Top

25 Mei 2018

Musuh akan terus berupaya mengacaukan frekuensi rohani kita yang tertuju ke surga dengan berbagai macam cara. Kesadaran akan realita Tuhan ingin dibuat pudar, menipis, dan akhirnya hilang dari dalam diri kita. Sehingga diri kita menjadi terhanyut dalam situasi keadaan yang dimanfaatkan oleh si jahat. Pada situasi seperti itu biasanya kita akan mudah marah, jengkel, kesal, atau berpikir banyak hal negatif. Akhirnya energi kita seperti tersedot memikirkan dan mengurusi hal – hal yang bukan esensi, bahkan duniawi, dan lahiriah!

Oleh karenanya kita harus segera sadar, dan jangan mau terbawa suasana situasi atau keadaan. Apa saja kondisi yang membuat kesadaran akan realita Tuhan menipis, kita harus segera sadar dan cepat bertindak. Segera keluar dari “perangkap” musuh. Perdengarkan SUARA TUHAN lewat mulut kita:

1. Segera bermazmur dan menyembah Tuhan. Nyanyikanlah suatu pujian tertentu. Atau menyembahlah dalam bahasa roh.

2. Doalah dalam bahasa roh. Fokus membangun frekuensi rohani kita untuk kembali tertuju pada realitaNya! Lakukan ini sampai roh kita kembali bergelora!!

3. Siapkan waktu khusus untuk merenungkan dan memperkatakan firman sampai roh kita kembali berkobar-kobar! Minta Roh Kudus menyingkapkan kebenaran firman tertentu kepada kita. Dan pakai itu sebagai bahan deklarasi sampai kita bisa merasakan hadirat Tuhan kembali mencengkeram batin kita!
Prinsipnya jangan tinggal diam! Suara Tuhan yang kita lepaskan lewat mulut kita memainkan peranan yang sangat penting:

Mazmur 29:3-9

Suara TUHAN di atas air, Allah yang mulia mengguntur, TUHAN di atas air yang besar (Mampu mengatasi segala jenis kekacauan).
Suara TUHAN penuh kekuatan, suara TUHAN penuh semarak (Menyuntikkan kekuatan, semangat, sukacita, ke dalam hidup seseorang)
Suara TUHAN mematahkan pohon aras, bahkan, TUHAN menumbangkan pohon aras Libanon (Mengatasi kekuatan yang paling kokoh sekalipun)
Ia membuat gunung Libanon melompat-lompat seperti anak lembu, dan gunung Siryon seperti anak banteng (Membawa perubahan pada sifat dasar manusia)
Suara TUHAN menyemburkan nyala api (Menularkan keilahian pada orang lain)
Suara TUHAN membuat padang gurun gemetar, TUHAN membuat padang gurun Kadesh gemetar (Membawa dampak yang sangat kuat, bahkan di dalam kekosongan hidup yang sedang dialami seseorang)
Suara TUHAN membuat beranak rusa betina yang mengandung, bahkan, hutan digundulinya; dan di dalam bait-Nya setiap orang berseru: “Hormat!” (Mewujudkan impian dan angan – angan seseorang)

Roh Kudus terus ingatkan saya untuk mendisiplin diri menggunakan mulut ini dalam memperkatakan suara Tuhan! Sehingga frekuensi rohani ini tetap tertuju kepada realita dan firmanNya. Kondisi keadaan apapun juga tidak dapat mendistract kehidupan dan hati kita!#AkuCintaTuhan

Ps. Steven Agustinus