Top

24 September 2019

Message ini adalah kelanjutan dari message kemarin.

2. Pikiran kita itu sesungguhnya adalah medan pertempuran

Tuhan rindu merombak ulang pola pikir kita agar selaras dengan kebenaran (Roma 12: 1-2). Kitapun sebagai ciptaan baru mengalami adanya dorongan Roh untuk hidup dari firmanNya. Masalahnya seringkali kita masih belum alami pembaharuan akal budi sepenuhnya. Masih ada TARIK MENARIK antara kecenderungan hati yg lama yg selalu mengarahkan ke hidup yg lama dan kecenderungan hati kepada kebenaran. Disinilah pertempuran terjadi. Saat kita dipengaruhi lebih kuat oleh kehidupan yang lama, maka kitapun merasa tertindas, sulit merasakan kebebasan. Mudah merasa hambar, tertekan, merasa “down” (putus asa), sulit masuk hadirat Tuhan, dll

Namun saat kita mengarahkan pikiran kita kepada hal-hal yang menyenangkan, maka kitapun mulai merasa tenang dan seperti diangkat naik. “Think happy thought and fly….”

Jadi waspadalah pada berbagai jenis pemikiran yang lalu lalang dalam benak kita. Kalau kita mengijinkan jenis pemikiran negatif tertentu bekerja, maka pemikiran jenis itulah yang akan lebih sering lewat karena kitalah sebetulnya yang mengijinkannya! Tidak heran akan bisa melahirkan berbagai aksi yang negatif.

Sadari bahwa pikiran kita adalah sebuah WILAYAH TERITORI yang harus kita pertahankan dan kita jagai! Dengan demikian, meski fakta dan data “seakan-akan” lebih bersuara, namun kita harus belajar memilih untuk memikirkan firman kebenaran, karena dengan demikian kita belajar MENAKLUKKAN PIKIRAN kita kepada KEBENARAN. Untuk itu: diperlukan tekad dan kekonsistenan (baca: BERTEKUN) untuk membuat kita terbiasa hidup dalam cengkeraman atmosfir kemenangan.

Tidak ada pilihan lain, latihlah deklarasi firman sambil mengimajinasikan firman, sampai kita bisa merasakan atmosfir kemenangan berkobar melingkupi hidup kita. Segera ambil tindakan aktif ketika pikiran negatif datang. Dan jangan biarkan itu berlama-lama dalam pikiran kita.

3. Ketika kita belajar mendisiplin pikiran kita untuk memikirkan apa yg benar, adil, suci, mulia,dll seperti apa yang tertulis di Filipi 4:8 maka kitapun sedang mengkondisikan pikiran kita untuk selalu alami damai sejahtera, sukacita dan berkemenangan!

Sekarang saya semakin paham mengapa rasul Paulus memberi instruksi khusus untuk kita berpikir secara benar.

Filipi 4 : 8 Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.

Pikiran seperti ini akan membuat kita dapat merasakan kemenangan, semakin hari akan semakin dibawa naik dan naik di dalam hadiratNya. Efeknya kitapun akan mengalami damai sejahtera yg MELAMPAUI AKAL yg akan MEMELIHARA HATI dan PIKIRAN kita! (Filipi 4:7). Sungguh ini akan menyehatkan jiwa dan roh kita. Bahkan tubuh jasmani kitapun akan mengalami manfaatnya, karena stress dan konflik batin menjauh dari hidup kita!

Doa-doa yang kita panjatkan dengan benar (bukan doa yang agamawi dan kosong) akan menstimulus pikiran kita: menyelaraskan frekuensi pikiran kita kepada kebenaran (Filipi 4:6). Jika frekuensi roh-roh dunia bekerja di dalam pikiran dan hati kita, hasilnya adalah GELOMBANG KEKACAUAN (chaotic frequency).

Pantas saja hidup kita alami penurunan, merasa berbeban berat, sulit fokus, sulit merasa hadirat Tuhan, pesimis, kuatir, takut, mengasihani diri sendiri, atau sebaliknya, dikuasai amarah, dendam, mudah terbakar nafsu, emosi, ambisi, serakah, dll.

Maz 94:19 (VMD) Aku telah khawatir dan kacau, tetapi Engkau telah menghiburku dan membuatku berbahagia

Maz 94:19 (FAYH) TUHAN, apabila pikiranku diliputi keragu-raguan dan hatiku gelisah, tenangkanlah aku dan berilah aku penghiburan dan harapan baru.

Bandingkanlah jika FREKUENSI KEBENARAN FIRMAN bekerja di pikiran kita, hasilnya pikiran dan hati kita akan semakin sehat dan kuat! Damai sejahtera, sukacita (bahagia dan gembira), kasih dan kesetiaan-Nya kembali melingkupi kita. Optimisme akan datang, pesimisme menjauh, ROH IMAN akan dengan mudah teraktivasi dan bekerja dalam hati kita. Hidup kitapun akan memperkenan Tuhan (karena kita percaya kepadaNya). Pengharapan akan semakin kuat. Dan perkara-perkara supranatural akan lebih sering terjadi!

Efesus 3 : 20 Bagi Dialah, yang dapat melakukan JAUH LEBIH BANYAK dari pada yang kita DOAKAN atau PIKIRKAN, seperti yang ternyata dari KUASA yang bekerja di dalam kita

Pikiran yang benar akan mempengaruhi dimensi kuasa bekerja dalam hidup kita. oleh karenanya berdoa membangun manusia roh dengan meluap-luap, mendeklarasikan firman, merenungkan firman harus kita bangun menjadi gaya hidup sehari-hari. Mari praktekkan dan alami hidup yang berkemenangan setiap harinya. Amin! #AkuCintaTuhan

Ps. Steven Agustinus