Top

22 Juni 2019

Elia adalah pribadi yang hidup dalam cengkraman realita hadirat Tuhan dan firmanNya. Pada masa Israel mengalami kekeringan, di mana manusia banyak yang mati akibat kelaparan (manusia tidak bisa lagi mengandalkan hasil tanah, uang, dan kekuatannya sendiri) Elia justru mengalami pemeliharaan Tuhan secara sempurna. Ia menjadi terang di tengah kegelapan dan menjadi kehidupan di tengah kematian! Tuhan memakai Elia untuk menyelamatkan kehidupan janda Sarfat. Melalui kehidupannya, maut ditelan dalam kemenangan!

 

Ada hal yang menarik dari kisah Elia. Ia berada dalam kondisi kekeringan yang sama seperti yang manusia alami pada waktu itu. Ia juga tidak ada bahan makanan, tidak ada uang, tidak ada relasi, dan tidak ada manusia yang bisa diandalkan. Begitu pun dengan janda sarfat, ia juga tidak ada uang, relasi, dan makanan yang cukup. Perbedaan Elia dengan yang lain justru ada pada realita hadirat Tuhan dan firman yang dimilikinya, sedangkan janda tersebut tidak memiliki hal itu. Elia sungguh – sungguh membuktikan bahwa dirinya hidup hanya dari realita hadiratNya dan firmanNya! Sehingga ia mengalami keajaiban kuasa dariNya! Ia menghadapi kondisi negatif yang sama tapi tidak hancur, justru menjadi solusi atau roh yang menghidupkan.

 

Saya yakin, kehidupan kita yang dibedakan karena disertai realita Tuhan dan firmanNya akan terlihat dengan nyata atau jelas saat kondisi kegoncangan terjadi di atas muka bumi ini (Ibr 12:26) Di situlah kita bisa benar – benar berkata bahwa kita hidup hanya dari firman dan realita hadiratNya. Orang banyak baru bisa melihat bukti yang nyata bahwa ada keilahianNya yang membuat kita hidup. Bukan uang, harta, dan hal – hal lahiriah lainnya.

 

Kehidupan Elia yg disertai Tuhan tidak bisa dibantah! Sebab ia juga menghadapi kondisi tanah yang sedang kering di mana manusia pada saat itu mengalami. Ia juga tidak ada uang untuk membeli bahan makanan! Padahal bisa saja ia menyimpan stok makanan dan air terlebih dahulu di rumahnya atau di suatu tempat sebelum terjadi kekeringan! Tapi Tuhan tidak memerintahkan itu. Jadi Elia sungguh – sungguh hidup dari firmanNya, 100% tidak ada percampuran.

 

Saya yakin, suatu saat nanti pembuktian yang nyata bahwa kita hidup hanya dari firman dan realitaNya saja pasti akan terjadi. Sama seperti Yesus juga, saat ia berkata bahwa Ia hidup hanya dari firman dan kehendakNya, hal itu terbukti dengan nyata! Saat ribuan orang kelaparan, Ia tidak mengandalkan uang dan relasi. Keajaiban sungguh nyata terjadi! 5 roti dan dua ikan bermultiplikasi secara ajaib dan memberi makan ribuan orang lalu menyisakan 12 bakul!

 

Begitupun saat ada orang – orang sakit yang berdatangan pada Yesus. Ia tidak memberi obat dan menyuruh beli obat atau ke tabib untuk terapi kesembuhan. Tapi ia menyembuhkan mereka dengan kuasa Roh dan Firman!! Maut benar – benar ditelan dalam kemenangan dan kegelapan benar – benar tersingkir karena hadirnya terang! Itulah kehidupan Yesus! Masih ada banyak hal lainnya yang membuktikan bahwa Yesus disertai Bapa dan hidup hanya dari firmanNya saja. Jadi semasa Yesus di bumi, Dialah manusia yang ‘layak’ disebut hidup hanya dari perkataan dan kehendak Bapa!

 

Saya yakin, pekerjaan Roh dan Firman yang membangun kesadaran akan realitaNya tidak hanya akan berhenti dalam membuat hidup kita jadi saleh dan akurat, tapi kita juga akan mendemonstrasikan kuasa Tuhan! Di sanalah letak perbedaan yang sangat konkrit antara manusia yang hidup hanya dari firmanNya saja, percampuran, atau tidak sama sekali. Pada hari kedepan saat dunia ini bertambah jahat dan sistem yang ada menggiring pada kehancuran, pada saat itulah kita akan berfungsi sebagai roh yang menghidupkan. Di mana ada keberadaan kita, kematian akan tersingkir. Di mana ada diri kita, kegelapan akan sirna!!

 

Itulah takaran iman yang Roh Kudus berikan, dan saya akan jagai, dan tumbuhkan. Saya yakin dan percaya, kehidupan manusia yang berjalan dalam kuasa ilahi itu sungguh ada. Dan sekali lagi Tuhan akan nyatakan di muka bumi ini! #AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus