Top

23 Juni 2020

Melalui perenungan tentang pentingnya seseorang untuk menyadari bahwa perbuatan dosa yang ia lakukan (yang secara spesifik ditulis oleh Paulus dalam kitab Galatia 5:19-21) adalah manifestasi dari kuasa dosa yang masih bekerja dalam hidupnya, maka barulah orang tersebut akan menghargai kuasa anugerah dan keselamatan yang datang melalui korban Kristus di kayu salib.

 

1. Menjelaskan kuasa anugerah tanpa juga menjelaskan kuasa dosa dan akibat yang ditimbulkan oleh dosa dalam hidup manusia hanya akan membuat orang jadi meremehkan kuasa dosa yang bisa membinasakan dirinya.

 

Saya meyakini, tanpa kita juga menjelaskan efek dari bekerjanya kuasa dosa dalam hidup seseorang, maka kita akan cenderung menganggap remeh kuasa anugerah yang Bapa sediakan melalui korban Kristus di kayu salib. Orang jadi cenderung meremehkan kuasa dosa dan efek atau akibat yang ditimbulkan akibat bermain-main dengan dosa. Karena mereka berpikir, toh sudah ada kuasa anugerah yang dengan mudah dapat ‘menghapus’ kuasa dosa dalam hidup seseorang.

 

Galatia 6:7-8 (TB) Jangan sesat! ALLAH TIDAK MEMBIARKAN DIRI-NYA DIPERMAINKAN. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya. Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu.

 

Akibat ada banyak para ahli atau aktivitas gerakan tertentu yang tidak lagi bersedia menyebut terjadinya ‘penyimpangan’ atau ‘ketidakakuratan’, ‘ketidakberesan’ dalam hidup manusia sebagai berasal dari bekerjanya kuasa dosa dalam hidup mereka, maka kebanyakan manusia juga jadi tidak merasa adanya kebutuhan untuk harus kembali kepada Tuhan dan memperbaiki hubungan dengan-Nya. Padahal itulah satu-satunya solusi paling jitu untuk maraknya berbagai penyimpangan seksual, keserakahan, konflik batin, kepahitan hidup, stres, trauma, bahkan munculnya problematika obesitas bagi beberapa orang.

 

Alkitab menyebut itu semua sebagai permasalahan rohani yang bersumber dari masih bekerjanya kuasa dosa dalam hidup seseorang, tapi kuasa dosa tersebut bermanifestasi dalam kehidupan sehari-hari dan bukannya muncul di aspek kerohanian seseorang!

 

Sudah saatnya untuk kita kembali menyebut manifestasi dari berbagai perbuatan daging ataupun ketidakakuratan hidup yang ada sebagai manifestasi dari bekerjanya kuasa dosa dalam hidup seseorang! Dan satu-satunya solusi untuk permasalahan ini adalah pertobatan dan kembali memperbaiki hubungan dengan Tuhan (make peace and have a right standing before God).

 

2. Bapa di sorga tidak akan pernah menyuruh Anak-Nya yang tunggal untuk mati bagi penebusan dosa manusia jika kuasa dosa tidak memiliki daya rusak dan daya hancur yang sangat mematikan.

 

Hingga saat ini, hanya tinggal segelintir hamba-hamba Tuhan yang masih berkhotbah ataupun mengajar tentang dahsyatnya kehancuran yang ditimbulkan oleh kuasa dosa dalam hidup manusia. Kebanyakan sudah ‘meninggalkan’ khotbah seperti itu dan menggantinya dengan beragam jenis khotbah atau pengajaran tentang kemakmuran, kesuksesan dan kekayaan (yang hanya berhenti pada jenis level kekayaan yang ‘paling rendah’: uang dan kekayaan duniawi).

 

Sesungguhnya, manusia membutuhkan dimensi firman dan Roh yang akan membawa mereka jadi makin serupa dengan Kristus dalam kehidupan sehari-hari ini – yang saking cintanya pada kebenaran akan membuat orang-orang percaya yang bersangkutan jadi rela mengorbankan apa saja dan meninggalkan apa saja demi untuk bisa terhubung dan memiliki kemuliaan kerajaan Sorga!

 

Tanpa seseorang betul-betul kembali kepada Tuhan dan membangun keterhubungan yang sejati dengan keberadaan-Nya, manusia yang bersangkutan akan terus hidup dalam bayang-bayang kuasa dosa. Sewaktu-waktu ia dengan mudah akan tergelincir dan kembali jatuh dalam cengkeraman kuasa dosa. Itu sebabnya Bapa di sorga mengutus Anak-Nya yang tunggal untuk mati bagi penebusan dosa sehingga setiap orang yang percaya kepada-Nya, akan disatukan dengan kematian-Nya oleh Bapa. Dan kehidupan yang sekarang dihidupi betul-betul merupakan kehidupan Kristus yang diterimanya dari Bapa!

 

Dari kehidupan Kristus inilah, yang fana, manusiawi dan lahiriah akan ditelan oleh yang ilahi! Saat orang percaya mendapati kehidupan ilahi yang Bapa berikan mulai menelan kehidupan lahiriah yang ia miliki, kehidupan orang yang bersangkutan akan mulai Tuhan pakai untuk ‘menelan maut’! #AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus