Top

23 Juli 2019

Filipi 4:4 (TB) Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!

 

Ayat di atas terus berbicara kuat dalam batin saya dan membuat roh saya bergelora! Itu adalah jati diri saya di dalam Tuhan. Sehingga apa pun kondisi, keadaan, situasi, dan berbagai peristiwa, dan juga perjumpaan dengan orang lain akan saya responi dengan sukacita.

 

Firman Tuhan tegas berkata: Bersukacitalah senantiasa! Artinya setiap saat dan waktu, hati kita bergelora dengan sukacita dan wajah kita memancarkan sukacita.

 

Dunia ini sudah terlalu lama mencetak “kebiasaan buruk” untuk meresponi segala yang sedang kita hadapi dengan ‘ketegangan, amarah, sedih, kesal, kecewa, dan berbagai gejolak emosi negatif lainnya’. Sampai raut muka kita pun dicetak oleh dukacita! Dan kita telah menganggap itu semua sebagai hal yang wajar! Padahal itu tidaklah benar! Sebab dalam Kerajaan Surga hanya ada damai sejahtera dan sukacita.

 

Selama ini “keagamawiaan” juga membentuk kita mengenal Tuhan yang suka marah, tegang, suka menghukum, dan “kagetan/ panik” saat menghadapi keberadaan kita. Ternyata itu pembodohan! Sebab saya mendapati, ketika kita terus berinteraksi dengan pekerjaan Roh dan Firman, maka atmosphere surga yang penuh damai/sukacita itu akan menjadi porsi kita. Dan keheningan ruang takhta mengelilingi kita (maksudnya adalah, kita hanya mendengar suara Tuhan saja yang membuat kita tenang)

 

Saya yakin, dalam Kristus tidak ada emosi negatif. Habitat kita adalah realita hadiratNya yang penuh sukacita! Saya percaya, kita sedang menunjukkan kehidupan ilahi sejati pada dunia ini! Sehingga akan ada banyak masalah dapat teratasi dengan sukacita. Ada banyak penyakit yang hilang karena sukacita. Ada banyak perselisihan menjadi damai karena ada sukacita. Sukacita akan memulihkan banyak hal di atas muka bumi ini!!

 

Saya merasa, Roh kudus sedang membongkar pola lama/ pola dunia dalam diri kita. Ini waktunya kita utuh dalam keilahianNya!¬†Dunia ini sedang terus mengalirkan “sungai kesedihan dan berbagai aliran dukacita”. Banyak manusia yang minum dari air itu sehingga alami kematian. Ini saatnya kita mengalirkan hal yang berbeda, yaitu aliran sungai sukacita Allah dari dalam batin kita. Sehingga mereka yang berinteraksi dengan kita beroleh kehidupan!

 

Jika kita ingin berdampak, pastikan saja kita bersukacita setiap hari. Gak usah berpikir yang muluk – muluk untuk berdampak dalam mengejar posisi, jabatan, dan melakukan hal – hal besar lainnya. Cobalah kita menjalani hari dan meresponi segala sesuatu dengan sukacita. Maka hidup kita pasti memberikan kekuatan, kesegaran, dan damai bagi orang lain. Itulah dampak yang juga sangat berarti!

 

Saya ambil keputusan untuk bersukacita senantiasa!! Meresponi segalanya dengan sukacita. Tidak ada lagi kondisi yang “menegangkan”, kesedihan, dan kemarahan dalam hidup saya. Sukacita Allah adalah bagian saya! #AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus