Top

23 Februari 2021

Luapan emosi negatif selalu bersifat mencemari dan merusak bagi orang yang meluapkannya maupun terhadap orang-orang yang berinteraksi dengan orang yang sedang meluapkan emosi negatif tersebut.

 

1. Luapan emosi negatif tidak pernah terjadi secara tiba-tiba, selalu didahului oleh berbagai gangguan di pikiran dan emosi yang didalangi oleh roh-roh dunia yang berniat menyumbat aliran kehidupan Roh dalam diri kita.

 

Saat kita ‘membiarkan’ bahkan meresponi pekerjaan roh dunia tersebut sehingga kondisi emosi kita mulai ‘bergerak’ ke arah yang negatif, maka akan menyebabkan aliran Roh dalam batin kita jadi tersumbat. Roh-roh dunia berhasil mengambil alih ‘kursi emosi ataupun pengambilan keputusan’ kita, lalu memanfaatkannya sebagai sarana untuk memanifestasikan diri di kehidupan sehari-hari kita.

 

Biasanya semua ucapan atau tindakan yang kita lakukan saat emosi kita sedang negatif justru akan sangat kita hindari jika saja kita terus hidup tanpa dipengaruhi oleh pekerjaan roh dunia dalam hidup kita.

 

Tapi saat ‘kursi emosi atau pengambilan keputusan’ sudah ada dalam kendali roh Jahat, maka mereka akan coba untuk melakukan segala hal melalui hidup kita guna merusak atau minimal mencemari kehidupan orang lain. Setelah kita selesai ‘dipakai’ merusak kehidupan banyak orang, biasanya untuk sesaat roh dunia akan ‘meninggalkan’ kita dalam keadaan tertuduh, merasa bersalah, tidak layak, merasa diri bodoh ataupun kalah dan sebagainya. Dengan tujuan untuk memanggil roh-roh dunia yang lain agar menekan, menindas dan mengintimidasi batin kita sehingga manusia roh kita tidak memiliki keleluasaan dalam mengekspresikan dirinya – aliran Roh dalam hidup kita jadi ‘tersumbat’.

 

2. Gol utama dari roh-roh dunia adalah memang ‘menyumbat’ aliran air hidup dalam diri kita.

 

Seberapa banyak orang percaya yang terus memiliki aliran kehidupan Roh yang dapat terekspresi secara bebas merupakan orang-orang yang membahayakan bagi kerajaan kegelapan. Alkitab menubuatkan tentang aliran air hidup yang akan memancar dari dalam kehidupan orang percaya yang akan menghasilkan perubahan dan membuat jiwa-jiwa berdatangan – siap untuk dituai. Hal ini mengkondisikan orang percaya selalu menikmati puncak potensi mereka di dalam Kristus (Yeh 47:1-10).

 

Dengan kita bisa terus menjagai aliran air hidup dalam batin kita, maka yang harus kita lakukan hanyalah memperkatakan setiap perkataan firman yang sudah Roh taruh dalam batin kita dan perubahan pun pasti terjadi! Tapi dengan aliran air hidup dalam batin orang percaya berhasil ‘disumbat’ oleh berbagai pemikiran dan emosi negatif, maka hidupnya telah berhasil dibuat oleh roh dunia jadi ‘tidak berdaya’, meski dalam hidupnya memiliki pribadi Roh Kudus.

 

Teruslah belajar bertanggungjawab pada kesehatan dan kekuatan manusia rohmu sendiri. Belajarlah mengekspresikan dinamika aliran air hidup dalam batin kita melalui doa dan penyembahan. Singkirkan seluruh ‘sumbatan’ rohani yang ada melalui tari-tarian, deklarasi ataupun doa bahasa roh yang meluap-luap.

 

Pastikan aliran air hidup dalam batin kita terus terjagai secara sempurna karena dari situlah terpancar, terbentuk dan terbangun seluruh kehidupan kita (Amsal 4:23) #AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus

 

      230221_Renungan_Ps_Steven_Agustinus