Top

26 Juli 2019

Pagi ini saya merasa dibuat terhenyak oleh suatu kesadaran rohani yang kuat: Terlepas selama ini saya terus membangun kapasitas manusia roh saya untuk memanifestasikan karunia-karunia Roh maupun bentuk kedaulatan Tuhan lainnya, jika semua itu tidak didasari oleh kasih Ilahi, semuanya akan menjadi sia-sia! (1 Kor 13:1-3)

 

Dengan kata lain, sarana yang Tuhan mau pakai untuk ‘menelan maut dalam kemenangan’ bukanlahlah demonstrasi manifestasi kuasa yang dahsyat nan membahana, tapi justru dalam kelembutan kasih IlahiNya!

 

~ Ketika saya berinteraksi dengan manifestasi kuasa Maut dalam kehidupan orang yang sedang rusak atau merusak dirinya sendiri (dan tentu merusak orang-orang lain yang berinteraksi dengan dirinya) maka kuasa maut akan ditelan dalam kemenangan ketika saya MEMANIFESTASIKAN KESABARAN (sebagai bentuk kasih Ilahi – 1 Kor 13:4)

 

~ Ketika kuasa Maut bermanifestasi melalui hidup orang yang menjengkelkan – ia selayaknya menerima pembalasan atau penghukuman, kuasa kasih IlahiNya akan bermanifestasi melalui kehidupan saya dalam bentuk KEMURAHAN HATI – melepaskannya dari ‘kekuasaan saya’ yang berhak dan berotoritas untuk menghukum dirinya (1 Kor 13:4)

 

~ Ketika melihat orang fasik justru terlihat makin diberkati, kuasa kasih IlahiNya akan menolong saya untuk TIDAK MENJADI IRI HATI atau CEMBURU sehingga menjagai saya dari berbagai reaksi negatif yang justru bisa merugikan diri saya sendiri (1 Kor 13:4)

 

~ Di saat kuasa Maut bermanifestasi dalam bentuk trend melakukan ‘self branding’ yang makin menggila, kuasa kasih IlahiNya menolong saya untuk tetap MENJALANI HIDUP SEHARI-HARI dan PELAYANAN DALAM KESEDERHANAAN (tidak memegahkan diri atau sombong atas berbagai pencapaian yang sudah diraih – 1 Kor 13:4)

 

~ Di saat kuasa Maut terus mencetak orang untuk MENJADI KASAR dan EGOIS, kuasa kasih IlahiNya mengkondisikan diri saya untuk tetap hidup dalam kelembutan dan tata krama sopan santun (1 Kor 13:5)

 

~ Di saat Maut bermanifestasi melalui para PEMIMPIN YANG MANIPULATIF (mencari keuntungan diri sendiri), kuasa kasih IlahiNya akan menjagai diri saya untuk tetap bisa menjadi pemimpin yang melayani (1 Kor 13:5)

 

~ Di saat kuasa Maut mencetak seseorang menjadi PEMARAH dan PENGHASUT, kasih IlahiNya justru akan mencetak hidup saya menjadi seorang pembawa damai (1 Kor 13:5)

 

~ Ketika kuasa Maut bermanifestasi dalam bentuk menyimpan konflik batin, dendam kesumat ataupun kemarahan tanpa henti, kuasa kasih IlahiNya justru akan mengkondisikan diri saya menjadi orang yang paling pemaaf – MUDAH MEMAAFKAN DAN MELUPAKAN KESALAHAN (1 Kor 13:5)

 

~ Ketika konsekwensi buruk terjadi atas mereka yang memang selama ini hidup dalam ketidakakuratan, kuasa kasih IlahiNya akan menolong membuat saya justru bersyafaat bagi kepentingan mereka – saya dikondisikan untuk HANYA BERSUKACITA SAAT KEBENARAN MENANG dan MEMANIFESTASIKAN DIRINYA (1 Kor 13:6). Kita ditetapkan untuk hanya bisa mengasihi, memulihkan, membangun kembali apa yang sudah hancur (Yak 3:9-12, Luk 6:43-45)

 

~ Kuasa Maut akan mencetak seseorang jadi mencintai diri sendiri dan mudah mengorbankan orang lain (menceritakan kelemahan atau kejelekan orang lain demi untuk meninggikan dirinya sendiri) tapi kuasa kasih Ilahi akan menolong saya menjadi pribadi yang SETIA, MEMEGANG TEGUH IKATAN JANJI, MENUTUPI KELEMAHAN – meski terkadang bisa merugikan dirinya sendiri (1 Kor 13:7)

 

~ Seringkali kuasa Maut membuat seseorang jadi selalu hidup dalam kecurigaan, rasa was-was, paranoid terhadap sesuatu atau orang-orang tertentu; kuasa kasih Ilahi mengkondisikan diri kita jadi PRIBADI YANG MERDEKA DALAM ROH, tidak terkontaminasi dengan berbagai pekerjaan roh kuatir, takut atau intimidasi (1 Kor 13:7)

 

~ Di saat kuasa Maut mencetak banyak orang menjalani hidup untuk menuntut dan terus dituntut oleh banyak hal – khususnya dalam hal berinteraksi dengan orang lain, kuasa kasih menolong saya untuk TERUS MENARUH HARAPAN, MEYAKINI BAHWA BAGAIMANAPUN SESEORANG PASTI BISA BERUBAH MENJADI LEBIH BAIK (khususnya ketika diberi kesempatan baru – 1 Kor 13:7)

 

Perhatikan apa yang Alkitab tuliskan dalam terjemahan Firman Allah yang Hidup:

 

1 Korintus 13:7 (FAYH) Kalau Saudara mengasihi seseorang, Saudara akan tetap setia kepadanya, apa pun yang terjadi. Saudara akan tetap mempercayainya, selalu mengharapkan yang terbaik dari dia, dan Saudara akan selalu membelanya.

 

~ Dan di saat kasih kebanyakan orang menjadi dingin karena manifestasi pekerjaan roh Maut (Mat 24:12) kuasa kasih Ilahi memberi kita kemampuan untuk tetap konsisten dalam memanifestasikan kasihNya (Love never fails, kasih tidak berkesudahan 1 Kor 13:8) – kita justru menelan semua manifestasi kuasa Maut yang ada di dalam kehidupan sehari-hari di dalam kemenanganNya!

 

Teruslah menjagai hati kita untuk tetap melekat kepadaNya dan teruslah memanifestasikan kasihNya! Mari kita telan kuasa maut yang terus bermanifestasi melalui kehidupan sehari-hari orang banyak dengan kuasa kasihNya! #AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus