Top

23 Januari 2020

Roma 8:26-27 (TB) Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus.

 

1 Korintus 2:9-10 (TB) Tetapi seperti ada tertulis: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.” Karena kepada kita Allah telah menyatakannya oleh Roh, sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah.

 

Kesadaran mental terhadap pribadi Roh Kudus haruslah terus kita bangun dan pertahankan, sehingga kita bukan menjadi pribadi yang pantang menyerah sekalipun dalam kondisi yang lemah (misalkan menghadapi tantangan dan masalah). Dalam kondisi seperti itu kita juga bisa ‘berbincang – bincang’ dengan Roh Kudus. Kita bisa menanyakan sikap hati, konsep pikir dan gaya hidup seperti apa yang seharusnya kita jalani sebagai solusi atau jalan keluar yang membuat kita menjadi pemenang!

 

Berkata – katalah dalam Roh seperti sedang berkata – kata dengan pribadi yang ada di hadapan kita. Boleh sambil mengajukan pertanyaan – pertanyaan yang seringkali masih membuat kita bingung berkaitan dengan situasi dan kondisi yang kita hadapi. Saya mendapati, Roh tidak berkeberatan dengan berbagai pertanyaan kita. Sebab Ia bukan pribadi yang ‘sibuk’ dan ‘tidak punya waktu dengan kita’ , melainkan Ia pribadi yang bersama dengan kita dan bekerja menyelidiki hati Bapa dan membawa firman yang kita butuhkan ke dalam manusia roh kita.

 

Dalam lingkupan hadirat-Nya kita akan mendengar dan memahami sikap hati, konsep pikir dan gaya hidup seperti apa yang seharusnya kita jalani. Ada progresivitas pewahyuan (kebenaran) lewat pekerjaan firman dan Roh yang membuat kita terkoneksi. Itulah yang membuat terjadinya luapan penyembahan dan pengagungan yang kuat mengalir dari dalam batin kita (sebab ada pencerahan dan pemahaman yang dibukakan tentang Allah atau kebenaran yang membuat kita kagum dan memuji Dia – Markus 12:36, Yohanes 4:23-24).

 

Kita diangkat oleh Roh untuk memasuki ruang takhta Allah, hanya di sanalah kita bisa diubahkan serupa dengan Kristus. Waktu kita berubah (dasar keyakinan, sikap hati, konsep pikir diselaraskan oleh firman-Nya) maka situasi dan kondisi (masalah dan tantangan) dapat alami perubahan, dan membuat kita menjadi pribadi yang lebih dari pemenang (bukan dengan kekuatan kita yang mengubahkan, melainkan oleh karena manifestasi Kristus dari dalam hidup kita yang menggerakkan kita melakukan sesuatu seperti yang Ia lakukan).

 

Kesetiaan kita untuk mengalami perjumpaan dengan Bapa akan menjadi reputasi kita di alam roh (Kisah Para Rasul 19:15). Inilah yang membuat kita memanifestasikan Kristus dalam hidup sehari – hari untuk menghancurkan setiap pekerjaan musuh. Sebab kita tidak lagi menjalani hidup berdasarkan diri kita sendiri, melainkan oleh Roh Kudus yang memberikan firman-Nya dan membuat kita memanifestasikan Kristus (Galatia 2:20).

 

Kita hidup sepenuhnya hanya bagi Tuhan. Ini merupakan bentuk cinta kita terhadap Tuhan, kita menolak segala bentuk cinta diri sendiri, cinta uang, dan cinta dunia. Sehingga frekuensi rohani kita hanya tertuju kepada Dia (mendengar, paham, dan melakukan firman-Nya). Tidak ada gangguan atau pencemaran – suara Tuhan jelas dan jernih terdengar.

 

1 Korintus 2:12 (TB) Kita tidak menerima roh dunia, tetapi roh yang berasal dari Allah, supaya kita tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada kita.

 

Roma 8:28-30 (TB) Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.

 

Saya percaya, interaksi kita dengan Roh Kudus (kesadaran mental terhadap Roh Kudus dan aktif berkomunikasi dengan-Nya) akan membuat kita menjalani hidup penuh keyakinan terhadap Tuhan yang hanya merancangkan hal-hal terbaik atas kita dan membuat kita semakin serupa dengan Kristus dalam hidup sehari – hari; menaklukkan pekerjaan si jahat dan menghadirkan realita Kerajaan Surga di atas muka bumi ini. Melalui hidup kita yang berjalan seturut dengan jati diri kita di dalam Dia, maka pemulihan segala sesuatu akan terjadi di sekitar kita. #AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus