Top

23 Oktober 2019

Message ini adalah kelanjutan dari message kemarin.

 

2. Sudut pandang kita harus terus diselaraskan dan dibangun di atas dasar keberadaan Tuhan yang tidak pernah berubah

 

Sudut pandang yang kita miliki saat meresponi berbagai peristiwa dalam kehidupan sehari-hari sangatlah penting; dan hal tersebut dipengaruhi oleh ‘siapa’ yang terus mempengaruhi kehidupan kita! Jika selama ini hidup kita terus dipengaruhi atau tercetak menurut pola dunia ini, otomatis sudut pandang yang kita miliki juga adalah sudut pandang dunia ini! Tapi jika kita terus mengkondisikan hidup kita dipengaruhi oleh firman dan keberadaan realita Tuhan saja, otomatis sudut pandang dan respon kita dalam menghadapi berbagai peristiwa kehidupan sehari-hari juga akan jadi Ilahi!

 

Perhatikanlah beberapa contoh berikut:

 

Matius 8:23-27 (TB) Lalu Yesus naik ke dalam perahu dan murid-murid-Nya pun mengikuti-Nya. Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur. Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: “Tuhan, tolonglah, kita binasa.” Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?” Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali. Dan heranlah orang-orang itu, katanya: “Orang apakah Dia ini, sehingga angin dan danau pun taat kepada-Nya?”

 

Saat badai datang menghantam perahu, murid-murid yang masih membawa pola dunia segera menjadi panik dan ketakutan! Tapi berbeda dengan Yesus sebagai pola kehidupan yang harus kita contoh, Dia sama sekali tidak terpengaruh oleh badai tersebut; dan setelah menghardik murid-muridNya, dengan segera badai pun mentaati perintah yang Ia berikan! Sudut pandang yang Yesus miliki tentang badai jelas berbeda dengan murid-muridNya!

 

Berikut adalah salah satu contoh yang lain:

 

Yohanes 6:5-7 (TB) Ketika Yesus memandang sekeliling-Nya dan melihat, bahwa orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya, berkatalah Ia kepada Filipus: “Di manakah kita akan membeli roti, supaya mereka ini dapat makan?” Hal itu dikatakan-Nya untuk mencobai dia, sebab Ia sendiri tahu, apa yang hendak dilakukan-Nya. Jawab Filipus kepada-Nya: “Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka ini, sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja.”

 

Yesus sudah mengetahui apa yang harus Ia lakukan karena Ia menerima instruksi dari Bapa (Yoh 5:19) tapi murid-murid menganggap tugas memberi makan orang banyak merupakan hal yang mustahil karena memang bagi mereka hal tersebut sama sekali tidak masuk akal! Kembali kisah di atas menunjukkan perbedaan sudut pandang yang dimiliki oleh Yesus dengan murid-murid.

 

Bapa menghendaki untuk kita bisa memiliki sudut pandang sama seperti yang Yesus miliki! Yesus membangun sudut pandang dan dasar keyakinanNya di atas dasar keberadaan Bapa yang berkehendak untuk menyatakan Diri di bumi ini melalui keberadaanNya! Dengan kita mulai membangun sudut pandang dan dasar keyakinan kita di atas keberadaan Kristus yang juga ingin menyatakan DiriNya melalui kehidupan kita, otomatis keberadaan kita akan mulai diposisikan berfungsi menjadi senjata kebenaran Tuhan di bumi ini! #AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus