Top

24 Juli 2018

Message ini adalah kelanjutan dari message kemarin…

2. Aspek penerimaan firman.

Manusia hidup bukan dari roti saja tapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah (Mat 4:4) Seringkali prinsip ini kita pahami dalam konteks kehidupan individual sehingga akhirnya jenis firman yang kita cari juga hanya sebatas untuk kehidupan kita pribadi: Mengejar kesuksesan, keberhasilan/ kekayaan pribadi.

Padahal prinsip mendasar yang harus kita jadikan sebagai patokan adalah : Hidup bagi Allah didalam Kristus Yesus (Rom 6:11) – menjalani kehidupan bersama sebagai umat pilihan yang sedang di bangun untuk berfungsi sebagai TubuhNya di bumi ini (Ef 4:11-16, 1 Pet 2:5-10, Why 12:1-6)

a. Seorang bapa rohani berkewajiban untuk menerima firman dari ruang tahta untuk seluruh jemaat/ anak rohaninya.

Mazmur 119:105 Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.

Amsal 20:27 Roh manusia adalah pelita TUHAN, yang menyelidiki seluruh lubuk hatinya.

Saat sang bapa rohani menyampaikan suara Tuhan, kewajiban dari seluruh jemaat/ anak rohani adalah bertekun dalam firman yang sudah disampaikan tersebut – mendengar ulang, mendoakan, mengimajinasikan, mendeklarasikannya hingga manusia roh-nya jadi berkobar-kobar – terjadi pekerjaan firman & Roh dalam hidupnya. I

tulah yang mengkondisikan untuk terjadinya pekerjaan Roh Kudus yang selanjutnya: munculnya dorongan/ instruksi yang saat kita taati akan mengkondisikan diri kita jadi memiliki kecenderungan hati makin mencintai kebenaran, alami kesaksian Roh dalam batin bahwa kita memang adalah anak allah, hidup dalam tuntunan Roh – dibawa untuk menikmati apa yang menjadi porsi kita sebagai anak Allah (1 Yoh 2:27, Rom 8:15-17)

b. Jemaat/ anak rohani yang bertekun dalam firman yang sudah disampaikan oleh sang bapa rohani akan alami proses pembentukan hidup yang bersumber dari terjadinya pekerjaan firman & Roh dalam hidupnya.

Yohanes 1:3-5 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.
Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.
Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.

Kerinduan hati Bapa surgawi adalah membentuk ulang hidup kita sepenuhnya dengan cara ‘melepaskan firman’ ke hidup kita! Permasalahannya, seringkali kita gagal untuk ‘menangkap’ saat Dia melepaskan firmanNya (Yoh 1:12) Akhirnya, terpaksa Tuhan harus memakai situasi, orang, peristiwa bahkan rencana jahat Iblis yang berniat menghancurkan hidup kita dalam ketidak akuratan hidup yang masih kita miliki untuk ‘meremukkan dan membentuk ulang’ hidup kita!

Seandainya kita sebagai jemaat/ anak rohani terus mempersiapkan diri untuk selalu waspada terhadap datangnya firman dan menangkap setiap firman yang Dia lepaskan melalui sang bapa rohani, kita tidak perlu alami berbagai peristiwa yang menyakitkan hanya untuk menikmati pertumbuhan, kematangan/ kedewasaan didalam Kristus. Melalui firman dan realita hadiratNya, Dia akan menyempurnakan hidup kita (Ibr 12:23)

c. Firman yang bapa rohani terima dari Tuhan dan ditaati oleh jemaat/ anak rohani akan mengkondisikan sang anak memiliki hidup yang berpengaruh & berdampak.

Ketika firman datang dan bekerja dalam hidup seorang anak rohani, firman akan membuat kehidupan Ilahi yang memang sudah diterima saat mengalami kelahiran baru jadi makin bertumbuh dan bermanifestasi menjadi terang dalam hidupnya (Yoh 1:4-5) Akan ada kejelasan tentang tujuan hidup, potensi/ talenta yang ia miliki/ terima dari Tuhan

Hal ini membuat hidup sang anak rohani jadi memiliki leverage (daya ungkit/ keuntungan yang lebih) jika dibandingkan orang-orang lain. Hidup sang anak betul-betul di tata dan di tumbuhkan oleh Roh Kudus melalui apa yang sang bapa rohani sampaikan sebagai suara Tuhan.

Melalui message ini, doa & harapan saya adalah : Biar Roh Kudus terus menuntun & membangun kehidupan setiap jemaat/ anak rohani didalam kebenaran dan roh Takut akan Tuhan; sampai semua kita berfungsi menjadi BaitNya yang kudus di atas muka bumi ini. #AkuCintaTuhan

Ps. Steven Agustinus