25 Oktober 2021

Menjelang pagi tadi, saya menerima suatu mimpi profetik. Di dalam mimpi tersebut, saya mengetahui bahwa kita sedang diundang untuk mengikuti suatu pesta akbar yang diadakan di suatu tempat tertentu. Namun sayangnya, kita seperti sedang sibuk melakukan urusan masing-masing. Sementara kita sudah harus segera berangkat karena tempat tujuan tersebut membutuhkan waktu tempuh yang cukup jauh. Apabila tidak berangkat dari sekarang, maka pasti akan terlambat.

Pendek kata, ada banyak di antara kita yang diundang namun belum siap berangkat. Sementara konyolnya lagi, saya tidak bisa berangkat seorang diri sekalipun saya sudah siap. Sebab keberangkatan ke pesta akbar tersebut tidak boleh dijalani secara individual, namun harus secara korporat. Itulah sebabnya, saya menjadi gelisah karena harus menunggu satu dengan yang lainnya sebelum bisa berangkat.

Dan tidak berapa lama akhirnya saya pun terbangun dari tidur saya. Sementara merenungkan hal itu, saya meminta Roh Kudus menjelaskan apa yang menjadi maksud dari mimpi tersebut dan memohon arahan-arahan-Nya.

Saya pun menerima pemahaman bahwa sesungguhnya semua kita sedang diundang untuk menghadiri sebuah pesta akbar yang merupakan momen untuk terjadinya pencurahan Roh Kudus pada hari-hari yang terakhir ini, sebagaimana yang sudah dinubuatkan oleh firman (Yoel 2:28).

Dia menghendaki untuk kita sebagai gereja-Nya, dapat bertindak sebagai pemeran utama untuk menerima pencurahan Roh Kudus yang akan menjangkau dan menjamah kehidupan banyak orang yang akan berinteraksi dengan kita.

Tapi permasalahannya, ada banyak di antara kita yang seperti belum siap untuk mengalami momen ilahi tersebut. Oleh karena berbagai kesibukan kita seperti sibuk melakukan urusan diri sendiri, sibuk mengejar cita-cita dan ambisi pribadi, masih suka hidup sesuka diri kita sendiri, mengejar kesuksesan yang duniawi dan masih banyak alasan lain yang membuat kita menjadi tidak pernah siap untuk berada di tempat di mana Tuhan akan mencurahkan Roh-Nya.

Ketidaksiapan kita telah membuat diri kita sering melewatkan berbagai momen ilahi sehingga rencana dan kehendak Tuhan tidak terjadi melalui diri kita. Sementara Tuhan tidak menghendaki kita sebagai gereja-Nya hanya menjadi penonton belaka, melainkan harus menjadi pemeran utama, seperti ketika murid-murid menerima pencurahan Roh di atas loteng Yerusalem (Kisah Para Rasul 2).

Oleh sebab itu, Tuhan menghendaki agar kita bisa berada di waktu yang tepat dan di tempat di mana Tuhan berada – di tempat yang Tuhan sudah tentukan untuk kita, yaitu di Sion, gunung rumah Tuhan yang kudus, di mana realita keberadaan Tuhan yang selalu hadir dan nyata mencengkeram hidup kita.

Pastikan kita tidak menjadi individu yang ‘sibuk sendiri’. Pastikan kita menjadi pribadi yang ‘aware’ atau waspada terhadap apa yang sedang terjadi di alam roh, dan waspada dengan apa yang menjadi agenda Tuhan bagi kita, gereja-Nya serta memberikan respon yang sepatutnya.

Saya berdoa, biarlah mimpi profetik yang saya terima tersebut dapat menjadi suatu ‘warning’ bagi kita semua. Pastikan kita sudah mempersiapkan diri untuk menjadi partner kerja Tuhan di bumi ini. Menjadi alat untuk Dia pakai dalam mengkondisikan terjadinya pencurahan Roh ke atas semua manusia.

#AkuCintaTuhan

Ps. Steven Agustinus

_________

Dapatkan renungan harian Ps. Steven Agustinus (text, quote & audio) setiap harinya melalui Whatsapp Anda, dengan cara mendaftarkan diri:
Nama, Kota, No Whatsapp
Kirim ke nomor 0888-6132-106

Atau langsung klik link berikut ini:
https://wa.link/homdvi