Top

24 Oktober 2019

Sudut pandang yang dicetak ulang, diselaraskan dengan sifat-sifat Tuhan akan menolong kita untuk terus meresponi semua yang terjadi dan kita alami dalam kehidupan sehari-hari sebagaimana jika Tuhan sendiri yang menghadapinya.

Yesus disebutkan dalam Alkitab sebagai pribadi yang sudah menyatu dengan Bapa, mengalami kepenuhan ke-Allah-an (Yoh 10:30, Kol 2:9) hal itu disebabkan karena keberadaan Yesus juga disebut sebagai manifestasi dari firman hidup (Yoh 1:14) Artinya, jika dengan tekun kita terus menyelaraskan sudut pandang dan dasar keyakinan yang kita miliki dengan firmanNya – mengkondisikan diri untuk terus mengalami bekerjanya kuasa firman dalam kehidupan sehari-hari, otomatis kita juga akan mengalami terjadinya kepenuhan Kristus! Kita bakal disanggupkan untuk menghadapi segala peristiwa hidup sehari-hari dengan persis sama seperti Kristus sendiri!

1. Sudut pandang yang Ilahi akan menolong kita untuk menghadapi badai kehidupan dengan tenang.

Di saat badai menghantam perahu yang mereka tumpangi, Alkitab mencatat bagaimana murid-murid panik luar biasa, sedang Yesus – perwujudan dari firman yang hidup dalam diri manusia – Dia justru tertidur pulas! (Mat 8:23-27)

Badai yang menghantam perahu murid yang sedang dalam perjalanan ke Gadara dapat saya artikan sebagai ‘serangan awal’ yang coba musuh lakukan terhadap Yesus yang berniat menaklukkan legion, tapi dengan tenang Yesus menghadapi badai atau serangan musuh tersebut, bahkan menaklukkan musuh hanya dengan satu perkataan yang penuh otoritas! Dan jika kita baca perikop berikutnya, Legion segera tunduk kepada Yesus tanpa ada lagi perlawanan yang cukup berarti (Mat 8:28-34)

Tidak peduli apa pun jenis badai kehidupan yang masih harus kita hadapi, kita akan bisa menghadapinya dengan ketenangan yang bersifat Ilahi! Tidak ada yang bisa merampas damai dan sukacita kita di dalam Dia; bahkan badai kehidupan sekalipun, tidak!

2. Sudut pandang yang Ilahi akan menolong kita untuk menghadapi krisis kehidupan dengan tegar.

Masa paling sulit yang pernah Yesus alami, adalah saat Ia ada di taman Getsemani dan berkata kepada BapaNya: Kalau boleh, lalukanlah cawan ini dari padaKu… (Luk 22:39-46) Tapi dengan sudut pandang Ilahi yang Ia miliki, Ia melanjutkan doanya dengan berkata: “…Tapi bukan kehendakKu yang jadi, melainkan kehendakMulah yang jadi…”

Demikian pula jika kita membangun sudut pandang Ilahi dalam hidup kita, tidak akan ada lagi intimidasi, ketakutan atau kekuatiran yang mampu mengganggu kehidupan sehari-hari kita.

3. Sudut pandang Ilahi akan menolong kita untuk menghadapi berbagai peristiwa yang tak terduga (yang cenderung negatif) dengan penuh damai dan keyakinan.

Menurut saya, ‘peristiwa buruk’ yang paling menyakitkan yang bisa dialami oleh seseorang adalah tindakan pengkhianatan yang dilakukan oleh orang dekat yang kita miliki. Tapi dengan suatu keyakinan bahwa bagaimanapun Bapa di surga tetap mengontrol segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita dan Ia bertanggung jawab untuk mengubah semua niat jahat Musuh justru menjadi kebaikan bagi kita dan kelangsungan penggenapan rencanaNya, Yesus tetap ‘memasukkan ‘ Yudas Iskariot untuk menjadi salah satu dari antara dua belas murid!

Kehidupan yang penuh damai dan keyakinan atas kedaulatan Tuhan harus menjadi salah satu ciri utama dari kehidupan sehari-hari setiap orang percaya! Dan itu semua didapat karena membangun sudut pandang Ilahi.

4. Sudut pandang ilahi akan menolong kita untuk menghadapi berbagai luka dan efek peperangan rohani secara akurat.

Paulus secara eksplisit menegaskan tentang berbagai efek dari peperangan rohani yang harus mereka hadapi: Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa (2 Kor 4:8-9)

Jangan pernah menganggap enteng efek dari suatu peperangan rohani! Musuh tidak pernah menembakkan peluru kosong kepada kita; Musuh memang menghendaki kematian kita! Tanpa kita memiliki sudut pandang Ilahi, dengan mudah kita akan jadi pribadi yang hidup dalam depresi, ketakutan atau kuatir oleh berbagai tipu daya dan tekanan intimidasi musuh! Itu sebabnya, adalah penting untuk kita membangun sudut pandang yang kita miliki di atas dasar keberadaan Tuhan sendiri!

5. Sudut pandang Ilahi akan menolong kita untuk tidak terjebak oleh berbagai tipu daya si Jahat.

Senjata mematikan Musuh yang paling berbahaya, yang masih harus kita tanggulangi adalah tipu daya atau tipu muslihat. Dengan mudah Iblis bisa menaburkan berbagai jenis pikiran atau pemikiran ke dalam pikiran kita dan jika kita tidak cukup waspada untuk menyaring berbagai pikiran atau pemikiran yang masuk ke dalam pikiran kita, dengan mudah Musuh akan membinasakan hidup kita!

Perhatikanlah percakapan yang dilakukan Hawa dengan ular di dalam taman; dengan mudah ular membuat Hawa jadi ‘kebingungan’ dalam membandingkan dan menentukan kebenaran antara suara Tuhan dengan perkataan yang Ular katakan (Kej 3:1-6)

Dalam menjalani kehidupan sehari-hari ini, kita masih membutuhkan filter Ilahi guna menyaring berbagai tipu daya Musuh yang seringkali datang dalam rupa pemikiran atau pikiran dan perasaan yang dapat menyerongkan kita dari perjalanan destiny yang seharusnya kita jalani. Musuh tidak membutuhkan banyak, yang dia butuhkan hanyalah terjadinya ‘pergeseran kecil’, masuknya suatu keraguan atau tindakan mulai mempertanyakan keberadaan Tuhan, untuk tertabur dalam batin kita, dan itu sudah cukup!

Karena itu, pastikanlah untuk kita dengan tekun membangun sudut pandang Ilahi yang dibangun di atas dasar keberadaan Tuhan ke dalam hidup kita! #AkuCintaTuhan

Ps. Steven Agustinus