Top

26 Juni 2018

Saya sempat merenung, mengapa hingga kini kehidupan jemaat masih banyak yang terbelenggu, hidup dalam tekanan maupun intimidasi; jauh dari kehidupan yang berkemenangan, penuh terobosan maupun berkat & anugerah Bapa….? Dan jawabannya, Tuhan bukakan dari firman 1 Kor 3:10-13

Selama ini hidup jemaat tidak dibangun secara akurat dengan menjadikan korban Kristus sebagai dasar/ fondasi. Jemaat tidak diajar bagaimana seharusnya hidup sebagai Ciptaan Baru! Tidak heran, hingga sekarang ada banyak jemaat yang kehilangan identitas dan posisi rohani mereka sebagai anak Allah/ Ciptaan Baru!

1. Hingga sekarang jemaat masih terus hidup secara duniawi

Walau jemaat pernah mengalami pengalaman kelahiran baru, menjadi Ciptaan Baru, tapi karena kehidupan sembrono yang mereka jalani, ada banyak taburan benih musuh yang berhasil Iblis taburkan dalam hidup mereka sehingga terus terjadi percampuran dalam hidup mereka. Disatu sisi mereka rindu melayani Tuhan, tapi disisi lain mereka juga masih mencintai dunia ini – tidak pernah bisa all out dalam mencintai Tuhan, tidak betul-betul mati-matian, gila-gilaan & habis-habisan bagi TUHAN & penggenapan rencanaNya.

2. Hingga kini jemaat terus hidup sebagai kanak-kanak rohani, jauh dari kedewasaan didalam Kristus.

Salah satu ciri orang yang mencapai kedewasaan adalah kerelaan dan pengertian yang miliki dalam mengambil tanggung jawab dalam kehidupannya. Jemaat tidak akan pernah bertumbuh/ menjadi dewasa selama mereka hanya mengejar kepentingannya pribadi, mengejar keinginan, ambisi ataupun kesuksesannya pribadi belaka. Selama jemaat menolak untuk meleburkan diri dalam suatu rumah rohani yang terhubung dengan sorga dan memutuskan untuk ikut mengambil tanggung jawab atas rumah rohani yang ada, jemaat yang bersangkutan tidak akan pernah bertumbuh jadi dewasa didalam Kristus. Tekad, kerelaan & keterbukaan jemaat untuk dengan penuh pengertian meleburkan diri dalam suatu rumah rohani akan menghantarkan mereka untuk jadi terhisap dalam kehidupan bersama sebagai umat pilihanNya!

3. Hingga kini jemaat terus menjalani hidup sehari-hari dengan menyimpan ganjalan terhadap orang lain.

Alasan jemaat terus terkondisikan selalu memiliki ganjalan terhadap orang lain adalah karena diri mereka ‘belum mati’. Hidup sebagai Ciptaan Baru menuntut kematian daging di segala waktu – dengan kata lain, harus hidup di dalam Roh! Pikiran mereka diarahkan untuk selalu tertuju kepada Tuhan & firmanNya; tidak ada kesempatan/ waktu untuk memikirkan kesalahan & tindakan tidak adil yang orang lain lakukan!

Dengan jemaat terus menyimpan ganjalan dalam batin mereka, jemaat jadi kehilangan kuasa doa! Kuasa untuk mengikat & melepaskan jadi hilang! Akhirnya jemaat jadi terkondisikan untuk mengandalkan kekuatannya sendiri dan bukan mengandalkan Tuhan!

4. Jemaat jadi terjebak untuk mengkultuskan hamba Tuhan.

Terjadinya pengkultusan selalu dimulai ketika ada seorang hamba Tuhan yang Tuhan pakai dengan luar biasa mulai memberkati, mengubah hidup jemaat sehingga jemaat yang bersangkutan jadi mulai ‘mengistimewakan’ sang hamba Tuhan – tapi dalam ketidak matangannya. Jadi jemaat gagal melihat keberadaan dari Tuhan yang memakai sang hamba Tuhan tersebut, gagal melihat keberadaan Tuhan yang memberi pertumbuhan! Semua disebabkan karena memang sang jemaat belum bertumbuh jadi dewasa di dalam Kristus.

Jadi ketika sang jemaat memiliki sikap hati yang salah – sehingga mulai mengkultuskan sang hamba Tuhan – cepat atau lambat, melalui level kedekatan yang terus bertumbuh, sang jemaat akan mulai melihat betapa si hamba Tuhan (tidak peduli sehebat apapun si hamba Tuhan sudah di pakai oleh Tuhan) ternyata tetap memiliki adanya kelemahan/ kekurangan dalam hidupnya (baca: kelemahan bukan dosa) Ketika sang jemaat mendapati adanya kelemahan/ kekurangan dalam hidup si hamba Tuhan yang ia kultuskan, ada dua kemungkinan yang terjadi: dia jadi kecewa dan berbalik mundur atau tetap menutup mata terhadap kelemahan/ kekurangan yang ada dan terus ‘menjilat’ sang hamba Tuhan demi bisa makin dekat dan menarik keuntungan pribadi melalui ‘kedekatan’ dengan sang hamba Tuhan.

Seandainya jemaat diajar untuk menjalani hidup sebagai Ciptaan Baru, hidupnya dibangun secara akurat sebagai BaitNya, saya yakin, jemaat akan mulai hidup dalam realita kerajaan & menikmati berbagai terobosan yang memang Tuhan sediakan bagi mereka. Jalanilah hidup sehari-hari sebagai Ciptaan Baru….! #AkuCintaTuhan

Ps. Steven Agustinus