Top

22 Juli 2019

Mazmur 16:11 (TB) Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa.

 

Mazmur 16:11 (VMD) Engkau mengajarkan cara hidup yang benar kepadaku. Hanya bersama Engkau akan membawa sukacita yang sempurna. Berada di sebelah kanan-Mu membuat aku berbahagia selama-lamanya.

 

Mazmur 16:11 (FAYH) Engkau membiarkan aku mengalami sukacita kehidupan dan kenikmatan kehadiran-Mu yang kekal.

 

Ayat firman dalam berbagai versi di atas memberikan beberapa pemahaman dalam diri saya:

 

1. Roh Kudus akan memimpin kita berjalan dalam jalan – jalan Tuhan/kehidupan.

 

Di sanalah kita akan menikmati kehidupan yang penuh damai sejahtera dan sukacita. Bagian kita adalah memberi hidup untuk dipimpin dan dicetak oleh pekerjaan Roh dan Firman. Fokus pada hal tersebut, maka kita tidak akan pernah tersesat dalam “kegelapan” (dunia onak duri/penuh pergumulan/konflik batin)

 

Pegang terus firmanNya sebagai patokan. Jadikan itu sebagai bahan perenungan dan dialog kita dengan Tuhan. Dengan demikian hati kita akan terus terjaga dan memancarkan kehidupan.

 

2. Ketika kita berinteraksi dengan Tuhan, maka sudah sewajarnya hidup kita melimpah dengan sukacita.

 

Jika kita banyak memikirkan fakta negatif, kesalahan orang, masalah – masalah, maka diri kita akan berbeban berat. Ternyata dengan siapa kita berasosiasi itu penting. Karena asosiasi itu menentukan apa yang kita pikirkan. Banyak orang percaya terus membawa kebiasaan buruk/emosi negatif (marah, jengkel, kecewa), hal itu dikarenakan dirinya sedang terus berasosiasi dengan roh – roh dunia yang menarik pikirannya untuk memikirkan masalah, fakta negatif, dan keburukan orang lain. Ingat, pergaulan/asosiasi yang buruk merusak kebiasaan yang baik!

 

Sebagai ciptaan baru harusnya kita hidup dalam sukacita yang melimpah. Caranya berasosiasi dengan Tuhan. Bercakap – cakaplah denganNya. Gunakan firman menjadi bahan obrolan kita. Maka pergaulan dengan Tuhan akan membuat kebiasaan buruk dalam diri kita hilang.

 

Dulu kita terbiasa meresponi segala sesuatu dengan emosi negatif, tapi sekarang berbeda. Segalanya kita responi dengan sukacita yang berasal dari Tuhan. Dan sukacita ilahi itu limpah. Artinya tidak habis – habis. Dari pagi sampai malam tetap penuh sukacita. Dalam segala keadaan tetap sukacita.

 

3. Saat kita menganggap hidup penuh sukacita merupakan keharusan, standart, dan keinginan hati Tuhan, dan kita mau hidup di dalamnya, maka Ia akan memberikan kehidupan itu pada kita.

 

Roh akan menolong kita “melawan arus emosi negatif dunia ini”. Bagian kita adalah membulatkan kemauan, tekad, ketekunan. Dengan demikian Roh akan membuat pekerjaan firman dalam diri kita semakin banyak. Pikiran kita akan dikuasai oleh banyak suara Tuhan/firman. Sehingga suara dunia yang penuh pencemaran tidak bisa lagi kita dengar. Dan arus emosi negatif tidak bisa menghanyutkan kita. Hidup kita akan kokoh/solid/berdiri teguh dalam sukacita ilahi!

 

4. Realita hadirat Tuhan adalah sumber sukacita kita. Kalau Tuhan nyata atas kita, maka sukacita ilahi akan melimpah.

 

Dan Tuhan menghendaki realita hadirat Tuhan menjadi KEKAL dalam hidup kita setiap hari. Bukan lagi on-off. Kadang merasa Tuhan itu nyata, terkadang tidak. Kadang percaya Tuhan nyata, terkadang tidak. Bukan seperti itu. Ia mau kita mengalami realitaNya sepanjang masa sampai pada hidup yang kekal! Sehingga kita dapat MENIKMATI HIDUP BERSAMA TUHAN. Itulah hal terindah dan paling damai di atas bumi. Inilah KENIKMATAN SEJATI, hidup dalam realitaNya sampai pada kekekalan!

 

Saya berketetapan untuk BERSUKACITA SENANTIASA dalam segala keadaan! Meresponi apapun dengan SUKACITA! ITULAH KENIKMATAN HIDUP SEJATI! SAYA MAU MENIKMATI HIDUP BERSAMA TUHAN! #AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus