24 November 2021

(Dapatkan renungan harian Ps. Steven Agustinus dengan meng-klik link berikut ini: https://wa.link/homdvi )

 

Memahami apa yang Roh sedang kerjakan dan mendengar suara Tuhan menjadi hal yang teramat sangat penting. Tanpa kita mendengar suara Tuhan, maka kehidupan kita akan kehilangan arah dan sudah pasti mengikuti apa yang dunia ini katakan. Suka atau tidak, ada dua kelompok orang yang sedang terbagi di akhir zaman ini: Orang yang dipimpin oleh Roh dan orang yang dipimpin oleh dirinya sendiri.

 

Tidak heran faktor ‘kemanusiaan’ yang cenderung berkonotasi ‘kebebasan’ menjadi hal yang sangat digaungkan. Sedangkan faktor ‘Tuhan’ menjadi hal yang coba dihilangkan. Dunia akan terus menggiring manusia mengejar ambisinya pribadi, mengejar uang, dan mengejar kenikmatan hidup. Tanpa mereka sadar objek yang mereka kejar itu ‘bersayap dan terbang’ sehingga terus membawa mereka menjauh dari rencana Tuhan. Kalaupun mereka ‘beroleh’ apa yang mereka inginkan, maka mereka akan ‘dibawa terbang’ lebih menjauh dari jalan Tuhan.

 

Tidak heran jika kita memerhatikan ada banyak orang percaya yang sukar sekali untuk ‘menerima undangan’ (panggilan yang Tuhan tetapkan), disebabkan karena mereka sudah terlalu jauh menjalani hidup dari jalan yang Tuhan tetapkan. Sehingga untuk berbalik arah dan ‘mengejar ketertinggalan’ dibutuhkan pengorbanan. Mereka akan berhitung dan mengukur segala ‘risiko’ yang akan diterima. Dan pasti mereka akan mendapati, bahwa mereka ‘pasti rugi’ menurut ukuran dunia jika berbalik mengejar panggilan Tuhan.

 

Sebab ada yang memang harus mereka tinggalkan untuk mengikut panggilan Tuhan: Mungkin pekerjaan mereka, ada juga yang harus meninggalkan harta mereka ataupun ada juga yang harus menyelaraskan keluarga mereka.

 

Jadi untuk melakukan itu semua, tidak semua orang mau melakukannya. Tapi karena ‘sudah terlanjur menjadi orang percaya’, maka dibutuhkan ‘alasan – alasan’ yang kelihatannya logis untuk menolak panggilan Tuhan. Padahal kita tahu bersama, justru alasan tersebut sedang mengekspos kecenderungan hati yang mereka miliki.

 

Lukas 14:15-20 (TB) Mendengar itu berkatalah seorang dari tamu-tamu itu kepada Yesus: “Berbahagialah orang yang akan dijamu dalam Kerajaan Allah.” Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Ada seorang mengadakan perjamuan besar dan ia mengundang banyak orang. Menjelang perjamuan itu dimulai, ia menyuruh hambanya mengatakan kepada para undangan: Marilah, sebab segala sesuatu sudah siap. Tetapi mereka bersama-sama meminta maaf. Yang pertama berkata kepadanya: Aku telah membeli ladang dan aku harus pergi melihatnya; aku minta dimaafkan. Yang lain berkata: Aku telah membeli lima pasang lembu kebiri dan aku harus pergi mencobanya; aku minta dimaafkan. Yang lain lagi berkata: Aku baru kawin dan karena itu aku tidak dapat datang.

 

Saya jadi disadarkan Tuhan, untuk membuat orang berbalik dari jalan dunia ini, dibutukan kemurahan dan anugerah Tuhan, di mana hal tersebut hanya bisa terjadi melalui doa yang kita panjatkan. Sebab dari pihak ‘hamba Tuhan’ yang terus menyampaikan mengenai ‘undangan tersebut’, tentunya hanya sebatas MEYAKINKAN dan terus berupaya dengan segala macam cara untuk menyadarkan orang bahwa ini adalah panggilan hidup yang istimewa. Itu pun kadang dibantah dan mengakibatkan banyak argumen yang terjadi.

 

Jadi seolah mengikut Tuhan harus ‘dipaksa – paksa’ dan diberi ‘iming – iming’ tertentu. Ini sesungguhnya kondisi yang menyedihkan ketika Roh melalui seorang ‘hamba Tuhan’ terus berupa menjelaskan bahwa betapa hebat dan dahysatnya panggilan Tuhan, tapi tidak ada yang meresponi dengan segera.

 

Paulus memahami bahwa dibutuhkan doa yang ‘menarik’ belas kasih dan anugerah Tuhan (Efesus 1:15-23). Sebab hal ini tidak bisa dilakukan dengan cara – cara yang manusiawi. Bukan perkara mudah mengubah hati dan arah hidup seseorang, sangat dibutuhkan campur tangan Tuhan sendiri.

 

Doa saya, Tuhan, tolong umat-Mu, sejauh apa pun keberadaan mereka dari rencana-Mu, kiranya Engkau memampukan mereka untuk kembali melangkah mengikuti kehendak-Mu. Amin!

 

#AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus

 

____

 

Dapatkan renungan harian Ps. Steven Agustinus (text, quote & audio) setiap harinya melalui Whatsapp Anda, dengan cara mendaftarkan diri:
Nama, Kota, No Whatsapp
Kirim ke nomor 0888-6132-106

Atau langsung klik link berikut ini: https://wa.link/homdvi