Top

22 November 2018

Ketika seseorang terus ‘menggosokkan’ firman dalam hidupnya, bagaimanapun pasti akan terjadi perubahan yang mendasar dalam kehidupannya. Demikian juga dengan Yakub. Melalui ‘pergulatan’ dengan firman, kehidupan Yakub alami perubahan secara drastis dan dramatis. Dia diberi nama baru menjadi Israel – sebagai suatu simbol datangnya nature yang berbeda dalam hidupnya (Kej 32:25-28) Perubahan yang terjadi atas Yakub tidak hanya sekedar ‘simbolik’ tapi di nyatakan dalam kehidupan sehari-harinya…

1. Yakub/ Israel tidak lagi menjadi pribadi yang egois (Kej 33:1-3)

Jika kita perhatikan catatan di Kej 32, kita akan mendapati bagaimana Yakub menyeberangkan seluruh harta miliknya bersama dengan seluruh keluarganya, sementara dirinya sendiri tetap bertahan di seberang sungai Yabok (Kej 32:13-23) Tujuannya tidak lain adalah demi untuk berjaga-jaga agar jika Esau melakukan tindakan jahat, maka dia masih bisa melarikan diri! Tapi sejak perjumpaan & pergulatan dengan malaikat Tuhan, Yakub alami perubahan secara drastis & dramatis! Sekarang justru dia sendiri yang berjalan di posisi paling depan dan memimpin seluruh rombongan! Tidak ada lagi rasa terintimidasi, ketakutan dan sebagainya dalam menjumpai Esau! Yakub ‘sudah alami kematian’; kehidupan yang ada sekarang adalah kehidupan yang baru, kehidupan dari Israel!
Hal yang sama juga akan terjadi bagi setiap kita! Jika kita dengan tekun terus memperkatakan firman, mengimajinasikannya, menjadikannya sebagai bahan doa kita hingga batin kita jadi bergelora/ meluap-luap, akan terjadi suatu perubahan yang mendasar dalam kehidupan kita! Aspek kedagingan/ kemanusiawian yang paling mendasar: ke-Aku-an, keegoisan, akan dirontokkan oleh bekerjanya kuasa firman dalam kehidupan kita! Jadi jika selama ini ada banyak orang yang mengikuti berbagai seminar/ acara kerohanian dan hidupnya tetap egois/ memanifestasikan keAkuan, hal tersebut pasti disebabkan karena orang yang bersangkutan hanya sekedar jadi pendengar yang pasif belaka. Jika seseorang secara aktif & konsisten terus merenungkan firmanNya, kehidupannya sehari-hari pastilah alami perubahan secara nyata! Tidak ada lagi keAkuan/ keegoisan dalam hidupnya. Kehidupan sehari-hari otomatis akan jadi lebih baik karena sumber segala keonaran dalam hidup ini adalah keegoisan/ keAkuan (Yak 3:16)

2. Yakub/ Israel menjadi pribadi yang berani menghadapi apa yang memang harus dihadapinya.

Kita tidak akan pernah bisa terus melarikan diri dari pertanggung jawaban atas apa yang sudah kita lakukan. Selama ini Yakub terus merasa bersalah & terintimidasi akibat tindakannya menipu Esau dalam usahanya mendapatkan hak kesulungan. Ketika dia mendengar bahwa Esau sedang mendatanginya dengan membawa 400 orang bersamanya, seketika perasaan Yakub jadi tertekan! (Kej 32: 7-8) Berbagai bayangan yang menakutkan tentang apa yang bisa Esau lakukan sebagai pembalasan atas perbuatannya dimasa lalu mendera & mengintimidasi dirinya! Tapi semua itu lenyap begitu saja setelah perjumpaan & pergulatan dengan malaikat Tuhan!
Saya meyakini bahwa ketika seseorang terus merenungkan firman, ia akan alami terjadinya terobosan besar dalam emosi/ jiwanya. Akan ada suatu kemampuan yang Tuhan berikan untuk ia menghadapi konsekwensi atas apapun yang sudah ia lakukan; jika ia melakukan apa yang salah, Tuhan memberinya kemampuan untuk menghadapi konsekwensi dari kesalahannya. Jika ia sudah melakukan apa yang benar tapi sebagai akibatnya ia harus menghadapi berbagai ‘aniaya’ & penolakan dari lingkungannya yang fasik, Tuhan juga akan memberinya kemampuan. Pendek kata, bekerjanya kuasa firman akan mengkondisikan seseorang jadi berani menghadapi apapun yang memang harus ia hadapi, meresponi apapun yang terjadi dalam hidupnya secara akurat dan terus melakukan apa yang benar. Perubahan yang kita alami dalam hidup ini memang harus mendorong kita hingga mulai melakukan apa yang benar. Pertobatan yang sejati harus diimbangi dengan tindakan untuk melakukan apa yang benar. Dunia ini membutuhkan orang-orang percaya yang alami perubahan hidup dari bekerjanya kuasa firman & Roh secara sedemikian rupa hingga orang yang bersangkutan terus melakukan apa yang benar. Kebenaran yang dibawa seseorang memiliki kuasa untuk mengubahkan lingkungannya. Inilah yang kita butuhkan untuk mengubahkan bangsa ini.
Mazmur 85:9 (TB) Sesungguhnya keselamatan dari pada-Nya dekat pada orang-orang yang takut akan Dia, sehingga kemuliaan diam di negeri kita. #AkuCintaTuhan
Ps. Steven Agustinus