Top

25 Agustus 2018

Betapa penting kita menjaga hati yang tulus/murni mencintai Tuhan dan sesama. Karena pada saat kita mulai bersentuhan/diperlengkapi dengan berbagai karunia Roh, maka keberadaan diri kita akan menjadi senjata kebenaran yang sangat membahayakan. Tapi sebaliknya, bisa juga menjadi senjata kelaliman yang merusak hidup banyak orang jika kita tidak lagi murni mencintai Dia! Artinya hidup kita tidaklah berguna bagi KerajaanNya!

Itulah yang terjadi pada jemaat Korintus (1 Kor 13) Ada cukup banyak dari antara mereka yang bergerak atas nama karunia Roh, tapi motivasi dan roh yang mendorong mereka tidak lagi murni. Akibatnya mereka justru merusak tatanan kehidupan berjemaat yang ada. Mereka melayani bukan lagi untuk kepentingan Tuhan, melainkan kepentingan diri sendiri demi mencari keuntungan, ketenaran, dan memuaskan keinginan daging! Paulus mengatakan bahwa mereka sama sekali tidak berguna!

Oleh karena itu Paulus harus memberi penjelasan secara detail mengenai manifestasi dari kasih yang murni (1 Kor 13: 4-8) Denyan tujuan agar jemaat Korintus bisa kembali kepada kemurnian kasih ilahi yang menjadi dasar/penggerak melayani Tuhan dan sesama (2 Kor 1:12, 2 Kor 6:1-10)

Saya percaya, suratan Korintus menjadi peringatan untuk kita semua – termasuk juga untuk saya secara pribadi. Agar saya bisa terus melihat kedalaman hati saya, dan senantiasa membenahi kalamana hati ini mulai dicemari oleh berbagai motivasi yang tidak murni. Dan terus mendengar serta taat kepada Roh Kudus yang berbicara melalui hati nurani dan berbagai sarana lainnya untuk memberi tahu kondisi hati saya yang sesungguhnya dihadapan Tuhan.

Karena semakin kita diperlengkapi oleh Tuhan dengan berbagai karunia Roh, maka semakin berbahaya kehidupan kita. Jika kita terus murni dalam kasih ilahi, maka kita berbahaya bagi musuh/iblis. Tapi jika tidak lagi murni, maka kita akan jd sangat berbahaya bagi kehidupan berjemaat (bisa menyesatkan kehidupan banyak orang)

Doa saya : Roh Kudus tolong saya, agar setiap pagi dan setiap waktu saya mendisiplin diri untuk mengadakan pemeriksaan hati. Tegur saya, koreksi saya, dan berikan saya roh pertobatan sehingga saya tidak perlu berbantah – bantah terhadap teguran Roh Kudus dalam diri saya.

Karena yang terpenting bagi saya adalah kasih terhadap Tuhan terus berkobar dan menyala, sehingga kesadaran akan realita Tuhan terus menyertai perjalanan iman ini. Tanpa realita Tuhan, saya bukan siapa – siapa dan tidak bisa berbuat apa – apa. Tanpa realitaMu saya hanya akan menjadi inisiator (bergerak tanpa perintah/arahan dan tujuan ilahi)

Tapi dengan realita hadiratMu, saya akan menjadi eksekutor (melakukan kehendakNya karena ekspresi kasih dan ketaatan dalam mendengar suara Tuhan) Kobarkanlah cinta terhadap Tuhan – lebih lagi, biar itu melimpah dalam batinku. Sehingga kelimpahan yang ada dapat menjamah kehidupan banyak orang dan membawa mereka alami perjumpaan dengan kasih Bapa!! #AkuCintaTuhan

Ps. Steven Agustinus