Top

24 Agustus 2019

Matius 5:23-24 (TB) Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan ENGKAU TERINGAT AKAN SESUATU YANG ADA DALAM HATI SAUDARAMU TERHADAP ENGKAU, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan PERGILAH BERDAMAI DAHULU DENGAN SAUDARAMU, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.

 

Saat saya membaca ayat di atas, saya merasa Roh Kudus berkata: Setiap permasalahan yang belum dibereskan secara tuntas hanya akan mengkondisikan adanya celah dalam kehidupanmu, yang pasti akan dimanfaatkan oleh si Jahat untuk mendakwamu di hadapan Bapa sehingga ia memiliki peluang untuk menyerangmu!

 

Segala bentuk ketidakakuratan di masa lalu, yang tidak dibereskan secara tuntas adalah sama seperti segala bentuk kotoran yang hanya kita sapu ke bawah karpet – sekali waktu nanti tetap harus dibongkar dan dibersihkan.

 

Salah satu alasan Tuhan terus menuntut kita untuk selalu melakukan hal yang benar adalah untuk kita bisa menutup berbagai celah yang masih kita miliki dari masa lalu kita. Semua yang ‘masih tidak akurat’ tersebut sesungguhnya adalah sama seperti kotoran yang kita sapu ke bawah karpet – meski terlihat bersih di ‘permukaan hidup kita’, tapi sesungguhnya ada banyak kekotoran, ketidakakuratan dan celah yang bisa dipakai si Jahat untuk sekali waktu nanti ‘menjatuhkan’ kita.

 

Perhatikanlah kehidupan Ayub: Alkitab menuliskan tentang keberadaan Ayub yang takut Tuhan dan menjauhi kejahatan (Ayub 1:1) Tapi sesungguhnya Ayub ‘lebih mengasihi anak-anaknya dari pada kebenaran’ – bukannya mendisiplin anak-anaknya untuk hidup mengasihi Tuhan seperti dirinya, Ayub hanya mendoakan dan menguduskan anak-anaknya di hadapan Tuhan setiap kali mereka habis berpesta (Ayub 1:5) Dan itulah celah yang dipakai oleh Iblis untuk mendakwa dan menyerang Ayub (Ayub 1:9-19)

 

Tuhan menghendaki untuk kita secara proaktif bisa membereskan berbagai perbuatan tidak akurat yang pernah kita lakukan di masa lalu!

 

~ Misalkan di masa lalu kita pernah hidup secara tidak akurat dalam hal keuangan, ada banyak hutang yang kita miliki – dan ‘saking bosannya’ pemberi hutang menagih kita yang selalu berdalih atau beralasan untuk menunda melunasi hutang-hutang yang kita miliki, akhirnya sang pemberi hutang memutuskan untuk melupakan semua hutang kita. Jangan beranggapan bahwa itu adalah wujud dari ‘kebaikan Tuhan’; bagaimanapun, hutang adalah hutang yang tetap harus kita lunasi. Tindakan untuk melakukan hal yang benar di masa kini adalah dengan berupaya untuk melunasi semua hutang tersebut!

 

~ Misalkan juga di masa lalu kita pernah menjalin suatu hubungan istimewa dengan seseorang dan karena terhanyut oleh perasaan cinta, kita jadi melakukan berbagai tindak kebodohan sehingga hubungan istimewa tersebut jadi ‘menjadi terlalu dalam’ dan akibat suatu alasan atau peristiwa tertentu, kita pun akhirnya putus hubungan dengan orang tersebut. Jika di masa kini kita mau membangun hubungan istimewa lagi dengan orang lain, sebaiknya kita mengusahakan untuk bisa bertemu dengan mantan pasangan kita yang dahulu untuk melakukan pemberesan atau mendudukkan permasalahan tersebut secara akurat.

 

Tanpa pemberesan yang tuntas, kedekatan yang istimewa yang pernah kita jalani bersama mantan pasangan tersebut akan selalu menjadi celah yang suatu hari nanti bakal dipakai oleh si Jahat untuk merusak atau menghancurkan kehidupan berkeluarga yang kita bangun.

 

Membereskan ketidakakuratan di masa lalu dan di masa kini, sesungguhnya adalah tindakan hal benar yang kita lalukan untuk menjagai perjalanan hidup kita di masa depan! #AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus