Top

23 November 2019

Ternyata proses pengenalan akan Tuhan bakal bertumbuh seiring dengan proses penyingkapan jati diri kita di dalam Kristus. Jadi, semakin kita gencar untuk mendesak masuk dalam hadirat-Nya dan mengenal Dia lebih dalam, maka sejak saat itu kita sedang dalam proses penyingkapan jati diri kita yang sejati.

 

Jika orang yang tidak kenal Tuhan saja bisa “hidup dalam jati diri mereka” dari sejak kecil, masakan kita yang dalam Tuhan masih belum tahu siapa kita. Atau masih bimbang dengan firman-Nya. Bahkan masih sering ragu untuk terus melangkah dalam jati diri kita di dalam Kristus. Alhasil hidup kita tidak jelas, tidak fokus, dan tidak tajam, serta tidak menjadi apa – apa.

 

Saya jadi mulai bisa melihat adanya “fase menumbuhkan keyakinan terhadap jati diri kita dalam Kristus”. Biasanya banyak orang dalam fase ini akhirnya gugur dan beralih kepada “jati diri” lain yang dunia tawarkan. Sebab berjalan dalam jati diri di dalam Kristus menuntut kematian daging. Tidak ada keterkenalan, tidak ada yang menganggap, dan bisa saja tidak ada yang melihat. Hanya antara kita saja dengan Tuhan yang tahu.

 

Di saat itulah kita harus ‘BERTEKUN’. Sebab itulah fase yang sangat menentukan. Semakin hati kita bersih dan tahir (tidak ada ambisi ingin terkenal, tidak ingin posisi/jabatan, dan tidak membawa agenda pribadi) maka kita akan semakin melihat jati diri kita di dalam Dia! Dan terus berfokus melakukan ‘pekerjaan baik’ yang Tuhan tetapkan untuk kita lakukan.

 

Mungkin pekerjaan itu tidak membuat kita terkenal, lakukan saja dengan setia. Sebab bukan keterkenalan yang kita cari, melainkan perkenanan Tuhan.
Saat hati kita terus jadi makin bersih selama fase pembentukan, maka tangan Tuhan sendiri yang akan mengangkat kita. Pada “fase kita mulai dikenal” banyak orang, namun hati kita tetap bersih. Dan yang kita lakukan hanyalah agenda Tuhan, bukan agenda pribadi.

 

Bukan mau – maunya kita sendiri. Di saat itulah kita akan memainkan peranan secara maksimal untuk menggenapi isi hati Tuhan. Bukan untuk diri sendiri lagi, melainkan hidup hanya bagi Allah (prioritas utamanya Tuhan dan agenda-Nya).

 

Saya makin paham, pengenalan akan Tuhan merupakan proses kematian dari diri sendiri, dan kehidupan hanya untuk Allah bukan yang lain. Jika kita saat ini merasa jauh dari keterkenalan dan “kesuksesan pribadi”, maka hal itu menandakan kita sedang berada dalam jalan kematian! Syukuri dan teruslah bertekun melangkah. Bersorak – soraklah di jalan tersebut. Sebab itulah jalan yang akan membuat kita muncul dan memberi dampak yang sangat kuat. Sebab bukan kita lagi yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam kita!!

 

Kenapa Gideon harus mengakses perbuatan hebat dari Tuhan yang pernah menyertai Musa? Dia harus bertekun untuk berfokus dan membangun jati dirinya di dalam Tuhan (Hak 6). Ketika Gideon sudah “YAKIN” terhadap jati dirinya di dalam Tuhan, maka sejak saat itulah ia menjadi portal/akses untuk perbuatan tangan Tuhan yang dahsyat masuk ke atas bumi ini. Gideon menjadi portal keajaiban Tuhan yang membebaskan Israel dari tangan bangsa Midian.

Saya yakin, kita akan kembali Tuhan pakai menjadi “portal keajaiban-Nya”. Bagian kita saat ini adalah : HIDUP HANYA DARI JATI DIRI KITA DI DALAM KRISTUS!! Dan yakinlah akan hal tersebut, jalani kehidupan sehari-hari kita sesuai dengan hal tersebut, dan jadilah yang terbaik seturut dengan jati diri yang Tuhan tetapkan!! #AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus