Top

23 November 2018

”Perhatikan dan teladanilah bagaimana Yesus hidup di dunia.” adalah statement yang Roh Kudus nyatakan kepada saya ketika merenungkan Firman hari-hari ini. Saya mendapati bahwa Roh Kudus mengokohkan jati diri saya sebagai manusia roh yang berjalan di dalam dunia ini. Seperti yang Alkitab tuliskan di Yoh 15 dan Yoh 17:16 bahwa saya ada di dalam dunia, tetapi bukan berasal dari dunia! We are IN this world, but NOT OF this world. Saya berasal dari kebenaran! Seperti Yesus, kakak sulung saya, saya berasal dari tempat yang maha tinggi! Bagaimana caranya saya yang bukan dari dunia ini dapat terus terjagai dari berbagai pengaruh yang ada di dunia ini? Bagaimana saya dapat mulai memanifestasikan keperkasaan, keilahian dan kemuliaan Kerajaan? Jawabannya sama: Hidup seperti Yesus telah hidup di dunia!
Tetapi, seperti apakah kehidupan Yesus? Saya menelaah kisah kehidupan Yesus dan saya mendapati bahwa Yesus adalah pribadi yang bertekun, Ia sudah pertama-tama membuat diriNya sebagai teladan dalam bertekun dalam doa dan hidup hanya dari Firman Allah! Berikut ini fakta-fakta yang dapat saya kumpulkan mengenai kehidupan Yesus ketika ia berjalan di dunia ini sebagai manusia:

1. Yesus adalah pribadi yang hidup hanya dari Firman! Hidup dalam kebergantungan penuh terhadap Bapa.

Yesus hanya mengerjakan sesuatu ketika Ia melihat Bapa mengerjakannya (Yoh 5:19). Dalam keilahianNya, bahkan Ia tidak jadi ‘semena-mena’ melakukan sesuatu dari diriNya sendiri, seperti ketika Yesus menghadiri pernikahan di Kana, dan ibu Yesus meminta Yesus melakukan sesuatu karena mereka kehabisan persediaan anggur. Yesus berkata bahwa belum tiba saatNya untuk Ia melakukan mujizat, artinya sebelum ada instruksi dari Bapa, Ia tidak akan berinisiatif dari diriNya untuk melakukan sesuatu, Ia adalah eksekutor sejati!

2. Yesus hidup dalam keilahian, Ia tidak pernah kalah, Yesus selalu berkemenangan dalam segala permasalahan yang Ia hadapi.

Ia hidup dari sumber yang ilahi, makananNya adalah melakukan kehendak Bapa (Yoh 4:34). Firman dan diriNya begitu menyatu sehingga setiap pencobaan yang Iblis lancarkan dapat begitu saja dikalahkan dengan Firman yang hidup di dalam diri Yesus! (Luk 4:1-13)

3. Keilahian Bapa dalam kehidupan Yesus mengalir sangat deras menjamah orang-orang di sekeliling Yesus.

Selama Yesus ada di dunia, ada begitu banyak mujizat yang menyatakan kuasa Allah yang terjadi (kesembuhan, pemenuhan kebutuhan hidup, finansial, alam semesta, dan lain-lain). Betapa tanda keilahian Allah begitu nyata termanifestasi atas kehidupannya!

4. Yesus pribadi yang SEMPURNA, Ia flawless, tidak berbuat dosa! Padahal Ia dicobai dengan cara yang sama seperti musuh mencobai kita. (Ibrani 4:15)

5. Yesus hidup dalam kecintaan akan Bapa.

HatiNya melekat dengan hati Bapa. Ketika saya membaca Lukas 5:16 dalam beberapa terjemahan (AYT, VMD, TSI, FAYH), dituliskan bahwa Yesus SERING menarik diri ke tempat sunyi untuk berdoa! Bahkan dalam terjemahan The Message dituliskan “As often as possible Jesus withdrew to out-of-the-way places for prayer. “Sesering mungkin, Yesus menarik diriNya dari keramaian (yang begitu mengelu-elukan Dia, ingin mengangkat Dia menjadi Raja), hanya untuk bersekutu dengan Bapa! Saya percaya persekutuan dengan Bapa lah yang membuat Yesus menjadi Pribadi yang begitu tulus, sampai-sampai Ia mengosongkan diriNya (Filipi 2:7), Yesus tidak mengizinkan ada cinta akan diri sendiri di dalam hidupNya, seluruh kemuliaan Ia serahkan sepenuhnya kepada Bapa! Betapa hati yang mencintai Bapa begitu jelas terlihat dalam hidup Yesus! #AkuCintaTuhan
Ps. Steven Agustinus

Message ini masih akan berlanjut besok…