Top

24 Agustus 2018

Message ini adalah lanjutan dari message kemarin…

2. Bangun persekutuan dengan-Nya secara tekun lewat doa dan penyembahan setiap hari

Dunia yang semakin sibuk sedang terus berusaha mendistract kita agar melalaikan persekutuan denganNya. Seringkali kita merasa tidak ada waktu, karena kita merasa pekerjaan, urusan dan rutinitas sehari-hari jauh lebih penting daripada bersekutu dengan-Nya. Sesungguhnya Bapa sudah menyediakan segala sesuatunya bagi kita, ada bagian yang terbaik yang menjadi porsi kita. Namun karena kesibukan dan kelalaian kita, kita tidak bisa meraih porsi (bagian) yang sudah disediakanNya bagi kita. (Lukas 10:38-42).

Lukas 10 : 39b
(39 b) Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya,
(42) tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah MEMILIH BAGIAN yang TERBAIK, yang TIDAK AKAN DIAMBIL dari PADANYA.”

Selama ini kita berpikir dengan bekerja keras, berambisi mengejar apa yang menjadi keinginan kita, kita akan memperoleh bagian yang terbaik itu. Memang kita pasti bisa meraih apa yang kita kejar. Namun, sesungguhnya itu bukanlah bagian yang terbaik!

Bagian yang terbaik itu sudah disediakan KHUSUS bagi kita, bahkan Tuhan berkata TIDAK AKAN DIAMBIL DARI PADANYA. Memang itu adalah PORSI KITA yang sesungguhnya. Namun seperti Maria, kita sendirilah yang harus belajar MEMILIH. Ambillah keputusan untuk luangkan waktu “duduk di bawah kakiNya”. Berasal dari kata Yunani “pous”, Ini adalah suatu istilah yang menggambarkan seorang murid yang sedang MENDENGARKAN INSTRUKSI gurunya.

Saya semakin menyadari mereka yang membiarkan diri ada dalam kendali keinginan-keinginan yang ditabur oleh musuh, sesungguhnya mereka juga sedang “duduk di bawah kaki” seperti seorang murid yang mendengarkan gurunya, karena mereka juga mendengarkan “instruksi” yang terus berlalu lalang dalam pikirannya, namun sungguh ironis, gurunya adalah DOSA dan IBLIS!!! Tidak heran pekerjaan musuh juga terus bekerja di dalam hidup mereka.

Lebih baik kita memilih ada di bawah kaki Tuhan daripada ada di bawah kaki iblis.

3. Usaha kita untuk bertekun menggosok firman dengan memperkatakan firmanNya, membentuk pikiran Kristus dalam diri kita.

Salah satu hasil dari terbentuknya pikiran Kristus, adalah adanya KASIH ILAHI dalam diri kita. Kita akan menjadi pribadi yang PENUH KASIH. Kasih ilahi yang memenuhi hati kita akan mendorong kita keluar dari semua keinginan dunia ini. Kita akan berhenti dari “mengusahakan dengan kekuatan saya untuk memanifestasikan kasih”.  Kasih ilahi akan mengalir keluar dari diri kita secara natural, karena memang kita sudah alami perombakan akal budi. Kodrat ilahi-Nya mulai termanifestasi dalam hidup kita.

Ketika kasih ilahi semakin terbangun,  kita akan menjadi pribadi yang lebih baik. Kita akan menjadi pribadi yang Selfless, tulus lewat tutur perkataan dan perbuatan kita. Dan kitapun akan semakin mencintai kebenaran, hikmat akan mudah turun dan bekerja dalam hidup kita, membentuk  kita menjadi pribadi yang bertumbuh semakin matang setiap harinya.

Belajarlah untuk terus setting pikiran dan hati kita dengan perkataan-Nya, gosokkan terus firman-Nya, sambil mengimajinasikan firman itu mulai terjadi dalam hidup kita, sampai kita rasa hati kita yang kosong mulai berkobar-kobar, ada gelora antusias yang memenuhi batin kita.

Lakukanlah dengan tekun.  Ketekunan kita dalam menggosok firman ini akan membuat kesukaan kita akan firman-Nya semakin bertambah-tambah dalam hidup kita. Bagaikan sepotong besi biasa yang digosok-gosokkan dengan magnet. Lama kelamaan besi itu semakin memiliki medan magnet dan mulai berubah menjadi magnet itu sendiri.

Demikianlah pikiran kita yang terus digosok dengan firman, lama kelamaan akan berubah memiliki nature dari firman itu sendiri, dan adanya firman dalam diri kita akan menarik firman-firman lain utk berdatangan dalam hidup kita.

Matius 13 : 12 Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.

4. Kasih ilahi akan memampukan kita menolak keinginan-keinginan dunia dan menjalani hidup sebagai pelaku firman

Saya mendapati ada 2 perbedaan bagi mereka yang menjadi pelaku firmanNya. Yang pertama adalah mereka yang menjadi pelaku firman karena didasari rasa takut. Orang yang takut akan cenderung patuh pada apapun yang diperintahkan kepadanya. Namun ketika orang itu tidak takut lagi, maka dia akan mengabaikan perintah yang datang kepadanya. Artinya nature dosa itu tidak benar-benar hilang dari kita. Jika hukuman tidak ada, dia akan kembali menjadi pendosa. Jadi nature berdosanya tidak mati, hanya ditutupi oleh rasa takut saja.

Lain halnya dengan orang yang dipenuhi kasih ilahi, bagi dia melakukan firman bukan karena takut dikutuk, atau takut terima penghukuman namun karena memang sudah bebas dari ketakutan, sebab dalam hatinya hanya ada satu keinginan, yaitu ingin menyenangkan Tuhan yang dikasihinya. Orang tersebut akan rela melakukan apapun, mati-matian, gila-gilaan dan habis-habisan demi menyenangkan Tuhan.

1 Yohanes 4 : 18 Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih

#AkuCintaTuhan

Ps. Steven Agustinus