Top

22 Februari 2021

Tanpa kita sadari, selama ini ada banyak respon manusiawi ataupun respon negatif yang kita munculkan hanya gara-gara terpancing oleh perilaku maupun ucapan dari orang-orang yang sedang memanifestasikan roh dunia dalam hidup mereka.

 

1. Setiap kali ada manifestasi roh dunia yang bermanifestasi di depan mata kita, secara otomatis kita jadi merasa terganggu.

 

Tapi memang itulah tujuan yang ingin dicapai oleh roh-roh dunia yakni membuat kita merasa terganggu! Saat seseorang mulai merasa terganggu oleh manifestasi roh dunia, sesungguhnya kehidupan orang tersebut telah berhasil disabotase oleh roh dunia. Tanpa kita sadari, kita sedang menyerahkan kendali hidup kita atau kursi jiwa kita (emosi dan keinginan) ke tangan Musuh.

 

Yang seharusnya kita lakukan adalah memastikan agar keteduhan roh, sukacita dan damai sejahtera dalam batin kita tidak pernah terganggu oleh apa pun atau siapa pun juga. Tingkatkan ‘alertness’ – kesadaran akan keberadaan-Nya di dalam kita, dengan cara mulai menaikkan ucapan syukur atau penyembahan.

 

Sebab percuma saja mencoba menengking kegelapan, justru kita yang akan makin merasakan kehadiran kegelapan tersebut. Hadirkan saja terang dan kegelapan pun akan tersingkir dengan begitu saja.

 

2. Setiap kali kita memanifestasikan keteduhan roh maupun sukacita dan damai sejahtera yang berasal dari Tuhan, sesungguhnya kita sedang mengkonfrontasi manifestasi roh dunia yang ada dengan manifestasi surgawi.

 

Jangan biarkan roh dunia berhasil merenggut kendali hidup ataupun kursi kepribadian yang kita miliki untuk kemudian mereka pakai guna ‘menghantam balik’ orang yang sedang memanifestasikan roh dunia tersebut. Sebab langkah selanjutnya yang roh dunia ingin lakukan adalah mengkondisikan agar kondisi emosi dari masing-masing orang menjadi ‘cukup panas’ agar dapat ‘diadu’.

 

Apabila roh dunia berhasil ‘mengadu domba’ masing-masing individu, begitu salah satu di antaranya memunculkan respon yang negatif – tersinggung, marah, sakit hati ataupun jenis konflik batin lainnya, maka seketika itu juga roh dunia memiliki ‘tempat tinggal yang lebih permanen’ dalam hidup orang tersebut. Mereka akan bercokol dalam emosi dan jiwa orang tersebut sambil terus ‘menganiaya dan menyiksa’ batinnya dengan berbagai pemikiran negatif lainnya yang akan terus memicu bergejolaknya emosi negatif dan konflik batin – terus terjadi peperangan di dalam batin orang tersebut.

 

3. Limpahan kasih ilahi yang kita terima melalui persekutuan pribadi dengan Tuhan merupakan ‘energi positif’ yang dengan cepat akan dapat menghancurkan dan mengusir setiap energi negatif yang mana bentukan dari roh-roh dunia yang sedang bekerja dalam hidup seseorang.

 

Teruslah membangun persekutuan pribadi kita dengan Tuhan, dan mintalah Roh Kudus terus melatih kita agar dapat mengalirkan aliran kasih ilahi dari dalam batin kita. Kita tidak perlu ‘meminta kasih’ lagi, sebab sumber kasih ilahi itu sudah kita terima dari Bapa. Ia sudah tanamkan di dalam batin kita (Yohanes 4:13-14, 7:38-39, Filipi 2:5-11).

 

Yang sekarang harus kita lakukan adalah meminta Roh Kudus agar melatih kita untuk tidak terprovokasi oleh manifestasi roh dunia. Namun justru dengan mudah dapat mengalirkan aliran kasih ilahi untuk menjangkau kehidupan orang yang sedang ‘diperalat’ oleh roh dunia tersebut.

 

Dengan kita mengalirkan kasih ilahi sebagai respon, kita sedang bertindak untuk secara frontal menghancurkan aktivitas roh dunia sekaligus membebaskan hidup orang tersebut dari berbagai ‘penjara dan siksaan’ oleh roh-roh dunia.

 

Roh Kudus, aku minta latih kami untuk terus memanifestasikan kemuliaan-Mu. Bawa kami untuk selalu memanifestasikan kasih ilahi – tidak peduli seberapa banyak orang yang justru memberi diri mereka diperalat dan diperbudak oleh roh dunia.

 

Hari ini kami justru memberi seluruh keberadaan kami untuk menjadi senjata kebenaran agar Engkau pakai menyatakan kemuliaan kasih-Mu. Pakai kami memerdekakan sebanyak mungkin orang dari perbudakan roh-roh dunia. Di dalam nama Yesus, Amin! #AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus

 

      220221_Renungan_Ps_Steven_Agustinus