Top

22 Oktober 2018

Setiapkali kita hendak membangun kehidupan Iman, otomatis kita juga harus membangun Logika Ilahi. Bagaimanapun juga musuh utama dari Iman adalah Logika manusiawi & fakta lahiriah – yang harus kita ganti dengan membangun Logika Ilahi dalam hidup & pikiran kita…

1. Semakin kuat Logika Ilahi terbangun dalam hidup seseorang, semakin kuat pula kehidupan Imannya…

Ingat sekali lagi, bahwa Iman adalah merupakan hasil pemberian Tuhan (suatu anugerah) karena Ia meresponi orang yang bersungguh hati dalam merenungkan firman (mengganti Logika manusiawi dengan Logika Ilahi yang bersumber dari berbagai fakta rohani yang diambil dari firmanNya)
Iman diambil dari kata Yunani: Pistis, yang dapat diartikan sebagai: ‘Jadi terpengaruh, berhasil di yakinkan, menjadi percaya’… Jadi dengan kata lain, IMAN BAGI ORANG PERCAYA ADALAH MERUPAKAN ‘SUATU PROSES’ dimana melalui Roh Kudus, Tuhan terus berusaha untuk meyakinkan umatNya/ mempengaruhi pemikiran, emosi & kehidupan umatNya untuk lebih memilih berpegang pada apa yang Ia katakan (firmankan) dan bukan pada fakta lahiriah apapun yang sedang mereka hadapi.
Karena itu dibutuhkan ‘bahan dasar’ dari hati/ kehidupan orang yang bersangkutan. Untuk ikut mengkondisikan dimilikinya ‘bahan dasar’ yang membuat seseorang jadi mudah ‘dipengaruhi & di yakinkan’ oleh firman Tuhan, orang yang bersangkutan perlu membangun suatu dasar berpikir yang akurat – Membangun Logika Ilahi yang bersumber dari fakta-fakta rohani yang berasal dari firmanNya.
Setiap Logika Ilahi adalah merupakan bahan baku rohani yang dibutuhkan oleh Roh Kudus untuk dapat Dia pakai sebagai bahan membangun kehidupan Iman dalam hidup seseorang. Disaat kita menghadapi suatu situasi yang membutuhkan bekerjanya kuasa Iman, Roh Kudus akan bekerja untuk menghidupkan salah satu atau beberapa Logika Ilahi yang sudah terbangun dalam hidup kita untuk bekerja, bermanifestasi sebagai kuasa Iman. Tuhan memposisikan diri kita untuk bangkit dalam kuasa Iman dan menaklukkan fakta lahiriah yang ada!

2. Ketekunan adalah unsur kunci yang membedakan antara orang percaya satu dengan orang percaya lainnya.

Semakin kita belajar bertekun untuk terus membangun Logika Ilahi, semakin komplet persiapan kita untuk berpartner dengan Roh Kudus dalam menjalani hidup sehari-hari dan menyatakan kemuliaan Kerajaan melalui kehidupan kita…
Semakin saya merenungkan pemahaman tentang ‘ketekunan/ bertekun’ saya semakin disadarkan bahwa setelah kita berkomitmen untuk hidup hanya bagi Tuhan, cara paling ideal untuk tetap setia pada komitmen tersebut adalah dengan cara terus bertekun mengejar realita Tuhan, membangun logika Ilahi dalam kehidupan sehari-hari kita. Inilah wujud konkret kita dalam mempraktekkan ‘sangkal diri & pikul salib’ untuk mengikut Tuhan dalam kehidupan sehari-hati (Mat 16:24-25)
Ketekunan yang kita bangun dalam hidup kita, akan mengkondisikan diri kita selalu menikmati terobosan & ganjaran yang dari Tuhan (Ibr 11:6) Tindakan kita untuk bertekun pada suatu aspek akan memastikan terjadinya kemajuan/ peningkatan pada aspek tersebut (1 Tim 4:13-15)
Jadi tidak ada alternatif lain, setiap orang percaya yang memang rindu untuk membangun kehidupan Iman harus melatih dirinya untuk tidak terus hidup dalam kepasifan rohani; sebaliknya dengan agresif, penuh passion (karena memang mencintai kebenaran) terus meluangkan waktu (ditengah kesibukan kerja yang sepadat apapun) lalu menggali berbagai fakta rohani yang tersimpan didalam firmanNya dan lalu membangunnya menjadi Logika Ilahi didalam hidupnya. Semakin banyak Logika Ilahi yang sudah tertanam, semakin mudah untuk Roh Kudus menghidupkan Logika Ilahi yang ada untuk bangkit dan bermanifestasi menjadi kuasa Iman. Bersiaplah…. Roh sedang membangkitkan umat pilihanNya menjadi para penakluk dunia ini….! #AkuCintaTuhan
Ps. Steven Agustinus