23 September 2021

Yoel 3:9-10 (TB) Maklumkanlah hal ini di antara bangsa-bangsa: bersiaplah untuk peperangan, gerakkanlah para pahlawan; suruhlah semua prajurit tampil dan maju! Tempalah mata bajakmu menjadi pedang dan pisau-pisau pemangkasmu menjadi tombak; baiklah orang yang tidak berdaya berkata: “Aku ini pahlawan!”

Dalam kitab Efesus 6:12, dijelaskan bahwa peperangan kita bukanlah melawan darah dan daging. Jadi tiap kali kita membaca ayat ‘soal peperangan’, jangan dikonotasikan peperangan secara ‘tubuh fisik’. Pada perjanjian lama memang hal tersebut pernah terjadi, namun peperangan yang terjadi pun sesungguhnya adalah peperangan rohani.

Percaya atau tidak, diri kita itu sesungguhnya adalah ‘target’ musuh (iblis) untuk ‘dibunuh’, baik mati secara fisik maupun rohani. Selama ia melihat adanya celah, maka ia akan menyerang kita dengan sistematis dan ‘brutal’. Itu memang sifat iblis, yaitu mencuri, membunuh, dan membinasakan (Yohanes 10:10).

Namun tetap Iblis tidak bisa bertindak seenaknya, sebab bagaimanapun juga PERLINDUNGAN TUHAN jauh lebih kuat dari serangan iblis. Tapi bukan berarti kita jadi boleh ‘santai’, justru Tuhan menghendaki kita menghadapi peperangan yang memang harus kita hadapi.

Awali dengan kesadaran bahwa “AKU INI PAHLAWAN!”. Jadikan hal ini sebagai jati diri kita di dalam Dia! Dengan demikian, KESADARAN AKAN JATI DIRI itu akan membuat kita mengalami perubahan posisi rohani dalam menghadapi berbagai fakta dan data negatif dari Musuh.

Yohanes 1:12 (TB) Tetapi semua orang yang menerima-Nya (Firman) diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;

Doakan ayat firman Tuhan dalam kitab Yoel 3:9-10, sambil mengimajinasikan kemenangan di dalam setiap aspek kehidupan kita. Saat kita tekun menggunakan firman sebagai pedang Roh untuk menaklukkan segala bentuk pekerjaan musuh yang mengintimidasi, menekan, dan mengganggu pikiran (Efesus 6:17-18), maka Roh akan memberikan arahan lebih lanjut kepada kita.

Dalam arahan tersebut terkandung berbagai potensi yang membuat kita alami berbagai peningkatan. Bisa peningkatan posisi rohani atau ketajaman dalam roh, kemudian bisa juga peningkatan ‘kemampuan atau skill‘ untuk menyelesaikan kehendak Tuhan. Istilahnya pisau pemangkas diasah ulang menjadi tombak.

Intinya kita taat saja, bahkan kepada arahan – arahan sederhana yang sepertinya ‘terlalu sederhana dan tidak masuk akal’, namun semua itu tetap harus ditaati. Sebab ketaatan kita akan mendatangkan kedaulatan Tuhan bagi hidup kita. Kedaulatan itulah yang akan memposisikan kita menjadi TERANG YANG BERSINAR DI ATAS GUNUNG.

Matius 5:14 (TB) Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.

Karena TUHAN nyata atas kita, maka mata banyak orang akan tertuju atas kita. Apalagi saat dunia semakin gelap, mereka sangat membutuhkan Tuhan yang ada di dalam diri kita. Mereka akan datang kepada kita untuk mengenal Allah yang hidup!

Yesaya 2:2-5 (TB) Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung tempat rumah TUHAN akan berdiri tegak di hulu gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana, dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: “Mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya, dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran dan firman TUHAN dari Yerusalem.” Ia akan menjadi hakim antara bangsa-bangsa dan akan menjadi wasit bagi banyak suku bangsa; maka mereka akan menempa pedang-pedangnya menjadi mata bajak dan tombak-tombaknya menjadi pisau pemangkas; bangsa tidak akan lagi mengangkat pedang terhadap bangsa, dan mereka tidak akan lagi belajar perang. Hai kaum keturunan Yakub, mari kita berjalan di dalam terang TUHAN!

Perhatikan ayat 4, ayat itu berkebalikan dengan kitab Yoel 3:10. Mereka justru akan menempa pedang untuk menjadi mata bajak, dan tombak untuk menjadi pisau pemangkas.

Maksudnya apa? Tuhan akan memberikan kepada mereka suatu kemampuan untuk MEMBAJAK HATI ORANG DENGAN CEPAT DAN MEMOTONG KEDAGINGAN DALAM HIDUP ORANG LAIN. Inilah yang akan membuat terjadinya PERCEPATAN MULTIPLIKASI KEBENARAN!

Yesaya 61:5-6 (TB) Orang-orang luar akan melayani kamu sebagai gembala kambing dombamu, dan orang-orang asing akan bekerja bagimu sebagai petani dan tukang kebun anggurmu. Tetapi kamu akan disebut imam TUHAN dan akan dinamai pelayan Allah kita. Kamu akan menikmati kekayaan bangsa-bangsa dan akan memegahkan diri dengan segala harta benda mereka.

Tuhan berkata : “Bersiaplah! Sebab MATA BAJAK ITU SEDANG BEKERJA menggarap hidup banyak orang. Teruslah menyuarakan SUARA-KU! Lihat serta tuailah jiwa – jiwa bagi kemuliaan-Ku!! Teruslah berfungsi di ruang takhta-Ku. Perkatakan firman dan berdoalah seturut kehendak-Ku, maka PERCEPATAN TUAIAN itu akan segera nyata di bumi ini.”

Amos 9:13-15 (TB) “Sesungguhnya, waktu akan datang,” demikianlah firman TUHAN, “bahwa pembajak akan tepat menyusul penuai dan pengirik buah anggur penabur benih; gunung-gunung akan meniriskan anggur baru dan segala bukit akan kebanjiran. Aku akan memulihkan kembali umat-Ku Israel: mereka akan membangun kota-kota yang licin tandas dan mendiaminya; mereka akan menanami kebun-kebun anggur dan minum anggurnya; mereka akan membuat kebun-kebun buah-buahan dan makan buahnya. Maka Aku akan menanam mereka di tanah mereka, dan mereka tidak akan dicabut lagi dari tanah yang telah Kuberikan kepada mereka,” firman TUHAN, Allahmu.

Tuhan kembali berkata kepada saya: “Sadarlah, pemulihan segala sesuatu sudah dimulai dan sedang terjadi dari ruang takhta. Hiduplah dalam ruang takhta sebagai imamat yang rajani untuk memerintah dan berkuasa di dalam suara-Ku yang akan memulihkan bangsa – bangsa!”

Terjadilah di dalam nama Tuhan Yesus! Amin! #AkuCintaTuhan

Ps. Steven Agustinus

________

Dapatkan renungan harian Ps. Steven Agustinus (text, quote & audio) setiap harinya melalui Whatsapp Anda, dengan cara mendaftarkan diri:
Nama, Kota, No Whatsapp
Kirim ke nomor 0888-6132-106