Top

26 Juni 2019

Segala bentuk kesedihan dan dukacita adalah salah satu wujud maut. Sedangkan kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus adalah wujud dari kehidupan yang sejati (kehidupan dalam Kerajaan yang tak tergoncangkan).

 

Saya mendapati, bahwa ‘rahasia’ untuk dapat senantiasa hidup dalam sukacita ilahi terdapat di Maz 37:4.

 

Maz 37:4 dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu.

 

Bergembira karena Tuhan artinya menjadikan Tuhan sebagai satu-satunya sumber sukacita kita dan satu-satunya alasan sukacita kita. Kembali lagi kepada hati yang hanya mencintai Tuhan! Dengan memiliki hati yang mencintai Tuhan, pasti keinginan-keinginan yang kita miliki adalah keinginan yang tertuju kepada Tuhan (keinginan untuk mengenal Dia lebih dalam lagi, keinginan untuk berkomunikasi dengan Dia, dan keinginan untuk berlama-lama dalam hadiratNya).

 

Melalui momen-momen perjumpaan dengan Tuhan, passion hati yang mencintai Dia yang kita bawa membuat Roh Kudus memiliki keleluasaan untuk menanamkan keinginan-keinginan yang ada dalam hati Tuhan ke dalam hati kita. Sehingga kita akan mulai mengingini apa yang Ia ingini. Itu sebabnya, apa pun yang kita inginkan pasti Ia berikan, karena tidak ada konflik antara keinginan Tuhan dan keinginan kita (Yak 1:21, Fil 2:13).

 

Merenungkan FirmanNya akan menjadi kesukaan kita, keinginan untuk mewujudkan isi hatiNya pasti juga menjadi fokus dalam hidup kita. Intinya, dengan menjadikan Tuhan sebagai satu-satunya dalam kehidupan kita, keinginan-keinginan yang kita miliki pasti tertuju kepada Tuhan dan penggenapan rencanaNya.

 

Dalam segala situasi, Tuhan menghendaki untuk setiap orang percaya tetap kuat di dalam Dia (Ef 6:10). Namun, pada praktiknya, masih banyak orang percaya yang mengalami kesulitan untuk tetap penuh sukacita dan damai sejahtera ketika menghadapi fakta dan data negatif. Banyak orang percaya ada dalam kondisi ‘berusaha’ untuk tetap mempercayakan diri kepada Tuhan ketika menghadapi masalah. Tanpa disadari, sistem dunia telah membuat manusia meyakini bahwa seakan-akan kita memang tidak dapat sepenuhnya merdeka dari rasa takut, kuatir, dan cemas ketika menghadapi fakta dan data negatif. Padahal, Kerajaan yang tidak tergoncangkan telah Dia berikan kepada kita!

 

Saya percaya bahwa emosi negatif adalah salah satu cetakan dunia yang harus segera dibongkar dan disingkirkan dari kehidupan kita. Inilah saatnya kita melatih ulang diri kita untuk dapat terus memunculkan emosi yang ilahi, terutama ketika menghadapi fakta dan data negatif.

 

Saya percaya, sebagai pribadi yang telah dilahirkan kembali oleh Firman kebenaran (Yak 1:18), kita perlu dengan aktif mengalami pembaharuan akal budi, alami perubahan dasar keyakinan, konsep pikir, dan gaya hidup. Segala sesuatu yang tidak akurat harus kita buang, dan bertekun menerima Firman yang telah Tuhan tanam dalam hati kita (Yak 1:21). #AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus