Top

21 Desember 2019

Pagi ini Roh Kudus mengingatkan saya untuk terus berfokus kepada kondisi manusia roh yang berkobar – kobar. Jangan teralihkan dari hal itu.
Saya jadi menyadari, kondisi manusia roh yang berkobar – kobar ternyata sangatlah penting. Itulah yang membuat kita selaras dengan agenda surga dan terus hidup dalam kematian daging. Dan membuat kita hanya berfokus kepada Tuhan.

 

Sebab tanpa kita sadari, pikiran kita sudah terlalu ‘sibuk’ memikirkan hal – hal yang lahiriah yang membuat kita sibuk melakukan banyak aktivitas tanpa manusia roh yang berkobar – kobar. Kelihatan ‘melayani Tuhan’ tapi sedang tidak ‘memperkenan’ hati Tuhan.

 

Lukas 10:38-42 (TB) Ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di sebuah kampung. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya. Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya, sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: “Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku.” Tetapi Tuhan menjawabnya: “Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.”

 

Dari perikop di atas, Roh Kudus menegaskan: Jangan menjadi seperti Marta yang ‘konsep pikirnya salah’. Ia berpikir dengan melakukan banyak hal, dirinya sedang “melayani” Tuhan. Jadilah seperti Maria yang haus akan firman-Nya. Yang mau dekat dengan Yesus dan memposisikan diri sebagai hamba. Ia mau mendengar kedalaman hati Tuhan. Itulah yang membuat rohnya dipuaskan (berkobar – kobar).

 

Bukan berarti Tuhan tidak mau kita ‘bergerak melakukan sesuatu’. Tapi Ia tidak menghendaki kita bergerak tanpa firman dan kondisi roh yang berkobar – kobar. Ia tidak mau kita lalai dalam bersekutu dengan-Nya. Jangan sampai karena kesibukan, diri kita tidak bisa lagi menikmati persekutuan dengan Tuhan. Harus ada waktu untuk duduk dan mendengar Tuhan berbicara tanpa kesibukan lain dalam pikiran kita! Inilah DISIPLIN DIRI TERBAIK yang harus kita miliki.

 

Ada banyak orang lebih memilih ‘sibuk melakukan banyak hal’ daripada duduk mendengarkan Tuhan berbicara. Karena memang itu adalah “pola dunia, konsep pikir yang salah, dan sifat yang harus diubah” ; Pikirannya selalu ‘ke mana – mana’ kalau doa berlama – lama dalam hadirat-Nya. Tidak bisa fokus! Itulah yang sedang dibongkar oleh Yesus dari hidup Marta!

 

Berhati – hatilah dengan spirit Marta. Fokuslah pada manusia roh kita. Pastikan kita memiliki persekutuan yang hidup dengan-Nya dan renungkanlah firman senantiasa. Sebab kondisi manusia roh yang berkobar – kobar merupakan “sarana” bagi Tuhan untuk Dia bergerak melalui diri kita dan melakukan hal – hal besar!! #AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus