Top

24 Januari 2020

Yohanes 14:15-17 (TB) “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku. Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.

 

Dari ayat di atas ada beberapa pemahaman yang saya dapatkan :

 

1. Roh Kudus diberikan kepada kita sebagai pribadi yang akan membuat frekuensi atau kecenderungan hati kita hanya tertuju kepada Dia, mencintai-Nya dengan segenap hati, jiwa, dan kekuatan.

 

Membuat roh kita berkobar – kobar dalam cinta akan Tuhan sehingga tidak ada cinta diri sendiri, cinta uang dan cinta dunia yang bisa menyelinap masuk.

 

2. Roh Kudus diberikan kepada kita sebagai pribadi yang akan menolong kita untuk mendengar Bapa berfirman, mentaati setiap firman-Nya, dan bertumbuh serupa dengan Kristus (sempurna dalam ketaatan terhadap Bapa)

 

Dua hal di atas sesungguhnya sangatlah berguna dalam kehidupan kita sehari – hari di berbagai aspek kehidupan. Sebab dengan roh kita terus berkobar – kobar mencintai Dia, maka kita akan muncul sebagai pribadi yang antusias, semangat, penuh pengharapan. Hal itu pastinya akan membuat hidup kita jadi berbeda. Kita menjadi pribadi yang akan membawa damai dan sukacita di tengah dunia yang semakin gelap.

 

Tidak hanya itu, kita pun akan menjadi efektif dan produktif dalam melakukan pekerjaan dan kehendak Bapa. Sebab kita mendengar, memahami dan mengeksekusi arahan-Nya! Melalui hidup kita, rencana dan kehendak-Nya akan dapat terlaksana di atas muka bumi ini.

 

Tapi itu semua dapat terjadi jika kita tidak pasif, harus ada tindakan aktif dari kita untuk berasosiasi dengan Roh Kudus :

 

1) Percaya dan meyakini bahwa Roh Kudus itu ada bersama dengan kita. 

 

Walau tidak terlihat mata, tapi Dia sangat nyata. Dia melihat dan memperhatikan kehidupan kita.

 

2) Aktif mendesak masuk dalam hadirat-Nya dan menggali kebenaran firman Tuhan.

 

Ini merupakan ‘pergumulan’ yang menjadi bagian kita dan pergumulan yang menyehatkan. Setiap hari harus ada waktu khusus untuk berinteraksi dengan Roh Kudus dengan memakai firman-Nya sebagai bahan perbincangan. Sehingga Roh Kudus dapat mencetak dan memberikan kita pemahaman yang membuat diri kita bertumbuh dalam iman dan keserupaan dengan Kristus. Di saat yang bersamaan kita sedang membongkar pola dunia yang ada dalam pikiran kita dan dengan aktif mengenakan pola ilahi yang berasal dari Roh Kudus.

 

3) Terus menjaga hati yang haus akan pengenalan terhadap pribadi Roh Kudus.

 

Jangan sampai Roh Kudus yang selalu ada bersama dengan kita tapi kita tidak mengenal Dia. Oleh karenanya aktif berkomunikasi dengan Dia (pakai firman-Nya untuk menjadi bahan perbincangan – kesukaan Roh Kudus sama dengan kesukaan Bapa – menyukai obrolan firman) merupakan bagian yang sangat penting untuk kita lakukan. Dari situlah pengenalan akan pribadi Roh Kudus terbangun. Sehingga kita bisa berada pada satu posisi di mana Yesus berada di atas muka bumi ini, yaitu dikuasai oleh Roh. Bukan kita lagi yang diikuti oleh Roh Kudus, tapi kita yang mengikuti Roh Kudus. Kita menjadi sangat sensitif dengan perasaan dan kehendak-Nya. Saya mau terus bertumbuh dalam pengenalan terhadap pribadi Roh Kudus.

 

Tiba – tiba saat menuliskan hal ini ada perkataan penutup yang muncul dalam batin saya: Roh Kudus adalah penolong, tapi Ia bukan ‘pembantu’ segala keinginan kita. Melainkan Ia adalah pribadi yang membawa kehendak Bapa atas kita. Dan Roh Kudus ingin hidup kita dikuasai oleh perasaan dan keinginan-Nya saja. Hidup kita sepenuhnya dikuasai oleh Roh (Lukas 4:14) sama seperti Yesus!

 

Doa saya : Roh Kudus, saya mau seperti Yesus, dikuasai oleh Engkau. Tolong saya Roh Kudus, pimpin saya Roh Kudus, bawa saya sampai menjadi pribadi yang Engkau inginkan.

 

#AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus