Top

25 Oktober 2018

Hari ini Roh Kudus mengajak saya untuk melanjutkan perenungan mengenai kisah Yesus yang berjalan di atas air, saya membaca kisah ini dari Injil Matius (14:22-33), Markus (6:45-52) dan Yohanes (6:16-21). Roh saya begitu bergelora ketika meneliti kisah ini! Berikut hal-hal yang saya dapati dan sedang terus saya bangun menjadi logika ilahi dalam hidup saya:

1. Ketika saya menghadapi fakta negatif secara lahiriah, Dia tahu apa yang saya alami, Dia memperhatikan kondisi saya, dan Dia melangkah mendatangi saya!

Markus 6:48 (TB) Ketika Ia melihat betapa payahnya mereka mendayung karena angin sakal, maka kira-kira jam tiga malam Ia datang kepada mereka berjalan di atas air dan Ia hendak melewati mereka.
(kata ‘melihat’ diambil dari kata Yunani: Horao yang berarti: memperhatikan, memahami)
Yesus memperhatikan bagaimana para murid begitu susah payah berusaha melawan fakta lahiriah yang bertiup melawan mereka. Melihat mereka kepayahan, Yesus datang kepada mereka dengan berjalan di atas air.
Woww, tiba-tiba Roh Kudus membuka pengertian saya, Yesus sengaja mendatangi mereka dengan berjalan di atas air (sesuatu yang supranatural), karena Ia bertujuan ingin mengingatkan mereka kembali mengenai kebesaran dan kedaulatan Tuhan di atas segala sesuatu yang natural/alamiah!
Lebih lanjut dikatakan bahwa Tuhan berniat untuk melewati mereka. Kata ‘melewati’ diambil dari kata Yunani ‘Parerchomai’ yang berarti: to be averted, to turn away one’s eyes or thoughts (memalingkan mata atau pikiran seseorang); to come near (mendatangi, mendekati).
Fakta lahiriah masih memiliki ruang sebegitu ‘kuatnya’ dalam pikiran para murid, membuat mereka menjadi takut. Tetapi Yesus tidak diam! Ia mendekati mereka, hendak membuat mata dan pikiran mereka kembali tertuju hanya kepada Yesus, bukan pada fakta lahiriah! (Ibr 12:1-2)
Dimensi kasih setia Tuhan mengalir memenuhi batin saya ketika Roh Kudus membukakan pengertian dari ayat Firman ini, bahkan kalaupun level saya masih di kondisi sangat dipengaruhi oleh fakta lahiriah, Dia melakukan sesuatu untuk mengalihkan mata saya yang tadinya terfokus kepada apa yang duniawi/ fakta lahiriah yang ada, untuk kembali melihat Dia yang berdaulat dan berkuasa atas alam semesta!

2. Tanpa membangun logika ilahi, saya akan cenderung memberikan respon yang berkebalikan dengan apa yang Tuhan kehendaki.

Matius 14:26 (TB) Ketika murid-murid-Nya melihat Dia berjalan di atas air, mereka terkejut dan berseru: “Itu hantu!”, lalu berteriak-teriak karena takut.
(Kata ‘melihat’ diambil dari kata Yunani: ’Eido’ yang berarti melihat dengan mata pikiran, berdasarkan indera mereka)
Dari bagian Firman ini, saya mendapati bahwa saya akan cenderung memberikan respon yang sama sekali berkebalikan dengan apa yang Tuhan kehendaki ketika saya tidak bertekun membangun logika ilahi di dalam kehidupan saya, karena tanpa membangun logika ilahi, saya akan selalu melihat Dia dengan mata pikiran saya yang belum diperbaharui. Seperti pada bagian Firman ini, Tuhan datang untuk memberikan mereka ketenangan dan pengharapan, tetapi mereka malah ketakutan. Saya mau pastikan kekonyolan yang sama tidak terjadi dalam hidup saya!

3. Keaktifan saya dalam meresponi suara Tuhan mengkondisikan diri saya jadi menerima Firman untuk berjalan di atas kemustahilan!

Mat 14:27-29 (TB) Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!” Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: “Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air.” Kata Yesus: “Datanglah!” Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus.
(Kata ‘Tenanglah’ berasal dari kata Yunani ’Tharseo’ yang merupakan bentuk perintah untuk menguatkan hati dan kembali memiliki keberanian)
(Kata ’menjawab’ berasal dari kata Yunani ’Apokrinomai’ yang memiliki arti: aktif menjawab, berkata-kata, meresponi, melanjutkan)
Saya mau pastikan saya terus meresponi setiap Firman yang datang atas hidup saya secara aktif dengan terus memperkatakannya, karena saya menangkap bahwa setiap Firman yang Dia lepaskan bertujuan membawa saya berpindah ke duniaNya! Dunia yang terbentuk hanya oleh FirmanNya, tidak akan bisa tergoncangkan, dunia yang membawa saya menembus berbagai keterbatasan dan kemustahilan untuk menyatakan kemuliaanNya melalui kehidupan sehari-hari saya!#AkuCintaTuhan
Ps. Steven Agustinus

Message ini masih akan berlanjut besok…