Top

23 Agustus 2018

Saya semakin disadarkan bahwa hati dan pikiran yang dipenuhi KASIH ILAHI, sangatlah kita butuhkan dalam hidup kita sehari-hari. Tanpa kita memiliki kasih ilahi yang terus bekerja dalam hidup kita, akan ada berbagai jenis kasih dunia ini yang akan terus berdatangan dan siap mengisi kekosongan hidup kita.

Ketika kita merasa kosong, tawar hati dan merasa jauh dari Kasih akan Bapa, di saat itulah berbagai keinginan daging (Gal 5:19-21),keinginan mata dan keangkuhan hidup yang ditawarkan oleh dunia ini akan mulai berdatangan untuk mendistract, mengalihkan fokus kita kepada Bapa. Entah kenapa kita jadi merasa lebih ingin memuaskan keinginan-keinginan dunia ini daripada mengasihi Bapa. Merasa apa yang kita inginkan menjadi lebih utama, karir dan pekerjaan terasa lebih penting, berbagai kesibukan, kekuatiran dan kegelisahan, tekanan dan intimidasi seperti terus “berbicara” mengganggu hati dan pikiran kita, di saat-saat seperti itulah sesungguhnya tanpa sadar, musuh mulai menyelusup masuk untuk mulai membelenggu dan menyeret kita keluar dari kasih Bapa.

1 Yohanes 2 : 15-17
(15) Janganlah kamu MENGASIHI DUNIA dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa TIDAK ADA di dalam orang itu.
(16) Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu KEINGINAN DAGING dan KEINGINAN MATA mata serta KEANGKUHAN HIDUP, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.
(17) Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi ORANG yang MELAKUKAN KEHENDAK ALLAH TETAP HIDUP SELAMA-LAMANYA.

Dunia sedang lenyap dengan segala keinginannya, artinya pekerjaan roh-roh dunia ini sedang berupaya menarik kita keluar dari hadirat Tuhan, supaya kita terus alami degradasi dalam kehidupan. Karena itu adalah nature dari roh dunia ini, selalu membawa kita alami penurunan demi penurunan dan ujung-ujungnya maut (kematian).

Kondisi ini harus KITA LAWAN dengan memiliki KASIH ILAHI, lewat membangun persekutuan dengan-Nya, kasih akan Bapa dapat terus ditumbuhkan dan semakin berkobar-kobar dalam batin kita. Di saat itulah keadaan berbalik, ada aliran KEHIDUPAN ILAHI yang kita terima lewat persekutuan kita dengan-Nya. Mengusir keluar segala kekotoran dan tawar hati yang ada dan kita dapat merasakan kembali penyertaanNya yang nyata dalam hidup kita.

1. Dengan memiliki kasih Ilahi, kita sedang bergerak melawan arus dunia ini.

Sistim dunia ini sedang terus bekerja mencetak setiap orang agar semakin mencintai diri sendiri, menjadi hamba uang dan mengasihi dunia ini. Kondisi ada di mana-mana dan berusaha menggerogoti kehidupan orang termasuk orang percaya (2 Tim 3:1-5). Pekerjaan musuh sedang terus berupaya melunturkan kesadaran akan Allah yang berdaulat dalam diri orang-orang, seakan-akan dunia ini ada dalam kontrol dan kendali dari si jahat. Iblis berusaha menanamkan suatu kesadaran: kalau saya tidak ikut arus dunia ini, saya pasti gagal dan tidak bisa berbuat apa-apa.

Namun saya percaya dengan adanya Kasih Ilahi, kita dapat merasakan kembali adanya gelora PENYERTAAN TUHAN yang sungguh nyata dalam hidup kita. Sesungguhnya Dia adalah ALLAH YANG BERDAULAT, yang mengatur, mengontrol dan mengendalikan dunia ini. Kasih ilahi akan menumbuhkan KESADARAN yang kuat, bahwa Dia adalah Bapa yang kekal, Bapa yang baik, yang sungguh peduli dan terus mengawasi hidup kita. Bahkan kalo kondisi kita seperti di ujung tanduk pun, tetap ada tangan-Nya yang perkasa yang memegang telur itu supaya tetap aman dan tidak pecah.

Mazmur 91:1-2
(1) Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa
(2) akan berkata kepada TUHAN: “Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai.”
Mazmur 91:7-8
(7) Walau seribu orang rebah di sisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu.
(8) Engkau hanya menontonnya dengan matamu sendiri dan melihat pembalasan terhadap orang-orang fasik.

Message ini masih akan berlanjut besok… #AkuCintaTuhan

Ps. Steven Agustinus