Top

24 November 2018

Message ini adalah kelanjutan dari message kemarin…

6. Lepas dari berbagai kemenangan dan kesempurnaan serta keilahian yang Yesus miliki, Yesus tetap SECARA KONSISTEN BERTEKUN DI DALAM DOA!

Beberapa buktinya:
a. Setelah Yesus mengusir roh jahat dari seseorang yang kerasukan (Markus 1:25), ia menyembuhkan ibu mertua Petrus dan banyak orang lain dengan berbagai penyakit, dan mengusir banyak setan (Markus 1:21-34). Dengan keilahian Allah yang sudah sedemikian kuat dinyatakan, YESUS tetap bertekun dalam doa!
“Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana.” (Mat 1:35)
b. Pada kesempatan lain, setelah Yesus mengadakan mujizat dengan 5 roti dan 2 ikan untuk memberi makan 5000 orang (Mark 6:30-44), Yesus pergi ke bukit untuk berdoa. (Markus 6:46)
c. Mujizat penangkapan sejumlah besar ikan karena arahan Yesus kepada Petrus (Lukas 5:1-11), dilanjutkan dengan menyembuhkan seorang yang sakit kusta (Lukas 5:12-15). Ketika ia sedang ‘sibuk-sibuknya’ dipromosikan oleh Bapa, Ia MENGUNDURKAN DIRI KE TEMPAT-TEMPAT SUNYI DAN BERDOA (Luk 5:16)
d. Setelah Yesus menyembuhkan orang yang mati tangan kanannya, Ia pergi ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Yesus berdoa kepada Allah. (Luk 6:12)
Dan masih ada banyak lagi ayat-ayat Firman yang menyatakan bahwa Yesus adalah Pribadi yang sangat bertekun dalam doa!
Dimensi roh takut akan Tuhan dan realitaNya mencengkeram kehidupan saya ketika menyadari bahwa Yesus saja bertekun dalam persekutuanNya dengan Bapa ketika Ia hidup di dalam dunia! Yesus yang tidak pernah berbuat dosa, Yesus yang SELALU mengalirkan kehidupan ilahi dan menyatakan kesuperioran Kerajaan Allah, Dia saja bertekun dan bergantung sepenuhnya kepada Bapa, tidak mungkin saya hidup tanpa bertekun dan bergantung pada Bapa. Justru seharusnya saya hidup dengan standard bertekun yang sama dengan yang Yesus telah hidupi!

Saya percaya ketika saya terus bertekun dalam doa, dalam Firman dan dalam persekutuan dengan Tuhan, kesalehan (Godliness) dan kodrat ilahi (Divine nature) akan semakin terbangun dalam kehidupan saya. Saya sungguh merasakan, ketika Tuhan berkata bahwa target yang Ia set bagi orang percaya adalah kesempurnaan, Ia sungguh-sungguh serius dengan hal itu. Dalam doa saya hari ini, saya semakin mendapati bahwa logika manusiawi yang menyatakan, “Kita kan masih manusia, wajarlah kalau tidak sempurna, wajarlah kalau masih ada kelemahan, wajar kalau masih ada dosa.” adalah logika duniawi yang merupakan kebohongan dari neraka! Dasar keyakinan inilah yang sedang Tuhan bongkar, krn hal ini justru membuat manusia semakin hidup dalam excuses, dan akhirnya stuck, tidak bergerak atau bahkan merosot semakin jauh dari perjalanan menuju kesempurnaan Kristus!
Melihat keberadaan saya yang masih jauh dari sempurna, dan menyadari bahwa Roh Kudus memasang target untuk saya dapat menjadi pribadi yang sempurna; membawa saya dapat melihat kesungguhan dan keseriusan Tuhan ketika Ia mengatakan, “Hendaklah kamu sempurna, seperti Bapamu yang di Sorga adalah sempurna.” (Mat 5:48) Bagaimana saya dapat mengatakan bahwa Ia sungguh serius dengan perintah ini? Karena Allah menanamkan roh Kristus dalam hidup saya ketika saya dilahirkan baru, di mana segala kemampuan, kemenangan (atas iblis, dosa dan maut), keilahian dan kesempurnaan Kristus sudah terkandung dalam roh Kristus dan ditaruh di dalam hidup saya untuk saya mulai hidup dari jati diri tersebut. Dan Ia mengirimkan Roh Kudus untuk selalu bersama-sama dengan saya, menuntun saya untuk dapat mulai hidup dari jati diri Kristus yang sudah Bapa tanamkan dalam hidup saya. Roh Kudus adalah Pribadi yang sama yang menuntun Yesus ketika Ia hidup sebagai manusia di bumi, dan Ia sedang terus menolong saya untuk hidup dengan cara yang sama seperti Yesus hidup di dunia ini!

Saya mau pastikan saya terus meresponi setiap tuntunan Roh Kudus dalam hidup saya dengan ketaatan mutlak, saya hubungkan diri saya dengan dimensi ‘di dalam Kristus’! Saya menerima bekerjanya roh ketaatan, roh ketulusan, roh penundukan diri, roh terobosan, roh kemenangan dan roh kebangkitan yang sama seperti yang telah bekerja dalam diri Yesus! Biarlah segala sesuatu yang lahiriah, manusiawi, duniawi ditelan habis oleh keilahian dan kemuliaanNya! Terjadilah di dalam nama Yesus! Amin! #AkuCintaTuhan
Ps. Steven Agustinus