22 April 2021

Message ini merupakan kelanjutan dari message kemarin, yang membahas mengenai betapa sederhananya tindakan untuk mempengaruhi orang-orang lain yang ada dalam lingkar pengaruh kehidupan kita.

1. Belajarlah untuk memancarkan emosi positif yang kita terima dari Tuhan kepada orang-orang di sekitar kita.

2. Sikap hati atau niatan ingin menolong orang lain.

Lakukan hal ini dengan tulus, bukan karena terpaksa atau ada ‘udang di balik batu’. Pastikan orang lain bisa merasakan indahnya ketulusan kita dalam memberi uluran pertolongan. Tujuan dari tekad ataupun keinginan kita untuk menolong orang adalah membawa orang tersebut keluar dari permasalahan atau hal-hal tertentu yang selama ini menekan hidupnya.

Kita bisa memulai dengan hal-hal yang sederhana, misalnya memberi jalan kepada orang lain, menekan tombol lift bagi orang lain, mempersilakan orang lain untuk masuk terlebih dahulu, mendoakan orang yang sedang sakit, menolong orang lain melalui skill (keahlian) yang sudah kita miliki dan masih banyak lagi tindakan sederhana lainnya.

3. Mempengaruhi orang lain bukan bermaksud untuk ‘menggurui’ atau memposisikan diri menjadi ‘pemimpinnya’ tetapi menularkan kebaikan atau pengaruh positif kepada orang lain.

Tindakan ‘menggurui’ menunjukkan adanya ketidakmatangan seseorang, dan seringkali orang yang bersangkutan memiliki tujuan ingin ‘menguasai’ orang lain untuk ada di bawah pengaruhnya atau memposisikan diri untuk menjadi ‘pemimpin’ bagi orang yang sedang ‘ia pengaruhi’ tersebut.¬†Orang akan cenderung ‘alergi’ dengan orang-orang yang bertindak dan memiliki sikap hati yang menggurui ataupun memposisikan diri ada ‘lebih di atas’. Karena seperti mengkondisikan orang lain harus ada di bawah kendali seseorang yang kelihatan ingin ‘mengontrol hidupnya’.

Padahal mempengaruhi bisa dimulai dengan hal sederhana seperti membuka diri terlebih dahulu melalui perbicangan sederhana dan natural. Ceritakan saja kebaikan Tuhan yang terjadi dalam hidup kita atau yang dialami oleh salah satu saudara kita. Ibarat orang yang menang undian berhadiah, pasti rasanya tidak tertahan untuk menceritakan kepada orang lain. Pelan tapi pasti, karena dimulai dengan niatan yang baik dan natural, bak gayung bersambut pasti juga akan diresponi. Entah nanti responnya positif atau tidak, yang penting kita sudah mulai menceritakan kesaksian kita.

Cepat atau lambat orang akan mulai melihat perbedaan yang ada dalam diri kita dengan orang lain. Perbedaan kita dalam melakukan ‘pendekatan’ dan ‘menceritakan perbuatan Tuhan’ justru akan menjadi daya tarik dan magnet tersendiri bagi orang-orang yang sedang kita ‘garami’.

4. Melakukan hal yang benar dan baik.

Meski terkesan sederhana, melakukan hal yang benar juga akan memberi pengaruh bagi orang lain. Sehingga orang lain akan mulai meniru teladan yang kita beri. Perbuatan yang baik terkadang bisa lebih berbicara dengan kuat ketimbang perkataan yang banyak.

Misalnya dalam antrian pembelian tiket, jika sudah ada antrian yang teratur, maka orang-orang yang baru datang biasanya akan segera melakukan adjustment atau penyesuaian untuk mengantri dengan tertib. Tapi jika ada yang berlaku curang dengan memotong antrian, biasanya akan ditegur oleh yang lain.

Satu orang yang berbuat kebenaran dan kebaikan jika terus dilakukan dengan konsisten akan bisa menginspirasi dan mendorong orang lain untuk melakukan hal yang sama. Apalagi jika dilakukan secara bersama-sama, pasti akan menciptakan suatu atmosfir dan kultur tertentu yang sehat serta membangun.

Saya percaya saat kita memiliki attitude yang benar dalam menularkan pengaruh ilahi, maka di hari-hari ke depan, hidup kita akan terus menjadi dampak untuk memperluas pengaruh Kerajaan Sorga ke orang-orang di sekeliling kita. #AkuCintaTuhan

Ps. Steven Agustinus