Top

22 Juni 2020

Pagi ini saya terhenyak saat menerima impresi yang Roh Kudus berikan: Dengan segala macam cara Iblis akan membuat orang-orang di dunia ini mulai ‘memberi makna yang lain’ pada dosa.

 

Jika kita mengamati berbagai tindakan atau keputusan yang merusak yang dibuat oleh manusia, Alkitab menegaskan bahwa hal tersebut selalu disebabkan karena bekerjanya kuasa dosa dalam hidup manusia – ‘dosa’ yang dimaksud bisa dipahami sebagai keterpisahan dengan Tuhan ataupun kehidupan yang tidak akurat yang dijalani oleh manusia yang bersangkutan. Jadi satu-satunya solusi hanyalah jika manusia yang bersangkutan kembali kepada Tuhan dan memutuskan berjalan dalam kebenaran!

 

Saya jelaskan lebih lanjut dengan mengutip satu ayat firman:

 

Galatia 5:19 (TSI) Sudah sangat jelas kalau kita hidup sesuai dengan keinginan badani kita yang jahat, maka kita akan jatuh dalam perbuatan-perbuatan dosa ini: PERCABULAN, HUBUNGAN SEKS YANG TIDAK WAJAR, MENGIKUTI HAWA NAFSU,

 

Dalam satu ayat di atas, ada dituliskan tiga perbuatan dosa: Percabulan, hubungan seks yang tidak wajar dan mengikuti hawa nafsu – yang ditegaskan oleh Alkitab bersumber dari dosa dalam hidup manusia. Yang artinya hanya bisa diberesi jika manusia yang bersangkutan mengambil keputusan untuk bertobat dan kembali kepada Tuhan – memperbaiki keterhubungan dan kebergantungan yang ia miliki dengan Tuhan dan terus menyelaraskan kehidupan sehari-harinya dengan firman!

 

Yang membuat saya terhenyak adalah ketika Roh Kudus membuka pengertian saya tentang bagaimana Iblis mengkondisikan seluruh dunia untuk mempercayai – dengan cara memakai orang-orang yang memiliki gelar di suatu bidang atau profesi tertentu untuk ‘memberi makna yang lain’ terhadap semua perbuatan dosa yang dilakukan oleh manusia. Tujuannya tentu saja supaya manusia merasa tidak perlu datang kepada Tuhan dan memperbaiki keterhubungan atau kebergantungan yang seharusnya ia miliki dengan keberadaan Bapa di sorga!

 

~ Alih-alih menyebut tindakan percabulan yang dilakukan seseorang sebagai suatu dosa, ada banyak para ahli yang menyebut hal tersebut sebagai suatu dorongan seksual yang dialami oleh seseorang yang bersumber dari adanya gejolak hormon seksual di dalam diri mereka. Jadi jika hal tersebut hanya disebabkan oleh gejolak hormon seksual belaka, maka yang dibutuhkan oleh orang yang bersangkutan hanyalah semacam sesi konseling atau beberapa pil yang berfungsi menstabilkan gejolak hormon seksualnya belaka – bukan mengakui adanya kekuatan dosa yang bekerja dalam hidupnya dan lalu bertobat untuk kembali memperbaiki hubungannya dengan Tuhan.

 

~ Sementara dalam kasus orang melakukan hubungan seks yang tidak wajar – biasanya cenderung berkaitan dengan hubungan seksual dengan sejenis atau bahkan dengan binatang, para ahli tidak akan pernah menyebut hal tersebut sebagai suatu dosa, tapi menyebutnya sebagai suatu kelainan atau perbedaan orientasi seksual. Meski terkesan hanya sekedar suatu ‘penyebutan yang berbeda’, tapi sesungguhnya hal tersebut bakal menanamkan dalam pikiran dan diri banyak orang tentag ‘jalan keluar’ dan ‘solusi’ yang berbeda! Seharusnya, solusi dari orang-orang yang terikat dalam praktek hubungan seks yang tidak wajar adalah bertobat dari perbuatannya dan kembali kepada Tuhan untuk menerima pengampunan dari pada-Nya dan membangun kembali keterhubungan dengan Diri-Nya!

 

Tapi dengan dilakukannya ‘penyebutan yang berbeda’, orang jadi terkondisikan untuk sekedar mengikuti serangkaian treatment atau sesi konseling yang dilakukan oleh seorang psikiater. Tanpa seseorang mengakui dosa-dosanya dan kembali kepada Tuhan, memohon pengampunan dari pada-Nya (untuk bisa berdamai dengan Tuhan) dan dari pengampunan serta kasih yang Ia alirkan ke dalam batin kita, akan ada perdamaian dengan keberadaan kita sendiri yang akan mulai kita alami. Dari situlah perubahan yang sesungguhnya dialami oleh orang yang bersangkutan.

 

Sebutlah perbuatan dosa sebagai dosa – bersumber dari kuasa dosa yang masih terus bekerja di dalam hidup kita. Satu-satunya solusi untuk menanggulangi kuasa dosa adalah menerima kuasa korban Kristus di kayu salib dan kembali memperbaiki keterhubungan dan kebergantungan kita kepada Bapa! #AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus