Top

26 Februari 2020

 

Lukas 10:38-42 (TB) Ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di sebuah kampung. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya. Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya, sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: “Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku.” Tetapi Tuhan menjawabnya: “Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.”

 

Dari perikop di atas ada beberapa pelajaran rohani yang saya dapatkan:

 

1. Kehadiran Tuhan menuntut respon yang akurat.

 

Yaitu memfokuskan hati dan pikiran untuk hanya tertuju kepada Dia, bukan pada yang lain. Dan daya fokus kita harus diarahkan dengan segenap hati, jiwa, dan kekuatan hanya kepada Dia.

 

2. Seringkali kita sudah terlanjur memiliki banyak keinginan atau rencana dengan apa yang ingin kita lakukan.

 

Jadi ketika Tuhan hadir, keinginan kita berbenturan dengan keinginan Tuhan. Frekuensi kita berbeda dengan frekuensi Tuhan. Alhasil kita selalu menerjemahkan kehadiran Tuhan dengan ‘melakukan sesuatu’. Padahal Ia mau kita mendengar Dia berfirman, barulah kita melakukan arahan-Nya.

 

3. Tekanan, situasi, kondisi, apa kata orang, dan keadaan selalu ingin membuat kita bergerak melakukan sesuatu (menjadi sibuk) tanpa arahan yang jelas dari Tuhan.

 

Kita bergerak karena dunia bergerak. Kita tergoda melakukan sesuatu karena melihat ada yang melakukan sesuatu. Maria mengambil ketetapan hati untuk tidak ‘terdistract’ dengan Marta. Ia tidak ‘merasa’ terganggu dengan gerak – gerik Marta yang ingin ‘melayani’ Tuhan – Maria fokus pada Yesus!

 

4. Saya sungguh belajar dari Maria, ia adalah pribadi yang fokus pada realita Tuhan dan fokus pada firman-Nya.

 

Ia telah memposisikan dirinya berlama – lama dalam hadirat-Nya sampai ia menangkap agenda Bapa: Yesus akan mati di kayu salib! Ini membuat Maria bergerak melakukan sesuatu untuk Yesus!

 

Yohanes 12:3 (TB) Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu.

 

Markus 14:3, 8-9 (TB)
Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si kusta, dan sedang duduk makan, datanglah seorang perempuan membawa suatu buli-buli pualam berisi minyak narwastu murni yang mahal harganya. Setelah dipecahkannya leher buli-buli itu, dicurahkannya minyak itu ke atas kepala Yesus. Ia telah melakukan apa yang dapat dilakukannya. Tubuh-Ku telah diminyakinya sebagai persiapan untuk penguburan-Ku.
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di mana saja Injil diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia.”

 

5. Bukti bahwa kehidupan kita memperkenan hati Tuhan, seharusnya terucap dari mulut Tuhan sendiri, bukan dari diri kita ataupun dari orang lain.

 

Ini merupakan kesaksian Roh yang kita terima di dalam batin (Ibrani 11:6). Maria mendapatkan kesaksian dari Yesus sendiri, apa yang dilakukannya memperkenan hati Tuhan!

 

Lukas 10:42 (TB) tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.”

 

Markus 14:6, 8-9 (TB)
Tetapi Yesus berkata: “Biarkanlah dia. Mengapa kamu menyusahkan dia? Ia telah melakukan suatu perbuatan yang baik pada-Ku.
Ia telah melakukan apa yang dapat dilakukannya. Tubuh-Ku telah diminyakinya sebagai persiapan untuk penguburan-Ku.
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di mana saja Injil diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia.”

 

6. Hidup kita akan berdampak sampai pada kekekalan ketika kita mencintai hadirat-Nya, tinggal dalam hadirat-Nya, mendengarkan Dia berkata – kata, dan melakukan apa yang Dia katakan.

7. Saya mau terus berketetapan hidup hanya dari firman-Nya saja, fokus untuk mendengar, dan dengan taat melakukannya.

 

Ini adalah porsi atau fokus bagian saya yang tidak boleh diambil oleh situasi, kondisi, dan siapa pun juga. #AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus