Top

26 Agustus 2019

Roh Kudus kembali mengingatkan saya untuk terus fokus dan tidak ter-distract oleh segala sesuatu yang membuat pikiran tidak lagi terarah memikirkan hal – hal yang dari Roh. Karena “distraction” (pengalihan isu/ fokus) merupakan upaya musuh untuk menyumbat aliran air hidup agar tidak terpancar dari dalam batin kita. Saat itu tersumbat, maka hidup kita akan kembali jadi manusiawi, kedagingan, dan agamawi.

 

Seringkali kita mudah tertipu oleh pekerjaan musuh tersebut. Dengan gampangnya pikiran kita menjadi sibuk memikirkan hal – hal yg manusiawi daripada memikirkan hal – hal yang dari Roh. Karena satu dua peristiwa, atau kondisi, serta keadaan yang muncul disekitar kita, maka kita menjadi mudah teralihkan.

 

Roh Kudus mengingatkan saya: Jangan tertipu oleh pekerjaan musuh. Tanda kita sedang tertipu adalah: Pikiran kita yang mulai beralih dan tidak lagi memikirkan hal – hal yang dari Roh. Hati – hati terhadap tipu daya itu.

 

Dari apa yang Roh Kudus katakan di atas, saya jadi sadar, bahwa peperangan kita yg sesungguhnya bukanlah melawan darah dan daging. Tiap hari kita sedang berperang melawan tipu daya iblis. Dan peperangan itu ada dalam PIKIRAN. Saat kita bisa BERFOKUS MEMIKIRKAN HAL – HAL YANG DARI ROH, dan memastikan ALIRAN – ALIRAN AIR HIDUP TETAP TERPANCAR, MAKA SESUNGGUHNYA KITA SEDANG ADA DALAM ROH YANG BERKEMENANGAN. Dan hidup kita pasti jadi ILAHI.

 

Lihat saja saat kita mulai memanifestasikan kedagingan dan kemanusiawian, itu pasti berawal dari pikiran yang memikirkan hal – hal yang dari daging dan manusiawi. Perhatikan saja saat kita memanifestasikan kehidupan yg ilahi, itu juga berawal dari pikiran yang memikirkan hal – hal yang dr Roh!

 

Roma 8:5 (TB) Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh.

 

Jadi untuk terus memanifestasikan keilahianNya, harus dimulai dari tekad untuk memenangkan peperangan dalam pikiran ini setiap hari; dan menguasai pikiran kita dengan kebenaranNya!

 

Yosua 1:8 (TB) Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.

 

Tuhan itu dari dahulu konsisten. Dari dahulu Ia sudah berkata pada Yosua, bahwa peperangan sejati ada di dalam pikiran. Saat Yosua memenangkan peperangan di dalam pikiran dengan cara merenungkan dan memperkatakan firman, maka peperangan di alam lahiriah hanya tinggal mengikuti saja. Yang lahiriah akan menyelaraskan diri dengan yang ilahi. Maut ditelan dalam kemenangan!

 

Bagian kita saat ini adalah bertekad dan bertekun utk merenungkan dan memperkatakan firman. Selebihnya, Roh Kudus yang akan menolong dan memimpin kita berjalan dalam kebenaran (keilahianNya) #AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus