal dari tempat tinggi’, dirinya akan jadi lebih mudah menerima dasar keyakinan/ sudut pandang sang hamba Tuhan. Dan sang hamba Tuhan harus membawa semua orang yang ia ayomi untuk ‘melihat’ dari sudut pandang yang sama: Bagi orang yang menerima Yesus sebagai Juruselamatnya, ia sudah mati bersama Kristus!

Bagi orang yang diayomi, ia hanya perlu memahami lebih lanjut bahwa bagi dirinya yang ‘sudah mati bersama Kristus’, artinya semua godaan & daya tarik dunia ini hanyalah fatamorgana belaka – meski masih dapat ia ‘lihat’ tapi tidak akan pernah bisa di cecap/ dinikmati lagi. Tidak ada lagi yang bisa ia lakukan kecuali ‘harus melepasnya’. Gambaran yang Tuhan beri adalah sama seperti kesaksian dari orang-orang yang pernah alami kematian: Mereka bisa ‘melihat’ tubuh lahiriah mereka yang terbujur kaku tapi tidak ada lagi yang bisa mereka lakukan terhadap tubuh yang sudah mati tersebut.

Demikian pula dengan setiap orang percaya yang sudah mati bersama Kristus, apapun yang dunia coba lakukan atas ‘tubuh yang fana ini’ sudah tidak lagi berpengaruh atas kita karena kita sudah menjalani suatu kehidupan yang baru.

Dalam kehidupan yang ‘baru’ ini, kita sangat membutuhkan firmanNya. Hanya melalui persekutuan dengan Tuhan yang didasari atas hati yang mencintai Tuhanlah kualitas persekutuan kita denganNya akan terus bertumbuh; dan melalui terbangunnya kualitas persekutuan dengan Tuhanlah, kita akan selalu menerima adanya firman dari Tuhan yang memberi hidup & terang bagi kehidupan sehari-hari kita (Yoh 15:4-5, 1:3-5)

2. Pekerjaan firman & Roh harus membawanya alami kesadaran penuh bahwa sebagai Ciptaan Baru, dirinya berasal dari Roh & Kebenaran (Yoh 3:6-8, 1 Yoh 3:19) serta diberi otoritas untuk hidup dengan mengandalkan unsur-unsur Ilahi yang sudah Tuhan berikan (2 Kor 4:16-18) sampai dapat ‘menelan semua yang lahiriah dengan ke-Ilahi-anNya (1 Kor 15:45-49, 53-55)

Ketika seseorang alami pekerjaan firman & Roh, menerima suatu kesadaran (pewahyuan) dari Roh Kudus bahwa sekarang ia adalah Ciptaan yang baru (makhluk yang berbeda) – tidak lagi hidup dalam ikatan berbagai keterbatasan, kelemahan yang bersumber dari dosa – tapi justru sudah memiliki suatu potensi hidup & kekuasaan yang memposisikan dirinya jadi suatu pribadi yang dapat menimmati suatu jenis kehidupan yang sepenuhnya tanpa batas. Apapun yang Tuhan firmankan/ janjikan adalah satu-satunya patokan yang dapat ‘membatasi’ dirinya; dan pada saat yang bersamaan, apapun yang Tuhan firmankan/ janjikan adalah merupakan suatu material/ modal untuk dirinya alami berbagai terobosan/ kemajuan dalam hidupnya. Semua pola dunia yang sudah tercetak dalam hidupnya dapat ia rombak dengan mempergunakan firman/ janji yang Tuhan beri tersebut sehingga ia sepenuhnya hidup berdasar standart/ patokan Ilahi yang Tuhan tetapkan (Rom 12:1-3, 2 Pet 1:3-4)

Meski peralihan/ perubahan hidup dari yang lahiriah ke yang Ilahi memang merupakan suatu proses, ada fase-fase atau tahapan yang harus dilalui, tapi semua tahapan tersebut terjadi secara permanen! Tidak ada ‘naik-turun’ atau ‘pasang-surut’ rohani – Tuhan membawa kita terus bertumbuh dari satu kemuliaan ke titik kemuliaan yang lebih besar lagi sampai kita jadi serupa dengan Kristus dan alami kepenuhan Kristus.

3. Pekerjaan firman & Roh harus membawa perubahan dalam nature dari cara berpikir kita dalam hidup sehari-hari (Ef 4:17-24)

Medan peperangan yang paling sering membawa kita alami kekalahan ada di area Pikiran kita. Kita jarang mendisiplin cara kerja dari Pikiran kita. Dibutuhkan suatu ketekunan untuk mendisiplin cara kerja pikiran. Perhatikan ayat-ayat berikut:

  • Amsal 4:23 (VMD) Di atas segala-galanya, HATI-HATILAH TERHADAP YANG KAUPIKIRKAN karena PIKIRANMU MENGENDALIKAN HIDUPMU.
  • Filipi 4:8 (FAYH) Saudara sekalian yang saya kasihi, pada akhir surat ini saya ingin mengatakan satu hal lagi. ARAHKANLAH PIKIRAN SAUDARA kepada hal-hal yang benar, yang baik, dan yang adil. RENUNGKANLAH hal-hal yang murni dan indah, serta kebaikan dan keindahan di dalam diri orang lain. INGATLAH akan hal-hal yang menyebabkan Saudara memuji Allah dan bersukacita.
  • Roma 8:5 (TB) Sebab mereka yang hidup menurut daging, MEMIKIRKAN hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, MEMIKIRKAN hal-hal yang dari Roh.
  • Roma 8:6 (VMD) Sebab jika PIKIRAN ORANG DIKUASAI OLEH KEINGINAN DUNIAWI, akibatnya adalah kematian rohani. Dan jika PIKIRAN ORANG DIKUASAI OLEH ROH, hasilnya adalah hidup dan damai sejahtera.

Melalui ketekunan, kita akan bisa mengubah cara kerja pikiran kita; mengubah nature dari pikiran kita.¬†Dengan terjadinya perubahan nature melalui pekerjaan firman & Roh dalam hidup kita, kita alami bagaimana hidup kita jadi terhubung dengan dimensi Kerajaan – ada roh yang berkemenangan yang tarus bermanifestasi dalam kehidupan sehari-hari kita…#AkuCintaTuhan

Ps. Steven Agustinus