Top

24 Juni 2019

Kehidupan manusia saat ini sungguh berbeda dari ‘rencana awal’ yang Tuhan tetapkan. Saat Tuhan menciptakan manusia, mereka langsung berada di dalam sistem kehidupan di mana mereka tidak perlu “bekerja” dan menabur untuk makan. Manusia ditetapkan Tuhan untuk berkuasa dan memerintah di atas muka bumi ini.

 

Saat ini manusia terus berjuang untuk hidup. Mereka yang berjuang dengan keras dan tekun tidak hanya beroleh makan, tapi juga beroleh kekayaan. Mereka yang biasa – biasa saja dalam berjuang, beroleh hasil yang juga biasa – biasa saja. Mereka yang tidak punya kemampuan apa pun akan menjadi miskin dan sulit untuk melanjutkan kehidupan yang layak! Itulah sistem jahat yang sedang terbangun saat ini.

 

Kejadian 1:26-28 (TB)

Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan TAKLUKKANLAH itu, BERKUASALAH atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.”

 

Kebanyakan kita berpikir, Adam dan Hawa menjadi tukang kebun atau petani yang kerjaannya menabur benih, mengelola tanah, merawat tanaman, lalu menuai hasilnya. Apa yang kita pikirkan tersebut tidak ditulis dalam Alkitab. Berbeda sekali dengan tujuan Tuhan, Ia berkata: berkuasa, penuhi, dan taklukkanlah bumi! Artinya Tuhan memposisikan manusia sebagai penguasa dan kepanjangan tangan Tuhan di atas muka bumi ini.

 

Apa yang Tuhan lakukan, itu juga yang harusnya Adam dan Hawa lakukan. Apa yang manusia dengar dari Tuhan, itu juga yang manusia katakan! Tapi Tuhan tidak memaksa. Semua itu harus dilakukan karena dasar mengasihi Tuhan saja!

 

Contohnya seperti Yesus. Dia adalah contoh dari manusia yang Tuhan kehendaki.

 

Yohanes 5:19 (TB) Maka Yesus menjawab mereka, kata-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak.

 

Yohanes 5:20 (TB) Sebab Bapa mengasihi Anak dan Ia menunjukkan kepada-Nya segala sesuatu yang dikerjakan-Nya sendiri, bahkan Ia akan menunjukkan kepada-Nya pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar lagi dari pada pekerjaan-pekerjaan itu, sehingga kamu menjadi heran.

 

Yohanes 5:36 (TB) Tetapi Aku mempunyai suatu kesaksian yang lebih penting dari pada kesaksian Yohanes, yaitu segala pekerjaan yang diserahkan Bapa kepada-Ku, supaya Aku melaksanakannya. Pekerjaan itu juga yang Kukerjakan sekarang, dan itulah yang memberi kesaksian tentang Aku, bahwa Bapa yang mengutus Aku

 

Yohanes 14:31 (TB) Tetapi supaya dunia tahu, bahwa Aku mengasihi Bapa dan bahwa Aku melakukan segala sesuatu seperti yang diperintahkan Bapa kepada-Ku, bangunlah, marilah kita pergi dari sini.”

 

Dari perenungan ini saya mendapati, tidak sekalipun Tuhan menciptakan manusia untuk mencari makan demi melangsungkan kehidupannya sendiri; semuanya sudah Tuhan sediakan! Manusia hanya perlu berfokus mencintai Tuhan, hidup dari firmanNya, dan melakukan kehendakNya.

 

Walaupun dunia ini terus membuat kita sibuk mengejar kebutuhan hidup dan uang, kita harus tetap terarah kepada kehendakNya saja. Jangan terjebak dengan sistem dunia ini. Dan yang terutama, teruslah melekat kepadaNya. Karena tanpa kehidupan yang melekat kpdNya, maka kita tidak akan bisa mengetahui isi hati dan rencanaNya!

 

Yohanes 15:4-5 (TB)

Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

 

Inilah esensi kehidupan kita yang sebenarnya: Melekat kepadaNya! Hidup dalam realita hadiratNya saja! Jika kita melekat kepadaNya dan hidup dari firmanNya, maka hidup kita pasti akan melakukan kehendakNya di atas muka bumi ini! Apa yang telah direncanakan Tuhan pasti akan tergenapi melalui hidup kita! #AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus