Top

25 November 2019

Jika kita mengamati kehidupan tokoh-tokoh Alkitab, mereka semua sesungguhnya hanyalah manusia biasa yang penuh kelemahan dan keterbatasan – persis seperti kita semua! Yang menyebabkan mereka menerima kemampuan untuk melakukan hal-hal besar dan mempengaruhi generasi mereka adalah karena mereka mengalami beberapa peristiwa supernatural yang membuat mereka terhubung dengan dimensi ke-Allah-an yang memang mereka butuhkan sebagai jawaban bagi generasi mereka.

 

Misalkan: Untuk Abraham dan Sara menaklukkan kelemahan lahiriah mereka (mereka tidak bisa memiliki anak), mereka harus terhubung dengan keberadaan Tuhan yang memulai segala sesuatu (Jehova/ Yahweh) – the existing One (Yang Ada), Allah sumber, inti, awal dari segala sesuatu (Kejadian 15:7).

 

Untuk Yosua menaklukkan tembok Yerikho, dia membutuhkan manifestasi pewahyuan tentang Jehova Tseba’oth – Allah sebagai Panglima balatentara Tuhan (Yos 5:14) dan manifestasi tentang keberadaan Jehova Tseba’oth inilah yang kemudian diakses kembali oleh Daud saat ia harus menaklukkan Goliat (1 Sam 17:45).

 

Hal ini disebabkan karena memang pada dasarnya manusia diciptakan oleh Tuhan dengan dua unsur dasar yang berbeda: dari debu tanah dan hembusan nafas-Nya (Kejadian 2:7). Dengan Tuhan mempergunakan debu tanah sebagai salah satu unsur dari keberadaan manusia, kita jadi bisa bergerak dan beraktivitas secara bebas di alam lahiriah ini; dan unsur hembusan nafas Tuhan memberikan kemampuan untuk kita dapat berinteraksi secara leluasa terhadap berbagai dinamika dan aktivitas yang terjadi di alam rohaniah!

 

Permasalahan terbesar yang menyebabkan manusia seperti kehilangan kemampuan untuk berinteraksi dengan alam rohaniah dan menikmati keuntungan-keuntungan besar dari interaksi tersebut adalah karena kejatuhan manusia dalam dosa telah mengkondisikan manusia kebanyakan jadi terfokus hanya kepada hal-hal lahiriah belaka. Akses terhadap unsur paling mendasar dari kehidupan yang sesungguhnya ‘telah ditutup’ oleh Tuhan (Kejadian 3:23-24). Akibat dosa, manusia seperti dikondisikan atau dipaksa untuk hidup dengan mengandalkan kekuatan lahiriah atau kecakapan tangannya sendiri – yang tentu saja membuatnya jadi penuh keterbatasan dan kelemahan.

 

Meski pada dasarnya, kepekaan manusia terhadap hal-hal rohani atau supernatural tidak pernah hilang (Kejadian 3:8, Ayub 4:15) tapi kemampuan untuk secara penuh memanfaatkan berbagai dimensi rohani yang berdaya cipta dan mampu mempengaruhi alam lahiriah ini seperti ‘terpenjara atau terpasung’ sesuatu!

 

Itu sebabnya, melalui korban penebusan Kristus, keberadaan kita sebagai orang percaya terus dibangun ulang dengan kuasa firman dan Roh untuk kembali dapat dihubungkan dengan berbagai dimensi Ilahi yang ada dalam alam roh guna memberi kita posisi yang sama seperti keberadaan Adam sebelum jatuh dalam dosa atau sama seperti keberadaan Yesus saat ia hidup dalam dunia ini sebagai manusia!

 

Roma 5:17 (TB) Sebab, jika oleh dosa satu orang, maut telah berkuasa oleh satu orang itu, maka lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus.

 

Akses terhadap ‘pohon kehidupan’ kembali dibuka bagi setiap orang yang percaya; akses untuk melakukan hal-hal besar di generasi kita telah Tuhan sediakan bagi kita! #AkuCintaTuhan

 

Message ini masih akan berlanjut besok.

 

Ps. Steven Agustinus