Top

21 Juli 2018

Orang yang masih terus bergumul, menandakan ada pergulatan antara manusia lamanya dengan manusia baru. (Roma 5:19). Di satu sisi ingin hidup seturut firman, namun di sisi lain ada pikiran yang belum dibaharui, emosi yang tidak stabil, mudah terpancing dan tergoda oleh berbagai keinginan dan hawa nafsu. Akibatnya hidupnya jadi tidak tenang, tidak damai karena berbagai pergolakan yang dialaminya.

Hal ini sesungguhnya dapat diakhiri dengan jalan mensetting pikiran kita, karena sumbernya ada dari roh dari pikiran kita (Ef 4:23). Di situlah terletak nature dari manusia lama kita. Saya mendapati untuk hidup sebagai ciptaan baru, pikiran kita ini harus DISETTING ULANG dan setelah disetting ulang harus DIJAGAI (DIPERTAHANKAN) (Ams 4:23).

Hal Ini adalah bagian kita yang harus dikerjakan dengan ketekunan, karena dalam hidup sehari-hari selalu ada banyak peristiwa, situasi, interaksi dengan berbagai orang; yang jika tidak kita responi dengan benar, akan menyeret kita kembali ke kehidupan yang lama, yaitu hidup secara lahiriah dan duniawi, penuh konflik dan pergulatan batin.

Dengan alami pikiran kita BERHASIL disetting seturut firman, kita juga alami hidup kita pun semakin SELARAS dengan firman yang ada. Hal-hal yang tadinya menganggu, sekarang bisa kita taklukkan, kitapun diangkat naik, jauh lebih tinggi dari berbagai masalah dan tantangan yang kita hadapi.

Saya belajar, firman demi firman yang kita terima, tidak lagi boleh berhenti sebagai informasi saja, tapi akan benar-benar berfungsi menjadi arahan dan batasan untuk menjalani kehidupan sehari-hari ini dengan penuh kemenangan dan terobosan. Karena firman yang berhenti sejauh informasi, tidak ada bedanya dengan informasi yang lain, bisa kita abaikan begitu saja.

JIKA FIRMAN KITA ABAIKAN, KITA PASTI HANYA HIDUP DARI ROTI SAJA (Mat 4:4). Sebagai akibatnya kitapun akan kembali hidup secara lahiriah, mengandalkan kekuatan diri sendiri, kekuatan uang, kekuatan orang lain, pelan tapi pasti kitapun kembali menjalani kehidupan sebagai manusia lama.

Tidak ada alternatif lain, untuk hidup sebagai ciptaan baru, kita harus makan dari firmanNya. Saya mendapati firman yang dilepaskan oleh bapa rohani adalah hasil penyingkapan Roh Kudus dari Bapa yang diberikan kepadanya. Jika kita baik-baik mendengarkan dan menyimpan perkataan bapa rohani (Amsal 2) akan mengkondisikan kita dicetak dan dibentuk sesuai sebagaimana Roh Kudus mencetak ulang hidupnya. Sehingga selalu ada PATOKAN yang jelas, ada STANDAR yang pasti bagaimana kita membangun hidup kita dengan firman.

Dengan begitu kita bisa MENGUKUR DIRI sejauh mana kita sudah berjalan. Lain halnya dengan mereka yang hidup di luar patokan atau standar, kecenderungan manusia pasti hidup semaunya sendiri, menurut apa yang dia pandang baik, padahal apa yang kita pandang baik, belum tentu benar di hadapanNya.

Ketika kita berhasil memiliki pikiran yang sudah berhasil disetting oleh firman, kitapun akan mulai memiliki pikiran Kristus. Pikiran Kristus akan membawa kita untuk memiliki kehidupan yang selfless, dan didorong masuk dalam kehidupan korporat. Karena itu adalah nature dari Kristus sendiri. Lewat korban Kristus, Dia menyelamatkan manusia ketika masih berdosa (Rm 5:8), membawa manusia menjadi menjadi ciptaan yang baru. (2Kor 5:17). Dari pemulihan satu orang membawa pemulihan bagi yang lain. (Roma 5:17-19)

Supaya terjadi pemulihan bagi yang lain, Dia mencurahkan kasih ilahiNya, menolong kita sebagai ciptaan baru bisa melebur dan berinteraksi dengan orang lain. Karena tanpa kasih ilahi, akan sulit bagi kita untuk berinteraksi dengan banyak orang, (1 Kor 13:4-8 TSI) pasti akan menimbulkan banyak gesekan dan luka. Dengan kasih, kita bisa menjadi pribadi yang lebih sabar, kuat, matang dan berhikmat, sehingga kita bisa masuk dan melebur dalam kehidupan korporat. Saling menolong dengan saudara kita untuk bertumbuh bersama di dalam Kristus.

Kemenangan yang kita raih, tidak kita nikmati untuk diri sendiri, namun Tuhan ingin menjadi kemenangan bagi orang lain. Pola ilahi yang sudah terbangun dalam hidup kita, bisa menjadi pola bagi orang lain. Terobosan yang kita terima dapat menjadi terobosan bagi orang lain. Demikian terus berkelanjutan, sehingga kehidupan ilahi menyebar luas sampai terjadi pemulihan segala sesuatu. Amin #AkuCintaTuhan

Ps. Steven Agustinus