Top

21 Maret 2020

Message ini merupakan kelanjutan dari message kemarin.

 

Kemarin kita sedang membahas tentang bangkitnya ‘para raksasa’ – dalam bentuk penyebaran virus Corona dan berbagai bentuk ketakutan lain yang sedang mengintimidasi kehidupan penduduk bumi ini, termasuk kehidupan orang-orang percaya.

 

Kita membahas bahwa sebetulnya hal ini adalah bentuk pertarungan dari dasar keyakinan yang selama ini sudah terbangun dalam hidup kita. Untuk melawan para raksasa, tidak ada cara lain selain memakai mulut kita untuk bersuara lebih lantang! Selain belajar dari Yosua dan Kaleb yang tidak lagi mengasihi nyawa mereka demi mempertahankan dasar keyakinan yang mereka miliki, kita juga bisa belajar dari Daud yang mengalahkan Goliath!

 

1 Samuel 17:26 (TB) Lalu berkatalah Daud KEPADA ORANG – ORANG YANG BERDIRI DI DEKATNYA: “Apakah yang akan dilakukan kepada orang yang mengalahkan orang Filistin itu dan yang menghindarkan cemooh dari Israel? Siapakah orang Filistin yang tak bersunat ini, sampai ia berani mencemoohkan barisan dari pada Allah yang hidup?”

 

1 Samuel 17:36 (TB) Baik singa maupun beruang telah dihajar oleh hambamu ini. Dan orang Filistin yang tidak bersunat itu, IA AKAN SAMA SEPERTI SALAH SATU DARI PADA BINATANG ITU, karena ia telah mencemooh barisan dari pada Allah yang hidup.”

 

1 Samuel 17:45-47 (TB) Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: “Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi AKU MENDATANGI ENGKAU DENGAN NAMA TUHAN SEMESTA ALAM, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu. Hari ini juga TUHAN akan menyerahkan engkau ke dalam tanganku dan aku akan mengalahkan engkau dan memenggal kepalamu dari tubuhmu; hari ini juga aku akan memberikan mayatmu dan mayat tentara orang Filistin kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang liar, supaya seluruh bumi tahu, bahwa Israel mempunyai Allah, dan supaya segenap jemaah ini tahu, bahwa TUHAN menyelamatkan bukan dengan pedang dan bukan dengan lembing. SEBAB DI TANGAN TUHANLAH PERTEMPURAN DAN IA PUN MENYERAHKAN KAMU KE DALAM TANGAN KAMI.”

 

Dari ayat – ayat di atas ada 5 hal yang perlu kita perhatikan untuk memenangkan peperangan dasar keyakinan dan menyatakan bahwa Tuhan yang kita sembah itu ada, dan Dia masih terus bekerja:

 

1. Pastikan orang – orang yang ada di dekat kita harus kita pengaruhi dengan suara Tuhan!

 

Jangan ijinkan mereka terpengaruh dengan opini, imajinasi, persepsi, dan dasar keyakinan dunia ini! Bersuaralah lebih keras untuk menarik mereka dalam frekuensi yang sama, sehingga dapat melaju bersama dan kembali fokus melihat jalan – jalan Tuhan untuk mencapai destiny ilahi.

 

Mengapa begitu penting untuk mempengaruhi orang terdekat? Karena seringkali merekalah yang menggoyahkan dasar keyakinan kita kepada Tuhan, jika kita hanya diam, maka kita akan terpengaruh! Kita harus bersuara lebih keras!! Karena kita lebih mencintai Tuhan dan kehendak-Nya lebih dari apa pun juga!! Fokus percaya pada suara Tuhan, jangan campur – campur dengan suara lain sehingga akhirnya hidup kita tidak akan terombang – ambing atau berubah – ubah karena informasi yang kita dengar juga selalu berubah – ubah!

 

2. Imajinasikan kehidupan yang berkemenangan setiap hari.

 

Daud tidak mengimajinasikan dirinya jadi korban Goliat, tidak! Ia mengimajinasikan dirinya menaklukkan Goliat. Itulah yang harus kita contoh. Imajinasikan hidup yang berkemenangan! Imajinasikanlah fakta negatif yang ada sudah takluk! Imajinasikanlah kita bangkit dalam keperkasaan dan menaklukkan segala fakta negatif! Jalani hari – hari hidup kita tanpa perlu terintimidasi melainkan memancarkan roh yang berkemenangan.

 

3. Andalkan Tuhan saja dan bertumbuhlah dalam pengenalan akan Tuhan.

 

Pastikan tiap hari ada pekerjaan Roh dan Firman yang mencetak akal budi kita dan menyelaraskan kecenderungan hati, sehingga kita bisa melihat Dia sebagaimana Dia adanya. Dan kita hanya bergantung kepada sifat – sifat Allah yang dibukakan oleh Roh kepada kita. Jika kita melihat Dia, maka kita akan menjadi sama seperti Dia. Kita akan meresponi Goliat sebagaimana Tuhan semesta alam meresponi Goliat. Goliath bukan masalah bagi Tuhan, itu hanya suatu ‘tiang’ penghalang dalam perjalanan yang mudah dirobohkan untuk kita dapat melanjutkan kembali perjalanan rohani yang ada dengan kekuatan penuh!

 

4. Sadarilah, semua ada dalam kendali Tuhan.

 

Peperangan sehebat apa pun yang sedang kita hadapi, hasil akhirnya ada dalam tangan Tuhan. Dan ingatlah, kita lebih dari pemenang. Jadi hasil akhirnya kita sudah pasti menang!

 

5. Seorang prajurit perang dan pahlawan iman merupakan pribadi yang tidak mengasihi nyawa mereka, sehingga tidak ada ketakutan apa pun.

 

Penyebab orang masih hidup dalam ketakutan bersumber karena masih adanya cinta diri sendiri – tidak mau kehilangan nyawa. Alhasil hidupnya hanya untuk dirinya sendiri dan menyelamatkan diri sendiri. Bukan untuk Tuhan dan penggenapan rencana-Nya! Intinya, takut mati! Padahal semakin orang takut mati, akan semakin cepat dirinya mati.

 

Tapi jika kita tahu bahwa KUNCI KEMENANGAN KITA ADALAH JUSTRU TIDAK MEMPERTAHANKAN NYAWA, maka kita akan PERCAYA PENUH PADA TUHAN DAN MENJADI SAKSI BAHWA DIA ITU ADA DAN DIA MASIH TERUS BEKERJA!!

 

Wahyu 12:11 (TB) Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka. Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut.

 

#AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus

 

(Bagi saudara pengguna Instagram, ikuti IG terbaru Ps Steven Agustinus di @psstevenpersonal – Gbu)