24 November 2020

Pada saat saya sedang makan malam, secara tiba-tiba saya mendengar Roh Kudus berkata: “Alasan utama gereja-Ku tidak pernah betul-betul dipenuhi kemuliaan adalah karena memang gereja-Ku masih sedemikian hidup dalam kemanusiawian atau pencemaran rohani. Masih banyak simpul dan sumbat rohani yang bersumber pada buruknya kualitas hubungan satu sama lain. Hingga sekarang, masih ada begitu banyak umat-Ku yang menjalani kehidupan sehari-hari maupun pelayanan mereka dengan tetap menyimpan luka dan trauma. Padahal ‘sisa dan bekas’ luka tersebut merupakan tempat bermain dari banyak roh jahat! Sebetulnya yang dibutuhkan untuk Tubuh-Ku sepenuhnya mengalami pemulihan bukanlah sekadar mengatakan “aku mengampunimu” kepada satu sama lain. Namun yang seharusnya mereka lakukan adalah belajar untuk mengosongkan diri dan saling merendahkan diri satu sama lain, agar bisa saling menerima atau menganggap yang lain lebih utama dari dirinya sendiri.”

 

Filipi 2:1-7 (TB)  Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan , karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga. Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.

 

Ada kemuliaan ilahi di dalam kerendahan hati – suatu bentuk kemuliaan yang tidak akan pernah bisa engkau pahami selama engkau belum mau menanggalkan pola pikir yang lahiriah atau duniawi. Suatu bentuk tindakan atau keputusan yang berasal hanya dari orang-orang yang sudah mencicipi manifestasi dari kemuliaan sorgawi!

 

Pada saat saya menerima pernyataan Roh tersebut, secara spontan ada suatu doa yang keluar dari dalam batin saya: “Roh Kudus, berilah anugerah-Mu untuk kami semua betul-betul mengadopsi keberadaan Kristus dalam hidup kami. Bawa kami terhubung dengan realita keberadaan Bapa. Bawa kami untuk melihat dan hidup dalam lingkupan kemuliaan-Mu! Biarlah Roh kerendahan hati terus bertumbuh dalam batin kami, dan mengkondisikan diri kami untuk selalu memperlakukan saudara kami sebagai pribadi yang lebih utama dari diri kami sendiri! Tolong kami untuk melakukan pemberesan secara tuntas dengan siapa pun yang pernah melukai ataupun mencederai hubungan yang kami miliki. Biarlah tidak ada lagi ganjalan atau akumulasi emosi negatif terhadap sesama saudara. Tolong kami untuk menjalani kehidupan sehari-hari maupun pelayanan yang sepenuhnya memperkenan hati-Mu – menjadi representasi-Mu di atas muka bumi ini!”

 

#AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus