Top

23 Juli 2018

Ada banyak ayat Alkitab yang menegaskan bahwa memang walau Kita sudah alami kelahiran baru – dan seharusnya terus hidup sebagai Ciptaan Baru – tapi pada kenyataannya justru malah menjalani hidup sehari-hari dengan memanifestasikan kehidupan dari manusia lama.

~ Rom 6:1-14
~ Rom 7:17-25
~ Rom 12:1-3
~ Ef 4:17-32
~ Kol 3:5-10
~ 1 Kor 3:1-4
~ 2 Tim 3:1-5
~ Yak 4:1-4
~ 1Pet 1:14-16; 2:1-2

Dan manusia lama tersebut bermanifestasi disebabkan karena setelah alami kelahiran baru, ada banyak orang percaya yang tidak bertekun dalam pengajaran rasul-rasul (Kis 2:42)

Ingat selalu bahwa setelah menjadi Ciptaan Baru, setiap orang percaya wajib untuk segera merombak nature dari pikirannya dengan menggunakan firman.

Caranya? Dengan menerima firman yang di sampaikan oleh seorang bapa rohani, mengimajinasikannya/ menghubung-hubungkan firman tersebut dengan kehidupannya sehari-hari dan melakukan deklarasi firman hingga batinnya meluap-luap!

Jadi ada dua permasalahan utama yang harus dibereskan agar setiap orang percaya dapat betul-betul hidup sebagai Ciptaan Baru:

1. Aspek ketekunan dalam merombak ulang nature dari pikiran kita.

Pikiran yang belum dibaharui (yang masih membawa pola dunia ini) adalah merupakan ‘pintu masuk’ untuk roh-roh dunia dapat terus berbicara dan mempengaruhi pengambilan keputusan yang kita miliki dalam hidup sehari-hari. Roh dunia tersebut akan terus mengkondisikan untuk kepentingan diri sendiri, keinginan diri – pendek kata ke-Aku-an – jadi prioritas utama dalam hidup kita.

Itu sebabnya Paulus menegaskan bahwa pikiran kita ini harus di setting ulang dengan pemahaman bahwa sesungguhnya diri kita yang lama itu sudah mati bersama Kristus dan diri kita yang sekarang hidup, adalah kehidupan Kristus yang harus dipakai untuk hidup hanya bagi keinginan & kepentingan Bapa saja! (Rom 6:11)

a. Setiap firman yang kita terima harus kita jadikan sebagai MAKANAN ROHANI.

Sesungguhnya saat kita menumbuhkan minat terhadap firman yang kita terima dan dengan teliti berusaha terus menghubung-hubungkan firman tersebut dengan kehidupan sehari-hari, kita itu sedang memberi makanan bagi manusia rohani kita. Kita sedang membuat pikiran kita jadi berfungsi seperti busa yang menyerap prinsip firman yang di taburkan tersebut (1 Kor 3:2)

b. Setiap firman yang kita terima harus kita jadikan sebagai SENJATA ROHANI.

Roh-roh dunia akan terus berbicara dalam pikiran kita yang belum dibaharui dan mencoba mempengaruhi pengambilan keputusan kita sehingga kembali ‘menghidupkan’ manusia lama kita. Itu sebabnya, jika kita mulai mendapati adanya ‘dorongan/ alasan’ yang muncul dalam pikiran kita yang ‘berbicara’ dan mendorong kita untuk mengkompromikan kebenaran yang sudah Tuhan nyatakan dalam firman tertulis, segeralah melawannya dengan firman juga. Pergunakan firman sebagai pedang roh untuk melawan bujukan untuk mengkompromikan firman.

c. Setiap firman yang kita terima harus dipakai sebagai PATOKAN ROHANI.

Tuhan menghendaki untuk kita membangun hidup kita sebagai baitNya. Dan untuk itu ada pola/ patokan yang harus kita ikuti secara detail!

Di sinilah kembali peranan seorang bapa rohani jadi memegang peranan sangat penting: Menjadi contoh/ pola hidup didalam firman bagi jemaat yang ia ayomi (1 Kor 4:15-17, Ibr 13:7-8) #AkuCintaTuhan

Message ini masih akan berlanjut besok….

Ps. Steven Agustinus