24 September 2021

Efesus 6:18 (TB) dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus,

Kehidupan kita sebagai orang percaya di tengah dunia ini diibaratkan sebagai prajurit atau pahlawan iman. Jadi suka atau tidak, kita akan melewati berbagai peperangan. Namun bukan peperangan melawan darah dan daging, melainkan melawan penguasa di udara dan roh – roh jahat yang menginspirasi manusia untuk membuat sistem dunia yang ‘menyengat’ (membunuh) kehidupan manusia lainnya. Lewat berbagai macam cara ‘aliran air kematian atau sungai babel’ yang terus dialirkan, baik itu di dalam keluarga, masyarakat, maupun kehidupan berbangsa.

Oleh karenanya, kita butuh menyadari keberadaan kita sebagai prajurit perang yang memang dilatih untuk berperang. Jangan sampai kita masih mengenakan mentalitas ‘wisatawan’ yang sedang menaiki kapal pesiar di tengah dunia ini. Jika demikian, hidup kita akan ‘terkaget – kaget’ mendengar hiruk pikuk peperangan, bahkan bisa putus asa dan frustasi ketika musuh menyerang. Itulah yang sering terjadi dengan banyak orang Kristen yang tidak siap dengan kegoncangan dunia ini maupun serangan hari yang jahat, masa yang sukar, dan panah api si jahat.

Pagi ini Roh Kudus mengingatkan saya untuk senantiasa mengaktifkan ‘radar rohani’ dengan cara mendisiplin diri berdoa dalam Roh. Doa bahasa Roh yang kita panjatkan akan membangun manusia rohani kita dan membuat kesadaran akan Tuhan senantiasa terjaga, sekaligus mengenali dan menghancurkan ‘serangan musuh’ yang ada.

Pengaplikasian doa dalam bahasa Roh setiap waktu dapat dibagi menjadi 2 hal teknis :

1. Sediakan waktu untuk membangun manusia rohani secara khusus.

Berdoalah dalam Roh secara sedemikian rupa, terima impresi dan perkatakan. Kenali berbagai perasaan yang muncul. Jika ada perasaan tertekan, segera tanggulangi dengan doa dalam bahasa roh secara meluap – luap sampai rasa itu sirna digantikan sorak sorai sukacita.

Lalu jika ada perasaan kosong, segera isi dengan perkataan Tuhan atau firman yang terakhir kita terima dari Tuhan. Lalu gunakan hal itu menjadi bahan perenungan (diimajinasikan) sambil doa bahasa roh secara meluap – luap sampai roh kita berkobar.

Intinya berdoalah dalam bahasa Roh secara sedemikian rupa sampai kesadaran akan realita Tuhan bertumbuh dengan pesat. Sebab itu menandakan bahwa Roh sedang membawa kita ada dalam zona bebas iblis.

2. Berdoalah dalam Roh saat kita beraktivitas, tidak harus selalu dengan mulut kita, tapi juga bisa di dalam batin, namun jangan juga selalu berdoa di dalam batin.

Maksudnya adalah kita tidak perlu sampai jadi orang aneh yang senantiasa komat-kamit di depan orang lain. Prinsipnya saat kita doa dalam Roh dan memperkatakan Firman saat sedang beraktivitas, sesungguhnya kita sedang terus membangun kesadaran akan Tuhan, sekaligus menghancurkan pekerjaan musuh yang tertangkap oleh radar manusia roh kita.

Dengan demikian hal itu tidak hanya berdampak untuk diri kita, melainkan juga bagi orang – orang sekitar kita yang beroleh ‘pagar perlindungan’ dari doa – doa yang kita panjatkan. Secara tidak langsung juga kapasitas manusia roh kita sedang diperbesar oleh Roh Kudus untuk menelan maut dalam kemenangan!!

Saya percaya, doa dalam bahasa Roh memiliki maksud serta fungsi yang mendalam. Dalam peperangan hal tersebut dapat kita gambarkan sebagai senjata perang multiguna untuk menghancurkan apa pun pekerjaan musuh yang ingin mendekati diri kita!! Sehingga kita dapat menikmati kehidupan yang bebas dari zona iblis, dosa, dan maut. Serta menikmati kehidupan yang penuh kebenaran, damai sejahtera, serta sukacita senantiasa! Amin!

#AkuCintaTuhan

Ps. Steven Agustinus

________

Dapatkan renungan harian Ps. Steven Agustinus (text, quote & audio) setiap harinya melalui Whatsapp Anda, dengan cara mendaftarkan diri:
Nama, Kota, No Whatsapp
Kirim ke nomor 0888-6132-106