Top

22 Januari 2020

Pagi ini saya seperti tersadarkan, ternyata hidup yang kita jalani sangat sering tanpa suara dan arahan Tuhan. Kita telah ‘terjebak’ dalam rutinitas ‘pemenuhan kebutuhan hidup’, dan memaksakan Tuhan untuk menerima kondisi hidup itu, lalu meminta pertolongan Tuhan agar Dia menyertai kita.

 

Itulah fakta kehidupan yang sedang kita jalani. Tidak heran jika kita akhirnya jarang melihat demonstrasi dan kuasa Tuhan termanifestasi dalam kehidupan sehari – hari. Kita terbelenggu oleh rutinitas dan meminta Tuhan untuk masuk ke ‘kotak’ hidup kita (rutinitas kita). Padahal seharusnya kitalah yang memasuki dunia-Nya Tuhan. Pendek kata, waktu kita selalu terbatas untuk bisa duduk dan mendengar Tuhan berfirman sampai tuntas sebagai arahan dalam hidup kita.

 

Saya juga tersadarkan, ternyata ada banyak pengambilan keputusan yang kita lakukan bukan berasal dari suara Tuhan. Tapi disebabkan karena tekanan, tuntutan kehidupan, pola dunia, kultur sekitar, dan tren, serta berasal dari apa kata orang. Inilah suatu kondisi kehidupan yang sangat buruk. Sebab tanpa sadar kita menjalani kehidupan yang sama dengan manusia lainnya yang bahkan juga tidak percaya Tuhan. Dan terus mengalir begitu saja mengikuti sistem dunia yang telah terpasang di setiap domain kehidupan. Kita dipaksa untuk mengikuti tanpa mendengar suara Tuhan. Kita sedang terus digiring berjalan dalam rutinitas dan roda kehidupan dunia ini.

 

Oleh karena itu kita butuh KEBENARAN yang memerdekakan kita dari itu semua. Sehingga kita dapat melangkah dalam kehendak Bapa secara leluasa. Kita harus ada dalam dunia-Nya Tuhan. Ada¬†satu KEBENARAN yang Roh ingatkan kepada saya pagi ini: “Tuhan memberkati orang, bukan pekerjaannya“.

 

Roh Kudus langsung membawa saya untuk melihat Mazmur pasal 1 :

 

Mazmur 1:1-6 (TB) Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. Bukan demikian orang fasik: mereka seperti sekam yang ditiupkan angin. Sebab itu orang fasik tidak akan tahan dalam penghakiman, begitu pula orang berdosa dalam perkumpulan orang benar; sebab TUHAN mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.

 

Roh memberi arahan kepada saya: “Pastikan engkau terus hidup dalam kebenaran firman Tuhan, dan menjadikan perenungan firman Tuhan sebagai prioritas dalam kehidupanmu sehari – hari. Baik itu saat beraktivitas atau bekerja maupun saat beristirahat. Hidupmu harus dikuasai oleh firman. Terus jagai gaya hidup perenungan firman dalam waktu khusus, dan tiap jamnya. Itu adalah pola ilahi (bukan pola buatan manusia) yang aku tetapkan bagimu. Sehingga saat engkau beraktivitas dalam hidup sehari – hari di bumi, pada saat yang sama engkau ada dalam dunia-Ku. Itulah dunia keajaiban dan penuh keilahian. Saat engkau ada dalam dunia-Ku, maka engkau akan mendengar Aku secara baik – baik dan pasti berdampak di alam lahiriah (bukan dengan kekuatanmu). Apa saja yang engkau kerjakan ( bukan dengan berpeluh) akan dibuat Tuhan berhasil. Itulah yang akan menjadi titik pembeda. Itulah titik terang. Hidupmu akan menjadi solusi bagi banyak orang!! Orang fasik akan melemah, mereka yang mengandalkan kekuatannya sendiri akan hancur, tapi engkau akan tinggal tetap. Sebab engkau ada dalam firman-Ku. Terang Tuhan bersinar atasmu!”

 

#AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus