Top

26 Juni 2020

Pada pagi ini saya kembali didorong oleh Roh Kudus untuk terus meminta kasih ilahi memenuhi batin saya. Saya sadar, tanpa pekerjaan Roh yang bekerja membangkitkan cinta akan Tuhan dan sesama dalam diri saya, maka hidup saya akan kering dan mudah pahit saat menghadapi situasi, keadaan, dan orang fasik yang sungguh menjengkelkan. Sebab sesungguhnya kita tidak bisa ‘memegang kendali akan apa yang terjadi dalam hidup kita’, dan tidak bisa mengendalikan ‘apa kata orang’ dan tindakannya. Bisa saja itu semua justru menjadi pisau yang melukai batin kita. Dibutuhkan roh yang mencintai Tuhan dan sesama yang menyelimuti hati kita. Tanpa hal tersebut kita akan mudah kecewa terhadap segala yang terjadi.

 

Roh Kudus mendorong saya untuk membuat roh cinta akan Tuhan dan sesama semakin tebal menyelimuti batin saya dengan cara (ini merupakan bagian untuk menjaga hati dengan segala kewaspadaan) :

 

1. Saya dibuat tersadar bahwa saya bisa hidup bukan karena kekuatan saya, kebaikan, atau upaya saya untuk ‘menjangkau Tuhan’, melainkan karena anugerah dan kemurahan-Nya saja yang menyelamatkan saya dari gelap dibawa kepada terang-Nya yang ajaib.

 

Itu semua wujud kasih Tuhan yang tidak terbatas. Jadi sudah sewajarnya jika saya mencintai Tuhan dan berkeinginan bersekutu dengan Dia di setiap waktu. Dan bukan hal yang aneh jika pikiran saya terus memikirkan Dia, itu normal. Itu sudah sewajarnya terjadi karena kita telah ditebus dan diberi pengampunan dari segala dosa. Atas alasan inilah kita sejatinya tidak berhak membenci atau tidak mengasihi sesama. Jika kita sudah diampuni dan dialirkan kasih oleh Bapa, sudah sewajarnya kita pun mengampuni orang lain yang bersalah kepada kita dan senantiasa mengalirkan kasih kepada mereka. Sudut pandang dan dasar keyakinan ini harus kita jagai untuk dapat mempraktekkan firman dalam hidup sehari – hari (mengasihi Tuhan dan sesama).

 

2. Saya dibuat oleh Roh untuk membangun suatu tekad – pokoknya apa pun yang terjadi saya harus tetap bersyukur dan bersukacita, bahkan sekalipun kita sedang dibenci bahkan terus dialirkan kemarahan oleh orang lain, saya harus tetap bersyukur dan bersukacita.

 

Jadi tidak peduli masih ada fakta negatif yang harus kita hadapi, baiklah kita bertarung dengan cara bersyukur dan bersukacita. Kita tidak boleh lupa bersyukur atas apa yang Tuhan beri. Jangan sampai kita ‘familiar’ dengan segala jawaban doa dan penyertaan Tuhan dalam diri kita. Ingatlah senantiasa kebaikan-Nya yang akan mengkondisikan kita untuk bersyukur senantiasa. Dan bersukacita dalam segala keadaan.

 

3. Saya jadi paham, saat kita menjaga hati untuk mencintai Tuhan dan sesama, lalu senantiasa bersyukur dan bersukacita, maka kita akan menikmati kehidupan di bumi yang sama seperti di surga, penuh dengan kedamaian.

 

Karena kasih (Tuhan adalah Kasih) ada di dalam kita. Di mana ada Tuhan, di situlah surga berada. Betapa nikmatnya jika hidup kita sehari – hari bisa seperti itu, kita menjadi pribadi yang anti gores dan tidak tergoncangkan!

 

Saya tidak bisa menjagai situasi untuk tetap baik dan orang untuk selalu berlaku baik, tapi saya bisa menjaga hati saya dengan segala kewaspadaan karena dari sanalah terpancar kehidupan. Jadi saya mau ambil keputusan untuk menikmati Kerajaan Surga (kebenaran, damai sejahtera, dan sukacita) di atas bumi ini setiap hari!! Saya mau menikmati hidup sehari – hari bersama dengan Dia. Apa pun yang terjadi saya tetap mengasihi Tuhan dan sesama, bersyukur, dan bersukacita!! Itulah keputusan saya!! #AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus