25 April 2018

Ada banyak orang yang karena memiliki sikap hati berani mati-matian, gila-gilaan dan habis-habisan mengejar realita Tuhan, pada akhirnya Tuhan mengangkat mereka untuk menjadi pemimpin; tujuannya adalah memastikan agar orang-orang lain yang Tuhan kirim untuk ada di bawah pengayomannya juga dapat di kondisikan agar jadi sama gila-gilaan, mati-matian dan habis-habisan dalam mengasihi Tuhan & mengejar penggenapan rencanaNya. Tapi seringkali yang terjadi justru sebaliknya; ketika sang pemimpin mulai menjalankan fungsi kepemimpinannya, ada saja pergumulan, tantangan, konsekwensi & konfrontasi yang harus ia hadapi.

Tidak sedikit pemimpin yang awalnya memiliki kobaran api revival dalam hidupnya, jadi ter-distract oleh karena berbagai tantangan, konsekwensi & konfrontasi yang ia alami sehingga lambat laun, api revival dalam hidupnya-pun jadi memudar dan akhirnya padam. Ada banyak pemimpin yang hari-hari ini terus melibatkan diri dalam dunia pelayanan hanya sebagai seorang profesional atau hanya sebagai seseorang yang karena tanggung jawab maka ia melakukan kewajiban pelayanannya – tidak ada lagi sukacita melayani, tidak ada lagi kobaran api Roh Kudus yang menggerakkan hidupnya…

1. Target utama Iblis adalah ‘menyumbat’ aliran air hidup dari dalam hidup setiap orang percaya/ pemimpin

Aliran air hidup inilah yang membuat setiap orang percaya jadi ‘hidup & bersuka’ (Maz 46:4-5) Tanpa kehidupan Ilahi, semua yang kita lakukan jadi hanya berupa rutinitas & keagamawian belaka; tanpa kesukaan yang dari Tuhan, apapun yang kita lakukan hanya akan jadi beban belaka.

Itulah sebabnya target utama Iblis adalah memastikan aliran air hidup dalam batin orang-orang percaya/ para pemimpin bakal tersumbat! Berbagai tantangan, konfrontasi ataupun konsekwensi negatif di manfaatkan oleh Musuh untuk mengalihkan perhatian orang percaya/ pemimpin dari menjagai & terus menumbuhkan level kedalaman aliran air hidup di dalam batinnya jadi berfokus untuk membereskan berbagai permasalahan dan tantangan yang datang. Padahal jika kita terus berfokus untuk menumbuhkan level kedalaman pekerjaan Roh dalam hidup kita, otomatis kuasa anugerah juga akan teraktifasi dan dengan anugerah, tidak ada yang tidak bisa kita hadapi/ bereskan. Tuhan sendiri sudah menjanjikan bahwa meskipun musuh bersatu jalan dalam memerangi kita, tapi Tuhanlah yang akan berperang bagi kita! Dan Dia akan membuat semua musuh tersebut bertujuh jalan berlari menyelamatkan diri (Ul 28:7)

2. Seringkali dasar keyakinan yang belum terlalu kokoh & masih belum akurat yang dimiliki oleh orang percaya/ pemimpin ikut memainkan peranan untuk membuat pemimpin yang bersangkutan jadi terkecoh oleh berbagai fakta negatif yang terus ‘berdatangan’

Disinilah dibutuhkan kesadaran akan realita Tuhan yang lebih lagi; didalam hadiratNya, Roh Kudus akan mengoreksi berbagai dasar keyakinan/ konsep pikir salah yang masih kita miliki. Seringkali Tuhan mengijinkan datangnya berbagai tantangan/ konfrontasi karena masih adanya area-area hidup kita yang belum akurat. Jadi Iblis memanfaatkan ketidak akuratan yang masih ada dalam hidup kita dengan tujuan untuk ‘menghantam & menghancurkan’ apa yang sedang kita lakukan bagi Tuhan. Tapi Bapa kita tidak akan membiarkan Iblis melakukan apa yang ia mau lakukan; Bapa justru membalikkan rencana jahat Iblis untuk jadi kebaikan bagi kita!¬†

Bersyukurlah kalau ada musuh yang datang bertubi-tubi, karena artinya Bapa memberikan ada suatu kesempatan untuk kita memperbaiki diri, mengkondisikan diri jadi lebih akurat! Jangan takut dengan serangan musuh karena bagaimanapun juga kedaulatan kuasaNya akan tetap berlaku atas kita! Datanglah ke hadiratNya, bersihkan batin kita dari berbagai kecamuk emosi dan saat keheningan ruang tahta mulai memasuki batin kita, mintalah untuk Roh Kudus menyelaraskan hidup kita dengan firmanNya. Apa yang masih belum akurat, beresi dalam hadiratNya; apa tindakan lahiriah yang harus kita lakukan, lakukanlah dengan segenap hati.

Mintalah janji firmanNya dan perkatakan itu, nubuatkan hal tersebut sampai kembali ada kobaran api RohNya dalam batin kita. Itu adalah sinyal pertanda dari Tuhan bahwa Dia sedang bergerak untuk membereskan apa yang perlu di bereskan. Jangan terjebak dalam tipu daya Iblis sehingga kita jadi kehilangan aliran air hidup yang harus terus memancar dari dalam batin kita! Dari aliran air hidup itulah kita akan menerima anugerah demi anugerah yang memposisikan kita jadi menaklukkan Mamon dan pada saat yang sama, mengkondisikan hidup kita selalu jadi solusi bagi orang-orang di sekitar kita…#AkuCintaTuhan

Ps. Steven Agustinus