Top

25 Maret 2020

Yehezkiel 47:9 (TB) sehingga ke mana saja sungai itu mengalir, segala makhluk hidup yang berkeriapan di sana akan hidup. Ikan-ikan akan menjadi sangat banyak, sebab ke mana saja air itu sampai, air laut di situ menjadi tawar dan ke mana saja sungai itu mengalir, semuanya di sana hidup.

 

Seharusnya setiap orang percaya mengalami adanya aliran air hidup yang memancar dari dalam batinnya karena Alkitab mencatat bahwa dari dalam batin kita yang percaya, akan ada aliran-aliran air hidup (Yohanes 4:10-14, 7:38-39, 1 Korintus 3:16). Dan seharusnya, ke mana saja aliran air hidup itu mengalir, semua yang berinteraksi dengan aliran air hidup dalam batin kita tersebut akan alami adanya interaksi dengan kehidupan Ilahi yang membuat keberadaan mereka jadi berubah! Sama seperti kala seseorang ada dalam suatu ruangan yang gelap dan tiba-tiba ada orang lain yang datang dan menyalakan lampu dalam ruangan tersebut! Kegelapan seketika sirna!

 

Untuk sesaat, saya bertanya-tanya kepada Roh Kudus, mengapa hal tersebut hampir tidak pernah kita jumpai menjadi kesaksian hidup dari orang-orang percaya? Mengapa ada begitu banyak orang yang berinteraksi dengan kehidupan orang percaya dan berakhir dengan kehidupan mereka tetap sama? Tidak ada perubahan hidup sama sekali! Tidak ada aliran air hidup yang menjamah dan mengubahkan kehidupan orang.!

 

Roh Kudus membawa saya untuk menelaah dari firman, mengapa aliran air hidup dalam kehidupan orang percaya seperti tersumbat? Apa yang menyumbat aliran air hidup tersebut? Padahal itulah aspek Ilahi yang membuat kita berbeda dari orang-orang lain.

 

1. Aspek menyimpan ganjalan di dalam hati.

 

Matius 5:43-45 (TB) Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.

 

Matius 6:14-15 (TB) Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.”

 

Matius 18:21-22 (TB) Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?” Yesus berkata kepadanya: “Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.

 

Ayat-ayat di atas secara gamblang menegaskan bahwa jika hati kita terus menyimpan ganjalan terhadap orang lain, maka otomatis kualitas hubungan kita dengan Bapa pun jadi terganggu! Bahkan kita jadi ‘hidup di dalam dosa yang kita ciptakan sendiri’, dan itulah yang menyumbat aliran air hidup dalam batin kita!

 

Iblis dan sistem dunia yang jahat ini sedang terus ‘melatih’ dan mencetak kita menjadi sosok pribadi yang terus hidup dalam dosa – menyimpan kesalahan orang lain, kekecewaan, kebencian dan kepahitan hati terhadap orang yang kita anggap bersalah kepada kita atau bertanggung jawab atas berbagai hal tidak adil yang kita alami.

 

Percayalah, selama kita terus membiarkan ganjalan dalam hati dan gejolak emosi negatif ini terus berkecamuk dalam batin kita, maka tidak akan pernah ada lagi aliran air hidup yang bakal kita miliki. Semua akan jadi tersumbat, batin kita mengalami kekeringan, hati kita pun jadi makin bertambah keras dan tentunya berujung pada kematian rohani!

 

Tidak ada alternatif lain, pastikan roh pertobatan kembali bekerja dalam batin kita! Lakukan pemberesan hati. Segera lepaskan pengampunan terhadap orang-orang yang kita anggap telah menyakiti hati kita dan lupakanlah ganjalan, kekecewaan atau sakit hati yang ada. Mintalah Roh Kudus untuk menolong kita jadi seperti Bapa di sorga yang juga telah mengampuni sekaligus melupakan semua kesalahan yang pernah kita lakukan. #AkuCintaTuhan

 

Message ini masih akan berlanjut besok.

 

Ps. Steven Agustinus

 

(Bagi Anda pengguna Instagram, ikuti IG terbaru Ps. Steven Agustinus di @psstevenpersonal – Gbu)