Top

25 Februari 2020

 

1 Timotius 6:12 (TSI2) Seperti orang yang bertekun melatih diri untuk pertandingan olahraga, seperti itulah kamu berjuang keras supaya kamu tetap percaya penuh kepada ajaran benar. Berjuanglah untuk mendapatkan hadiah kemenangan sesuai dengan panggilan Allah di dalam dirimu— yaitu hidup selama-lamanya. Ingatlah bahwa kamu tidak malu mengakui keyakinanmu itu di hadapan orang banyak.

 

1 Korintus 9:24-27 (TB) Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya! Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi. Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul. Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.

 

2 Timotius 2:5 (TB) Seorang olahragawan hanya dapat memperoleh mahkota sebagai juara, apabila ia bertanding menurut peraturan-peraturan olahraga.

 

1 Korintus 14:4 (TB) Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri, tetapi siapa yang bernubuat, ia membangun Jemaat.

 

Dari ayat – ayat di atas saya mendapati bahwa Paulus terus menggambarkan kehidupan iman orang percaya yang harus dibangun seperti cara para olahragawan. Itulah yang Paulus lakukan dan juga terapkan kepada Timotius, ia membangun manusia rohnya sedemikian rupa dan juga melatih atau mendisiplin tubuhnya untuk senantiasa berasosiasi dengan pekerjaan Roh dan Firman.

 

Dari hal itu saya mendapatkan tekad dan hasrat yang baru untuk membangun manusia roh saya sedemikian rupa dengan berkata – kata dalam bahasa roh. Saya mendengarkan dengan seksama doa bahasa roh yang saya perkatakan, saya ekspresikan dengan sungguh – sungguh pekerjaan Roh yang ada dalam batin saya. Saya berdoa sampai aliran air hidup terpancar dengan deras dan realita hadirat-Nya mencengkeram dengan kuat. Tidak ada cara lain, itulah jalan satu – satunya untuk kita bisa mengalami realita Tuhan tinggal tetap dalam batin kita. Sehingga hidup kita dapat berfungsi menjadi roh yang menghidupkan dalam hidup sehari – hari.

 

Sekian waktu lamanya orang percaya menunggu datangnya pekerjaan Roh dan Firman lalu menjadi sangat pasif. Tapi melalui apa yang Paulus sampaikan, ternyata kemajuan iman kita sangat ditentukan oleh keagresifan kita dalam membangun manusia roh. Semakin agresif maka semakin bertumbuh. Semakin melatih diri dengan sungguh – sungguh (doa dalam bahasa roh dan memperkatakan firman) maka semakin kuat dan perkasa dalam menjalani hidup sehari – hari. Itulah jalan satu – satunya.

 

Pagi ini saya berketetapan untuk kembali berfokus membangun manusia roh sedemikian rupa. Karena Tuhan mau menyatakan Diri-Nya melalui hidup saya (membangun hidup banyak orang) Tidak ada jalan pintas, itu jalan satu – satunya!! Keadilan Tuhan akan berlaku secara nyata bagi umat-Nya! Siapa yang dengan tekun terus membangun manusia roh dalam hidupnya, akan alami Tuhan membawanya mengalami lompatan-lompatan terobosan besar dalam hidupnya! #AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus

 

Bagi saudara pengguna Instagram, ikuti aku IG terbaru Ps. Steven Agustinus di @psstevenpersonal
Gbu