Top

26 Mei 2020

Deuteronomy 6:5 (Easy English Bible Version) Love the Lord your God with all of your mind and your thoughts. Make him the most important person in your lives. Think about him every day

 

Ulangan 6:5 Kasihilah Tuhan Allah mu dengan segenap pikiran dan pemikiran. Jadikan Tuhan sebagai pribadi yang teramat sangat penting (terutama) Pikirkan tentang Dia setiap hari.

 

Saat saya membaca kembali ayat di atas, Roh Kudus banyak mengoreksi dan mendefinisi ulang arti ‘cinta akan Tuhan’ dalam diri saya. Saya jadi paham, ternyata cinta akan Tuhan sangat berkaitan dengan pikiran dan pemikiran kita setiap harinya. Hal apa yang paling kita pikirkan sampai ‘menguras energi dan waktu’ itulah yang sesungguhnya kita cintai. Pemikiran apa yang paling sering melintas itu jugalah yang sesungguhnya kita kasihi. Dan pribadi siapa yang paling kita utamakan itulah pribadi yang kita sayangi dan utamakan.

 

Pertanyaannya, hal apa yang paling sering kita pikirkan dengan segenap kekuatan (menguras energi dan waktu) dan kita prioritaskan? Pekerjaankah? uangkah? istri atau suamikah? atau anak?

 

Prinsipnya, jika bukan Tuhan yang paling sering kita pikirkan, artinya ada ‘pribadi dan hal lain’ yang lebih kita cintai daripada Tuhan. Oleh karena itu, kita membutuhkan keterbukaan hati di hadapan-Nya, dan juga pengakuan diri atau pertobatan. Jikalau yang selama ini ada beragam jenis pemikiran yang menguras kekuatan kita selain dari keberadaan Tuhan, baiklah kita mengakuinya. Karena dengan demikian Roh Kudus dapat bekerja untuk menyelaraskan hidup kita seturut dengan firman-Nya. Hati yang mencintai Tuhan akan dikobarkan kembali. Dan firman-Nya akan senantiasa diberikan-Nya untuk menjadi bahan perenungan dan pemikiran kita di setiap saat.

 

Pertanyaan berikutnya, apakah kita tidak boleh memikirkan orang lain? Boleh, tapi tidak boleh lebih dari porsi memikirkan Tuhan. Bahkan dalam kitab Ulangan 6, justru ditegaskan bahwa sekalipun itu anak (darah daging kita sendiri) tetap tidak boleh melebihi porsi cinta kita terhadap Tuhan. Justru anak yang harus diselaraskan agar menjadi generasi yang mencintai Tuhan.

 

Ulangan 6:7 (TB) haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.

 

Bagaimana dengan kebutuhan hidup (pekerjaan)? Inilah aspek yang seringkali menguras energi kita. Hal ini bahkan tidak perlu kita pikirkan (tentu hal ini tidak berlaku untuk pemalas). Sebab semua yang kita butuhkan sebenarnya sudah Tuhan sediakan, bahkan kita tidak perlu sibuk untuk mempersiapkannya. Ya, begitulah kebenarannya! Itulah akibat dari hati yang mencintai Tuhan.

 

Ulangan 6:10-11 (TB) Maka apabila TUHAN, Allahmu, telah membawa engkau masuk ke negeri yang dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepadamu — kota-kota yang besar dan baik, yang tidak kaudirikan; rumah-rumah, penuh berisi berbagai-bagai barang baik, yang tidak kauisi; sumur-sumur yang tidak kaugali; kebun-kebun anggur dan kebun-kebun zaitun, yang tidak kautanami — dan apabila engkau sudah makan dan menjadi kenyang,

 

Sebenarnya Tuhan mau membawa hidup kita untuk tidak bergumul tentang apa pun (baik aspek orang dan juga pekerjaan). Ia hanya mau kita bergumul atau berasosiasi dengan segenap hati, jiwa, dan pemikiran dengan pribadi-Nya atau firman-Nya saja!! Hanya itu saja. Selebihnya Tuhan yang akan ‘memikirkannya’ dan Tuhan yang menyediakan bagi kita. Tuhan tidak pernah menciptakan kita untuk bergumul dengan hal yang lain. Ia mau kita fokus pada pribadi dan rencana-Nya saja – itu saja.

 

Pertanyaan selanjutnya, percayakah kita terhadap prinsip kebenaran dan konsep kehidupan yang Tuhan tawarkan di atas? Jika kita percaya, maka kita akan mengalaminya!

 

Saya mau percaya!! Dan saya mendapati hal tersebut dijadikan oleh Tuhan sebagai kebenaran dalam kehidupan saya! Kebenaran itulah yang memberi posisi rohani kepada saya untuk mengubahkan fakta yang harus saya hadapi. Saya mau memastikan untuk hanya mencintai Tuhan saja! #AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus